
Sebuah email masuk ke alamat resmi perusahaan Julien's. Email itu merupakan email yang berasal dari balai kota. Walikota mengirim sebuah undangan pada Julien's untuk hadir dalam sebuah rapat yang akan di gelar di balai kota.
Julien's begitu senang dengan undangan dari walikota tersebut. Hingga Julien's terlihat antusias untuk menghadiri undangan yang akan berlangsung pada luas tersebut.
Julien's berlari ke arah Nania yang sedang menyiapkan makan malam untuk semua anggota keluarga Julien's. Dia terus tersenyum, hingga Nania penasaran dengan senyuman yang di bawa oleh Julien's tersebut. Senyuman yang tentunya memiliki arti tersendiri bagi seorang Julien's. Hingga dia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dari dirinya pada saat menemui Nania.
Nania yang penasaran dengan senyum yang tiba-tiba muncul dari seorang Julien's. Langsung menanyakan apa yang membuat Julien's tersenyum manis seperti itu. Terlebih apa yang Julien's perlihatkan begitu membahagiakan. Sehingga Nania pun semakin penasaran dengan sikap Julien's yang tiba-tiba manis tersebut.
__ADS_1
"Sepertinya suami aku ini sedang bahagia, kira-kira apa yang membuat suamiku ini begitu bahagia?" tanya Nania dengan wajah penasaran.
"Coba tebak, apa yang membuat aku bahagia di hari ini?" tanya balik Julien's.
"Mungkin proyek baru, atau target yang tercapai bulan ini." jawab Nania mengira-ngira.
"Salah! Coba tebak lagi." ujar Julien's menantang seorang Nania.
__ADS_1
Nania pun akhirnya menyerah, sebab dia tak kunjung menemukan jawaban pasti. Mungkin menyerah adalah jalan terakhir bagi seorang Nania. Sehingga Nania pun bisa mengetahui jawaban atas pertanyaan dari seorang Julien's pada dirinya.
Julien's pun akhirnya mengatakan jika dirinya mendapat sebuah undangan dari walikota. Undangan yang mengharuskan Julien's datang menemui walikota dalam rangka membicarakan perihal acara olahraga yang akan di gelar di kota Nice.
Nania begitu senang dengan undangan langsung yang di berikan oleh walikota tersebut. Sehingga Nania meminta Julien's untuk datang dalam undangan tersebut.
Namun Julien's bingung, dia masih ragu untuk datang sendiri. Julien's ingin mengajak Nania, tapi tidak mungkin juga. Julien's mengajak Beatrice, tapi Beatrice sendiri masih dalam keadaan sakit. Sehingga Julien's begitu bingung untuk mengajak seseorang yang mungkin akan di ajak ke acara undangan dari walikota tersebut.
__ADS_1
Beatrice yang menguping obrolan dari Julien's dan Nania di dapur. Tiba-tiba datang, dengan sebuah ide yang aneh. Dia menyarankan pada Julien's untuk membawa seorang Marrisa dalam acara undangan dari walikota tersebut. Mungkin ini akan jadi kesempatan bagi Julien's untuk memperkenalkan Marrisa sebagai salah seorang calon istri Julien's. Hingga Beatrice sangat merekomendasikan seorang Marrisa untuk datang bersama dengan Julien's.
Tapi ide dari Beatrice di tolak mentah-mentah oleh seorang Julien's. Bagi Julien's apa yang di sarankan oleh Beatrice tidaklah tepat. Seharusnya Beatrice tidak menyarankan hal tersebut pada dirinya. Marrisa bukan siapa-siapa dari Julien's. Sehingga tidak pantas untuk di ajak ke acara yang cukup penting tersebut.