
Bel sekolah berbunyi dengan begitu kerasnya, seluruh siswa pun mulai keluar dari kelasnya masing-masing. Termasuk Marrie dan kedua temannya. Dia terlihat begitu bahagia saat jam pulang telah tiba.
Hal pertama yang di lakukan oleh Marrie adalah kembali menghidupkan ponselnya yang sempat dia matikan. Dengan begitu Marrie bisa memeriksa pesan masuk ke dalam ponselnya yang tentu sudah banyak pastinya.
Saat Marrie kembali menghidupkan ponselnya. Tidak ada pesan masuk yang Marrie harapkan. Namun ada beberapa panggilan telepon dari Oscar yang tidak terjawab dari Oscar. Dengan segera Marrie menelpon balik Oscar.
Panggilan pertama, tidak diangkat oleh Oscar. Mungkin di panggilan kedua tersebut. Oscar akan mengangkat panggilan telepon dari Marrie. Apalagi panggilan telepon dari Marrie itu cukup penting. Marrie ingin tahu mengapa Oscar menghubungi dirinya begitu banyak. Apakah ada sesuatu yang ingin Oscar sampaikan. Sehingga dia mencoba menghubungi Marrie dengan begitu banyaknya.
Setelah tiga panggilan dari Marrie yang tidak diangkat oleh Oscar. Akhirnya panggilan keempat dari Marrie, diangkat oleh Oscar. Dia pun langsung meminta maaf, sebab tidak mengangkat secara langsung panggilan telepon dari Marrie.
__ADS_1
Oscar menyampaikan jika panggilan telepon yang dia lakukan, sebab dia ingin memberikan sesuatu. Mendengar kata sesuatu itu, Marrie akhirnya penasaran dengan apa yang hendak Oscar berikan pada dirinya. Sesuatu yang istimewa yang mungkin Oscar berikan pada dirinya. Marrie benar-benar penasaran dengan benda yang Oscar hendak berikan pada dirinya.
Oscar tidak langsung menyebutkan benda itu pada Marrie. Namun Marrie di minta Oscar untuk berjalan menuju pos sekuriti. Dimana Oscar menitipkan benda istimewa tersebut pada seorang sekuriti di sekolah Marrie.
Dengan penuh rasa penasaran, Marrie segera mendatangi pos sekuriti. Dia ingin segera melihat hadiah yang hendak di berikan oleh Oscar kepada dirinya. Mungkin hadiah yang akan membuat Marrie bahagia bukan kepayang dengan sesuatu yang istimewa yang di berikan oleh Oscar kepada dirinya.
Tiba di pos sekuriti, Marrie langsung menghampiri sekuriti yang bertugas saat itu. Kebetulan saat itu adalah Sekuriti genit yang menggoda Oscar.
"Siang. Ada keperluan apa kamu datang ke sini?" Tanya pak Antony dengan gaya genitnya.
__ADS_1
"Apakah salah seorang teman saya memberikan sesuatu pada pak Antony?" Tanya Marrie malu-malu.
"Sesuatu. Sesuatu apa?" Tanya pak Antony dengan begitu bingungnya.
Panggilan telepon dari Marrie yang masih terhubung dengan Oscar. Langsung di sambut oleh ucapan Oscar yang begitu keras. Oscar pun langsung meneriakkan bunga mawar. Hingga pak Antony yang sempat lupa, akhirnya teringat kembali. Jika Oscar telah menitipkan bunga mawar yang harum untuk Marrie.
Pak Antony kembali masuk kedalam pos sekuriti miliknya. Kemudian mengambil bunga mawar pemberian Oscar tersebut. Sebelum akhirnya memberikan bunga mawar itu pada Marrie.
Marrie seketika tersenyum saat menerima bunga mawar dari Oscar tersebut. Senyumnya semakin lebar, saat mencium aroma bunga mawar yang begitu harum tersebut. Marrie merasa bersyukur memiliki seorang Oscar yang begitu romantis. Memberikan dirinya sebuah bunga yang cantik dan harum.
__ADS_1
Marrie kembali mengangkat teleponnya, puluhan kata terima kasih diucapkan Marrie pada Oscar. Dia bahagia dengan hadiah sederhana yang Oscar berikan pada dirinya. Ini menjadi sebuah kado paling indah yang Marrie dapat. Setangkai mawar cantik dan juga harum.