
Julien's tak sabar menanti kedatangan Nania, usai joging bersama Alex. Diatas balkon rumahnya, Julien's nampak dengan sigap memperhatikan area luar rumahnya. Dia begitu rindu untuk melihat wajah Nania di pagi ini. Mengingat pagi ini Julien's belum melihat kecantikan wajah Nania.
Perlahan wajah rindu Julien's berganti menjadi senyum sumringah, begitu Nania yang berjalan berdampingan dengan Alex menuju dalam rumah. Julien's mencuri pandang yang langsung terkoneksi dengan Nania. Lewat bahasa mata yang dilakukan Nania dengan Julien's. Nania meminta izin pada Alex untuk berjalan lebih dahulu. Dia izin ke toilet, walaupun sebenarnya dia akan menemui Julien's di balkon rumah.
Julien's langsung memeluk dan mencium Nania, begitu Nania tiba diatas balkon. Nania meminta Julien's untuk lebih berhati-hati. Mengingat satu kamera pengintai baru telah tiba. Iya, Alex bisa saja melihat mereka berdua bermesraan.
Keduanya duduk secara berdampingan di sebuah kursi. Dengan segelas teh hangat milik Julien's diatas meja kecil. Keduanya nampak memandangi keindahan kota.
"Kamu tadi joging kemana?" Tanya Julien's sambil menyeruput teh.
"Tadi Alex ngajak aku buat joging di taman. Walaupun sebenarnya aku malas buat joging." Jawab Nania.
Julien's tertawa kecil.
"Kenapa ketawa?"
"Malas karena bukan aku yang ngajak kamu?" Ucap Julien's dengan pandangan menggoda kearah Nania.
Nania langsung mencubit pinggang Julien's.
"Enggaklah, aku emang lagi malas aja. Bukan karena gak sama kamu juga." Ucap Nania.
"Yakin?" Tanya Julien's dengan wajah tak percaya.
Nania kembali mencoba mencubit pinggang Julien's. Namun langsung ditahan oleh Julien's.
"Yakin!" Tegas Nania.
"Tapi kalau kamu capek, siapa yang gendong kamu?" Tanya Julien's sedikit menahan tawa.
"Apaan, aku gak pernah capek kali. Jadi gak pernah digendong." Jawab Nania.
Julien's kembali tertawa. Kemudian langsung memeluk Nania yang sedikit kesal dengan ucapan dari Julien's.
Setelah itu obrolan serius diucapkan Julien's pada Nania. Dimana Julien's mengatakan perihal perayaan penyambutan Alex di malam ini.
__ADS_1
"Iya, aku mau kasih tahu sesuatu sama kamu." Ucap Julien's.
"Kasih tahu apa?" Tanya Nania.
"Malam ini akan ada acara perayaan kedatangan Alex di rumah kita." Jawab Julien's.
Nania yang awalnya antusias, perlahan menekuk wajahnya. Dia takut akan jadi hal buruk pada hubungan dia dengan Julien's. Nania yang tak percaya diri, meminta untuk pergi ke rumah Aurille selama perayaan. Tetapi Julien's menolaknya. Dia justru ingin Nania tahu tradisi yang memang sering dilakukan keluarga besar Julien's ketika ada anggota keluarga mereka yang baru kembali dari luar negeri.
Sempat ragu, tetapi wajah meyakinkan dari Julien's membuat Nania sulit untuk menolak itu. Akhirnya rencana awal Nania untuk singgah di apartemen Aurille dia urungkan. Satu kecupan di dahi Nania oleh Julien's diberikan. Kecupan terima kasih dari Julien's pada Nania yang mau untuk ikut dalam perayaan tersebut.
Didalam kamarnya, Alex terus membayangkan momen ketika dia mengelap lembut bibir Nania yang dipenuhi air. Dia tak bisa melupakan tatapan mata Nania kala berhadapan langsung dengan matanya. Hidung keduanya hampir saling menyentuh. Sehingga menciptakan perasaan yang tak karuan di hati seorang Alex.
Alex bangkit dari posisinya yang terlentang diatas kasur. Kemudian dia duduk, dia bertanya pada dirinya sendiri perihal perasaan aneh yang dia dapat ketika bersama Nania. Namun dia tak ingin buru-buru mengatakan perasaan itu adalah cinta. Sebab dia baru awal mengenal Nania. Sehingga butuh waktu yang lebih lama lagi untuk mengenal Nania.
Ditengah kebimbangannya dengan perasaan yang dia rasakan. Alex lupa, jika hari ini dia juga harus mengunjungi makam kakaknya. Dia ingin melihat kembali makam kakaknya yang terakhir kali ia kunjungi 4 tahun lalu, sebelum dia berangkat ke Amerika Serikat.
Alex segera bergegas mandi, kemudian mengganti pakaiannya dengan sebuah kemeja berwarna hitam. Jeans berwarna senada menambah ketampanan seorang Alex. Terakhir kacamata hitam yang dia taruh di saku celananya, membuat Alex terlihat bak model. Dia bersiap untuk mengunjungi makam kakaknya.
Alex yang awalnya ingin mengunjungi makam kakaknya sendiri. Tiba-tiba merubah pikirannya. Nania melintas begitu Alex membuka pintu kamarnya. Dia menarik tangan Nania. Kemudian mengajak Nania untuk ikut bersamanya.
Alex memberikan Nania waktu sekitar 30 menit untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Sehingga Nania harus secepat mungkin untuk memburu waktu yang diberikan Alex padanya.
