
Sebelum pulang ke rumahnya, Julien's menepikan terlebih dahulu mobilnya di rumah ibunya. Kedatangan dari seorang Julien's ke rumah ibunya, tak lepas dari keinginan Julien's yang meminta Alex untuk menjauh dari Nania. Sudah cukup bagi Alex untuk berdekatan dengan Nania, saatnya Alex untuk menjauhi Nania yang merupakan Istrinya.
Kedatangan Julien's di sambut baik oleh ibunya. Julien's di bawa ibunya menuju ruang tamu rumahnya. Ibunya juga memanggil pembantunya untuk membuatkan segelas minuman bagi Julien's.
Julien's tidak bisa melepaskan perasaan gelisahnya dari dirinya. Dia masih terlihat cukup gelisah dengan Alex yang semakin agresif dalam mendekati Nania. Julien's masih belum tenang, jika Alex masih berupaya dalam mendekati Nania.
Kegelisahan dari seorang Julien's, sempat menjadi pertanyaan dari ibunya. Dia mempertanyakan apa yang membuat Julien's terlihat gelisah. apa mungkin Julien's sedang mengalami masalah dengan pekerjaannya. Mungkin juga Julien's sedang bertengkar dengan Beatrice. Sehingga wajah Julien's nampak begitu gelisah.
Julien's tentu tidak mungkin mengatakan penyebab dari dirinya yang gelisah. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa Nania yang menyebabkan dirinya begitu gelisah. Ibunya tentu tidak akan menerima alasan apapun, jika Julien's gelisah oleh Nania. Sebab Nania bukan orang yang penting dalam keluarga ibunya. Hingga kegelisahan dari Julien's atas Nania, tidak beralasan. Itu semua tidak dapat di benarkan oleh Julien's.
"Kamu sedang memiliki masalah?" Tanya ibu Julien's dengan begitu penasaran.
"Tidak. Aku hanya sedang tidak baik-baik saja." Jawab Julien's dengan singkat.
Minuman yang di pesan ibunya untuk Julien's telah tiba. Pembantu itu menaruh gelas minum Julien's dengan begitu baik. Namun tanpa sengaja, pembantu itu menyenggol meja. Hingga air yang ada di atas meja itu tumpah.
Julien's yang sebenarnya ingin memaki Alex. Akhirnya melampiaskan kekesalannya dari dirinya pada pembantu tersebut. Dengan makian yang cukup kasar, Julien's memaki pembantu asal Philipina tersebut.
Begitu menyudahi perkataan kasarnya, Julien's begitu menyesali perbuatannya tersebut. Dia menghampiri pembantu ibunya yang terlihat cukup bersedih dengan kalimat yang di ucapkan oleh Julien's. Dia merasa telah di rendahkan oleh Julien's. Hingga pembantu itu cukup bersedih dengan semua yang diucapkan oleh Julien's pada dirinya.
__ADS_1
Julien's yang cepat meminta maaf, sedikit bisa meredam rasa sakit hati dari pembantu tersebut. Walaupun tidak mampu memaafkan Julien's sepenuhnya. Namun pembantu itu tersebut mulai sedikit menerima permohonan maaf dari Julien's pada dirinya.
Sedikit lega usai mendapatkan maaf dari pembantu yang dia maki. Julien's menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Menyesali setiap perbuatan dari dirinya yang telah tiba-tiba emosi dengan begitu hebatnya.
Ibunya kembali menenangkan Julien's, meminta Julien's untuk bisa lebih tenang lagi. Berbicara dengan begitu pelan, untuk mencari penyebab apa yang membuat Julien's gelisah serta marah. Tentu tidak mungkin ada asap, jika api tidak ada. Itu yang di pikirkan oleh ibunya. Hingga dia terus menggali informasi akan amarah dari seorang Julien's yang tidak dapat terkontrol tersebut.
"Sekali lagi ibu ingin tanya sama kamu Julien's. Ada masalah apa?" Tanya ibunya kembali.
