
Di apartemen barunya yang Aurille beli di kota Paris. Mungkin akan menjadi tempat yang cukup damai bagi dirinya. Tidak akan ada bayangan seorang Alex yang mungkin sewaktu-waktu membuat dirinya kembali jatuh cinta pada Alex. Tidak juga dengan Nania yang mungkin saja akan membuat Aurille tambah marah lagi. Aurille ingin menutup rapat-rapat kisah hidupnya di Nice. Tidak ada yang istimewa lagi di Nice, persahabatan dirinya dengan Nania sudah berakhir dengan tragis. Begitu juga cinta yang Aurille miliki pada Alex yang coba di kubur oleh Aurille dengan begitu rapatnya.
Pertama tentu Aurille harus merapikan barang-barang keperluan darinya. Seperti baju-baju yang Aurille simpan di atas lemari. Begitu juga dengan perlengkapan make up Aurille yang dia simpan di atas laci. Beberapa benda kenangan yang di miliki oleh Aurille dari Nania, coba di buang oleh Aurille. Beberapa photo dirinya dengan Nania yang telah di cetak, juga di bakar oleh Aurille dengan segera. Dia benar-benar melupakan semua kenangan bersama Nania.
Tidak ingin kembali mendengar suara dari seorang Nania. Aurille langsung menolak setiap panggilan telepon dari nomor yang tidak di kenal oleh dirinya. Hingga banyak nomor baru yang Aurille tolak, bahkan nomornya langsung dia blokir. Aurille yakin nomor baru itu dari Nania yang mencoba mengajak dirinya untuk berbicara.
Seorang temannya dari Paris yang akan berkunjung ke apartemen baru Aurille mengunjungi Aurille. Dia sempat panik, saat melihat asap di balkon apartemen milik Aurille. Dia berlari ke arah balkon yang dia kira sedang ada kebakaran hebat di sana.
__ADS_1
Namun teman Aurille bernama Sara itu akhirnya lega. Saat mengetahui tidak ada kebakaran yang terjadi di balkon apartemen Aurille. Asap itu bersumber dari beberapa photo yang Aurille bakar di dalam tong sampah berbahan dasar kaleng.
Tak hanya Sara yang terkejut. Sebenarnya Aurille sendiri begitu terkejut dengan kedatangan Sara yang secara mendadak ke apartemen dari Aurille. Pasalnya Sara masuk ke apartemen milik Aurille secara begitu saja. Tidak menekan bel, atau mengetuk pintu. Sara masuk ke dalam apartemen Aurille dengan lancangnya.
"Aku pikir ada kebakaran di balkon." Ucap Sara masih terlihat panik.
Ucapan dari Aurille yang menyindir Sara, langsung membuat Sara merasa tidak enak. Pasalnya dia masuk tanpa permisi ke apartemen milik Aurille. Padahal Sara adalah tamu, tapi sikap Sara seperti tuan rumah yang memiliki apartemen tersebut. Masuk tanpa permisi sama sekali.
__ADS_1
"Maaf, tadi aku lupa mengetuk pintu apartemen kamu. Jadi aku masuk begitu saja. Sudah jadi kebiasaan, makanya tidak sempat mengetuk pintu sebelumnya." Ucap Sara dengan suara lirih.
Melihat wajah datar Aurille saat memasukkan photo dirinya bersama Nania. Membuat Sara penasaran seorang Sara meninggi. Dia ingin tahu, mengapa Aurille membakar photo dirinya dengan Nania. Walaupun Sara tidak mengenal siapa Nania, tapi Sara yakin Nania adalah salah seorang teman Aurille yang berada di Nice.
"Mengapa photo itu di bakar?" Tanya Sara penasaran.
"Tidak ada! Aku hanya ingin membakar semua kenangan aku di Nice saja. Aku ingin memulai sesuatu yang baru di Paris. Tanpa ada bayang-bayang Nice yang terus menghantuiku." Jawab Aurille dengan santainya.
__ADS_1