SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
Nick Marah


__ADS_3

Pagi ini Nick ingin mengajak Oscar untuk lari pagi bersama. Dengan sebuah kaos berwarna putih menerawang dan celana training panjang tanpa motif. Nick menghampiri Oscar di dalam kamarnya.


Nick mengetuk pintu kamar Oscar berulang kali. Tapi Oscar tidak kunjung keluar dari dalam kamarnya. Sementara saat Nice mencoba membuka kamar Oscar. Ternyata kamar Oscar tidak di kunci. Sontak Nick bisa dengan mudah masuk kedalam kamar Oscar.


Nick terkejut dengan kamar Oscar yang kosong. Tidak ada Oscar yang seharusnya tidur di atas kasurnya. Hanya ada sebuah bantal dan guling yang berada di atas kasur Oscar. Tidak ada Oscar yang Nick cari. Dia bingung dengan keberadaan dari Oscar.


Nick keluar dari dalam kamar Oscar. Kembali menutup rapat pintu kamar Oscar. Nice bertemu dengan seorang Milik yang terlihat begitu mengantuk. Mungkin Milik tahu keberadaan dari Oscar, pikir Nick. Hingga Nick langsung menghentikan langkah seorang Milik.


"Milik tunggu." ucap Nick menahan tangan Milik.


"Iya Pak. Ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kamu melihat Oscar?"


"Tentu saja Pak. Tuan Oscar masih tertidur di pos sekuriti. Semalam tuan Oscar pulang malam. Sehingga tidak bisa masuk kedalam rumah."


Nick terkejut mendengar Oscar yang tidur di pos sekuriti. Dia tahu, adanya peraturan yang mengharuskan setiap anggota rumah pulang di bawah jam 12 malam. Tapi apa Oscar yang merupakan penghuni rumah yang baru, harus merasakan hal yang sama juga. Dengan wajah yang terlihat kesal, Nick mendatangi pos sekuriti. Dia ingin memastikan ucapan dari seorang Nick adalah sebuah kebenaran. Sehingga Oscar bisa yakin dengan apa yang di ucapkan oleh Nick.

__ADS_1


Benar saja, ternyata Oscar berada di dalam pos sekuriti. Dia terlihat masih terlelap tidur di pos sekuriti. Oscar terlihat begitu kedinginan, dapat di lihat dari posisi tidur Oscar yang tidak terlentang sempurna. Nick pun merasa iba melihat anak sulungnya tersebut tidur di pos sekuriti.


Nick membangun Oscar yang masih tertidur. Dia meminta Oscar untuk pindah, sehingga dia tidak harus tidur di pos sekuriti. Butuh sekali di bangunkan, Oscar pun akhirnya terbangun. Namun dia terkejut dengan keberadaan dari Nick di hadapannya.


"Ayah... Kenapa ayah ada di sini?" tanya Oscar dengan wajah terkejut.


"Harusnya ayah yang tanya kenapa kamu bisa tertidur di sini. Apakah kamu di larang tidur di dalam sama Mama kamu?"


Oscar terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Mungkin akan ada keributan saat Oscar mengatakan jika memang Martha yang melarang Oscar masuk kedalam rumah. Tapi Oscar bukan seorang pembohong yang menyembunyikan rahasia. Sehingga Oscar benar-benar di buat dilema dengan semua yang ada. Oscar pun benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan dari Nick dengan segera.


Oscar terdiam, dia memang baru tahu adanya peraturan tersebut. Hingga Oscar pun meminta maaf pada Nick yang telah melanggar peraturan tersebut. Tapi Nick tidak marah, justru dia yang meminta maaf atas nama Martha. Seharusnya Martha tidak menghukum Oscar seperti ini. Sebab Oscar orang baru di rumahnya. Sehingga banyak hal yang Oscar belum ketahui. Jadi Oscar tidak layak mendapatkan hukuman seperti yang di dapat oleh dirinya kini.


Nick pun meminta Oscar untuk tidur di dalam kamarnya. Apalagi banyaknya bentol yang ada di bagian tubuh Oscar. Semakin membuat Nick begitu iba dengan kondisi dari Oscar. Nick pun meminta Oscar untuk mengenakan jel yang biasa di gunakan untuk meredakan rasa gatal akibat gigitan dari nyamuk. Hingga bentol yang ada di tubuh Oscar, bisa segera hilang.


Nick yang awalnya ingin pergi lari memutari taman dengan berjalan santai. Kini terpaksa harus mengurungkan niatnya tersebut. Nick pun siap memarahi Martha yang di anggap oleh Nick telah melakukan tindakan yang sangat tidak baik. Di mana Martha menghukum seorang Oscar yang tidak tahu peraturan yang ada. Hingga Nick layak untuk memarahi Martha.


Dengan langkah pasti, Nick berjalan menuju kamar. Di mana Martha masih tertidur dengan begitu pulasnya. Nick sudah tak sabar untuk menghujani Martha dengan kata-kata yang akan membuat Martha sadar akan perbuatannya.

__ADS_1


Tiba di kamar Martha, Nick langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Martha. Dia langsung menarik selimut itu dengan begitu kuatnya. Kemudian Nick melempar selimut itu ke bawah lantai.


Martha yang awalnya begitu asyik tertidur. Akhirnya terbangun dengan tindakan dari Nick tersebut. Dia terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Nick pada dirinya.


"Apa maksud kamu menarik selimut aku!" ujar Martha dengan begitu marahnya.


"Harusnya kamu tahu, karena kamu telah menghukum Oscar untuk tidur di luar rumah. Itu yang buat aku melakukan itu pada kamu." balas Nick dengan suara tak kalah tegas.


"Tapi dia telah melanggar peraturan yang ada di rumah ini. Bukankah kamu sendiri yang buat peraturan itu. Kenapa kamu sendiri yang marah saat aku coba terapkan." ucap Nick.


Martha kembali mencoba membantah argumen dari seorang Nick. Tapi Nick yang lebih jago dalam berdebat. Tidak ingin kalah dari Martha. Hingga Martha pun akhirnya tidak dapat berkata-kata lagi dengan apa yang di ucapkan oleh Nick. Dia kalah beradu argumentasi dengan Nick.


Martha pun akhirnya hanya bisa menerima amukan dari seorang Nick pada dirinya. Dia hanya menunduk terdiam saat Nic memaki dirinya dengan kata-kata yang cukup kasar. Kata yang pantas untuk menggambarkan dirinya yang begitu jahat pada seorang Oscar.


Nick pun mengancam Martha dengan sebuah ancaman yang cukup serius, jika Martha masih melakukan hal yang sama pada dirinya. Mungkin Nick akan akan meninggalkan Martha, jika Martha masih bersikap kurang adil pada seorang Oscar. Sikap yang tidak seharusnya Martha lakukan pada Oscar yang merupakan anak sambungnya.


Mendapatkan ancaman dari seorang Nick. Martha terlihat begitu ketakutan, dia tidak ingin Nick pergi meninggalkan dirinya. Apalagi Nick adalah sumber kehidupan bagi seorang Martha. Segala hal penting dalam hidup Martha, di sempurna dengan keberadaan dari seorang Nick. Hingga Martha tidak boleh kehilangan Nick yang telah memberikan semuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2