Selepas mandi hampir 15 menit, Nania langsung mencari pakaiannya yang sesuai untuk ke makam kakak dari Alex. Dia mencari cukup lama baju yang cocok. Namun dia tak kunjung menemukan baju tersebut. Hingga akhirnya sebuah kemeja dengan warna senada dengan Alex Nania kenakan. Sedikit olesan make up di wajah, cukup untuk membuat Nania terlihat begitu cantik.
Alex terkesima begitu Nania keluar dari kamarnya. Matanya seakan dimanja oleh kemolekan dari Nania. Dia begitu cantik yang membuat Alex hanya bisa berkata parfaite yang berarti sempurna dalam bahasa Prancis.
Alex meminta izin pada Julien's dan Beatrice yang sedang sarapan bersama ketiga anak mereka. Rangkulan tangan Alex di bahu kiri Nania membuat Julien's begitu cemburu. Hatinya terasa terbakar, melihat istrinya dirangkul oleh adiknya sendiri. Dominasi Beatrice dalam memberikan izin pada Alex dan Nania cukup untuk Alex membawa Nania ikut bersamanya untuk ziarah. Sementara Julien's seakan tetap tak ikhlas Nania pergi bersama adiknya.
Mengendarai Porche milik Julien's, Alex membawa mobil itu sekencang mungkin. Nania yang telah terbiasa dengan kecepatan mobil itu. Tak sedikit pun merasa ketakutan. Dia justru merasa seperti sedang bersama Julien's. Sebab kecepatan hampir sama ketika Julien's membawa mobil tersebut.
Sebelum menuju pemakaman. Alex singgah terlebih dahulu disebuah toko bunga. Dia mengajak Nania untuk membeli bunga yang akan dipersembahkan oleh Alex pada makam kakaknya.
Alex meminta saran pada Nania bunga yang bagus untuk kakaknya. Nania memberikan saran untuk membeli bunga lily putih yang melambangkan perdamaian. Bunga itu bagus sebagai simbol kedamaian yang diharapkan kita pada saudara kita yang telah meninggal.
Saran Nania langsung diterima oleh Alex. Dia membeli beberapa tangkai bunga lily untuk dipersembahkan kepada kakaknya. Namun sebelum menuju kasir untuk membayar bunga yang dia beli. Alex juga membeli setangkai mawar merah untuk Nania. Nania sempat canggung untuk menerimanya, namun perlahan tangannya menerima bunga itu. Nania langsung mengucapkan terima kasih pada Alex atas pemberian bunga tersebut. Setelah membayar, keduanya kembali kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju pemakaman.
__ADS_1
Sedikit obrolan diantara kedua, membuat suasana didalam mobil terasa sedikit hangat. Kepintaran Alex dalam mencari topik pembicaraan membuat keduanya membicarakan banyak hal. Termasuk perihal cinta.
Bagi Nania cinta adalah satu hal yang penuh misteri. Dimana cinta akan datang di waktu yang tak disangka. Begitu juga kepada siapa akan berlabuh.
Sementara bagi Alex, cinta adalah perihal pilihan terbaik. Dimana jika seseorang bisa memilih yang terbaik dalam hidupnya. Maka dia akan mendapatkan cinta yang dia inginkan.
Obrolan yang seru diantar keduanya, membuat jarak terasa pendek. Tanpa disadari, kedua sudah tiba di depan parkiran pemakaman. Keduanya turun, lalu dengan mesra Alex menggandeng Nania menuju makam.
Hampir 20 meter jarak yang ditempuh keduanya untuk tiba di makam itu. Tangan Alex tak henti menggenggam tangan kanan Nania. Alex baru melepaskan tangan Nania begitu berada tepat di depan makam kakaknya.
Alex memanjatkan doa, sebelum akhirnya meletakkan bunga yang dia bawa diatas pusara makam kakaknya. Setetes air mata yang jatuh melambangkan betapa berdukanya Alex. Namun Alex berusaha tegar, hingga tak nampak kesedihan diwajahnya.
Kembali kedalam mobil. Namun Alex tak langsung memacu kuda besi milik Julien's tersebut. Meskipun keduanya telah mengenakan sabuk pengaman.
"Oh iya Nania. Kamu tahu gak, malam ini akan ada perayaan buat penyambutan kepulangan aku dari Amerika Serikat?" Tanya Julien's antusias.
Nania yang sebenarnya sudah mengetahuinya hal itu dari Julien's. Tetap berpura-pura seolah tidak tahu. Dia tak ingin Alex curiga.
"Maksudnya?" Tanya Nania penasaran.
"Jadi di keluarga kami, setiap ada sanak saudara yang baru wisuda dari luar negeri. Kami akan mengadakan acara penyambutan. Dulu waktu kak Julien's wisuda di Jerman. Kami juga mengadakan perayaan serupa. Mungkin malam ini itu juga akan dilakukan untuk ku." Jawab Alex.
"Seru banget." Nania berusaha antusias.
"Ngomong-ngomong kamu sudah punya baju baru gak buat malam ini?" Tanya Alex kembali.
"Baju baru, buat apa?" Nania bingung.
"Buat malam ini." Jawab Alex
Nania terdiam.
"Kalau gitu, kita beli sekarang. Sekalian untuk aku juga." Ajak Alex.
Alex memutar kunci mobilnya. Dengan segera dia menjalankan kembali mobilnya menuju pusat pembelajaran. Dia ingin membelikan Nania gaun untuk acara malam ini.
__ADS_1