
Nania pulang dengan wajah yang cukup bingung. Dia masih belum memberikan jawaban yang pasti pada seorang Alex. Hingga Nania masih cukup kesulitan untuk mengekpresikan wajahnya di hadapan Julien's.
Julien's yang bertemu dengan Nania di kamarnya, terlihat begitu bingung dengan wajah Nania yang terlihat begitu ragu-ragu. Dia heran mengapa Nania menunjukkan wajah yang penuh keraguan pada dirinya. Padahal Julien's berharap Nania bisa menunjukkan wajah yang penuh optimisme. Sehingga Julien's tidak harus menerka apa yang terjadi pada seorang Nania.
Julien's terus menatap wajah Nania, dia mungkin bisa menemukan jawaban dengan menatap kedua bola mata Nania. Sehingga dia bisa tahu apa yang sebenarnya di rahasiakan oleh Nania pada dirinya.
Semakin lama, Julien's tetap tidak menemukan jawaban dari apa yang ingin dia ketahui dari seorang Nania. Wajah Nania tetap terlihat tidak menunjukkan ekspresi apapun. Hingga Julien's tetap merasa bingung untuk menjawab apa yang sebenarnya terjadi pada seorang Nania.
__ADS_1
Akhirnya cara terakhir di lakukan oleh Julien's, dia menanyakan secara langsung pada Nania akan hasil dari pertemuan dengan Alex. Apakah Nania menerima cinta Alex, atau justru sebaliknya. Nania belum bisa menerima cinta Alex seutuhnya. Cinta Alex yang begitu besar pada seorang Nania.
Nania pun mulai menceritakan bagaimana Alex membuat satu ruangan VIP di sulap Alex menjadi sebuah ruangan yang begitu indah. Dia juga menjelaskan bagaimana Alex menciptakan dekorasi yang cukup menarik untuk membuat malam tadi begitu mengesankan.
Julien's tidak ingin mendengar semua itu. Dia hanya ingin tahu, apakah Nania menerima cinta seorang Alex. Atau justru menolak cinta adiknya tersebut.
"Betapa lama kamu akan memberikan waktu pada dia?" tanya Julien's dengan penasaran.
__ADS_1
"Aku berikan waktu seminggu." jawab Nania dengan wajah datar.
"Aku pikir kamu tidak harus memberikan waktu itu. Apa salahnya kamu bilang ke dia untuk tidak. Itu juga jika memang kamu tidak suka dia, tapi aku curiga kamu suka dia. Mungkin itu yang ada di pikiran kamu. Sehingga kamu tidak langsung menolak cinta seorang Alex." ucap Julien's semakin emosi.
Nania tidak mengerti dengan ucapan seorang Julien's. Dia pikir seharusnya Julien's tidak mengatakan hal tersebut pada dirinya. Apakah Julien's akan tega mengatakan jika Nania masih cinta pada seorang Alex. Padahal Nania sama sekali tidak memiliki perasaan pada seorang Alex. Dia hanya kasihan dengan Alex, itu saja yang ada di pikiran seorang Nania. Bukan karena perasaan cinta yang ada pada dirinya.
Nania mulai menangis dengan apa yang di sampaikan oleh seorang Julien's pada dirinya. Seharusnya Julien's tidak mengatakan hal tersebut, sebab Nania sama sekali tidak memiliki perasaan yang seperti Julien's sampaikan. Nania benar-benar tidak memiliki rasa cinta pada seorang Alex. Dia hanya iba melihat Alex bersedih, itu saja yang ada di pikiran seorang Nania. Bukan rasa cinta yang ada di hatinya.
__ADS_1
Julien's tetap merasa apa yang Nania lakukan adalah tindakan yang salah. Sehingga Nania layak untuk mendapatkan sebuah amukan dari seorang Julien's. Dia memberikan Alex sebuah harapan, sehingga Alex mungkin saja akan terus berharap pada dirinya.