SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
THOMAS MENDATANGI KOMPLOTAN PENJAHAT


__ADS_3

Thomas menunduk berjalan melintasi sebuah lorong kecil. Langkahnya tak menentu, tapi hatinya terasa tercabik oleh keputusan yang diberikan Julien's padanya. Thomas menepi sejenak, mengingat kembali apa yang telah diucapkan oleh Julien's padanya. Sebuah kalimat menyakitkan yang begitu dibenci setiap orang yang mencintai pekerjaannya.


Thomas yang telah lama mengabdi di restoran Julien's, seolah dianaktirikan oleh Julien's. Hanya satu jam saja ia telat, Julien's langsung menghukum Thomas dengan pemecatan. Sebuah ketidakadilan yang didapat oleh Thomas dari Julien's.


Thomas berteriak, menyebut kotor nama Julien's. Thomas semakin dendam pada Julien's serta keluarganya. Ia berjanji akan semakin membabi buta untuk menghancurkan Julien's dan keluarganya. Apapun akan dia lakukan untuk membuat Julien's jatuh.


Semua kejahatan terstruktur halus yang dilakukan oleh Thomas seakan berjalan sia-sia. Mungkin Thomas harus menggunakan cara lebih berani lagi untuk membuat Julien's benar-benar merasakan sakit seperti yang Thomas rasakan. Thomas mulai membuat rencana jahat baru yang akan memberikan pelajaran penting untuk Julien's. Dimana pelajaran itu akan membuat Julien's benar-benar menderita.


Thomas kini sudah tahu kemana dia akan melangkah. Dimana Thomas akan menemui beberapa orang dari kelompok genk penjahat yang kerap melakukan perampokan serta kejahatan lainnya. Thomas ingin menggunakan jasa mereka untuk memberikan pelajaran berarti pada Julien's.


Menaiki trem kota, Thomas pergi ke selatan kota Nice. Dimana lokasi tersebut menjadi tempat berkumpulnya sebuah genk yang dikenal akan kekejamannya. Mereka tak segan-segan melakukan kekerasan terhadap para korbannya.


Tiba di lokasi, Thomas langsung menemui ketua genk tersebut. Namun sebelum menemui ketua genk itu. Thomas sempat mendapat sebuah pukulan keras dari salah seorang anggota genk. Thomas harus merasakan sebuah pukulan yang mendarat di perutnya, setelah Thomas salah mengucapkan kalimat. Sehingga Thomas langsung mendapat pukulan yang tepat diarahkan ke bagian perutnya.


Untung Thomas tidak dikeroyok oleh anggota genk lain. Seorang yang baik dari Genk itu menyelematkan Thomas dari amukan. Kemudian Thomas yang masih mengerang kesakitan dibawa oleh anggota genk itu untuk menemui ketua genk.

__ADS_1


Sebuah kalimat hinaan langsung dilontarkan oleh ketua genk pada Thomas yang masih mengerang kesakitan oleh pukulan dari salah satu anggotanya. Ia mempertanyakan kejantanan seorang Thomas yang tak terlihat usai di pukul oleh anggota genknya.


"Pantas anda datang kesini. Ternyata anda lemah. Pukulan sekali saja langsung membuat anda kesakitan seperti itu." Hina si ketua genk.


Thomas tak dapat berkata-kata dengan hinaan yang dilontarkan oleh ketua genk tersebut. Ia hanya bisa menunduk malu, sambil berusaha menyembunyikan rasa sakit yang ada di perutnya.


"Ada apa kamu datang kesini?" Ketua genk mendekat kearah Thomas.


Tatapan seram yang langsung mengarah ke wajah Thomas, seketika membuat Thomas merinding gemetar. Seekor harimau ketika akan menerkam, mungkin itu yang bisa digambarkan dengan tatapan yang diberikan ketua genk itu pada Thomas. Dimana dengan wajah yang menyeramkan ketua genk itu menatap wajah Thomas.


"Sa-sa-saya ingin meminta bantuan." Thomas gugup.


"Kamu adalah seorang pria. Kenapa kamu tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pria?" Ketua genk itu memarahi Thomas.


Thomas menahan rasa sakit itu, dia berusaha membuat dirinya seolah baik-baik saja. Sehingga ia tak kembali mendapat pukulan dari ketua genk itu.

__ADS_1


"Ada apa kamu datang kesini?" Tanya ketua genk.


"Saya ingin meminta bantuan anak buah anda semua untuk mencelakai seseorang." Jawab Thomas dengan lantang.


"Siapa dia?" Tanya ketua genk kembali dengan begitu penasaran.


"Dia adalah mantan bos saya. Hari ini saya di pecat begitu saja oleh dia. Sehingga saya merasa ini sebuah ketidakadilan untuk saya." Terang Thomas meyakinkan.


"Berapa orang kamu ingin menyewa anak buah saya?" Tanya si ketua genk itu.


"Saya pikir 2 orang saja cukup. Dia seorang pria dewasa yang saya pikir tidak begitu kuat. Sehingga dua orang mampu menangani mantan bos saya." Jelas Thomas.


"Baik jika kamu menginginkan dua orang saja. Tapi tidak ada yang gratis. Harus ada imbalan yang kamu berikan pada anak buah saya, jika berhasil menjalankan tugas dari kamu." Tegas ketua genk.


"Saya akan berikan berkali-kali lipat. Jika dua anak buah anda berhasil mencelakai mantan bos saya tersebut." Janji dari Thomas.

__ADS_1


"Deal." Ketua genk menyodorkan tangannya.


"Deal." Thomas menjabat tangan ketua genk tersebut.


__ADS_2