Julien's menatap wajah ibunya yang terlihat begitu penasaran. Dia bingung, apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya. Atau Julien's harus tetap tutup mulut. Hingga ini akan jadi pembicaraan dari seorang Julien's dengan Alex semata. Tapi mungkin tidak salah juga bagi Julien's untuk menceritakan semuanya pada ibunya. Mengingat ibunya juga bisa saja membantu Julien's dalam menjauhkan Alex dari Nania.
"Aku pikir, rencana ibu untuk menjodohkan Nania dengan Alex tidak tepat. Itu bukan pilihan yang baik. Sehingga ibu perlu mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Aku tidak menyetujui hal itu terjadi." Ucap Julien's dengan begitu tegas.
"Aku tidak perlu mengatakan alasan, tapi perbedaan Alex dengan Nania cukup jauh. Sehingga akan sangat rumit untuk di hari-hari ke depan untuk keduanya."
Baru mengatakan alasannya, ucapan dari Julien's langsung di timpali oleh Alex dengan begitu sinisnya. Alex menganggap apa yang Julien's ucapkan sangat tidak mendasar. Sehingga Alex meminta Julien's untuk tidak mencampuri urusan dirinya dengan Nania.
Julien's yang emosi dengan ucapan dari Alex. Langsung bangkit dari posisi duduknya, kemudian Julien's langsung memaki balik seorang Alex yang menurutnya keras kepala.
"Aku ini adalah kakak kamu! Seharusnya kamu bisa mendengar apa yang aku ucapkan." Tegas Julien's menunjuk ke arah Alex.
__ADS_1
"Apakah semua kakak akan mengatakan hal buruk pada adiknya. Mengatakan cinta seseorang akan terhalang hanya dengan perbedaan status. Nania sebagai pengurus bayi, tidak layak bersanding dengan aku?" Tanya Alex dengan wajah kesalnya.
"Aku pikir demikian, seharusnya kamu bisa paham akan hal tersebut." Jawab Julien's tidak kalah kesal.
"Aku curiga, sebenarnya anda suka sama Nania. Sehingga anda berusaha menghalang-halangi saya untuk mendapatkan cinta Nania." Balas Alex.
Ucapan dari Alex seketika memancing emosi Nania, beberapa pukulan langsung di layangkan oleh Julien's di wajah Alex. Alex yang selama ini lebih sering diam dengan sikap dari Julien's. Kali ini membalas pukulan yang di sarangkan pada wajahnya. Alex pun membalas pukulan itu tak kalah keras. Hingga Julien's merasakan kesakitan yang begitu besar.
Melihat dua anaknya bertengkar hebat, Ibu Julien's dan Alex hanya bisa menangis. Dia tidak bisa menahan emosinya saat melihat kedua putranya bertengkar hanya karena hal sepele. Hal yang tidak pantas untuk di ributkan oleh Julien's dan Alex. Mengingat keduanya hanya meributkan seorang perempuan saja.
Melihat ibunya menangis, baik Alex dan Julien's. Dengan segera menghentikan pertarungan di antara keduanya. Mereka tidak sanggup melihat air mata ibunya tersebut terjatuh dengan begitu hebatnya. Hingga Alex dan Julien's. Dengan segera menghentikan aksi pertarungan di antara keduanya.
"Aku mohon Bu, jangan menangis seperti ini." Pinta Julien's.
"Sudahi Bu air matanya, aku tidak kuat melihat ibu menangis seperti ini. Aku mohon." Pinta Alex.
Tidak ada kata lagi, ibunya pun segera pergi menuju kamar. Dia memilih untuk beristirahat di dalam kamarnya. Mengistirahatkan tubuhnya yang begitu letih. Serta menenangkan dirinya dari hal yang membuatnya begitu terluka.
Alex dan Julien's nampak menyesali perbuatan mereka yang terlihat seperti anak-anak. Mereka bertengkar dengan begitu kuatnya hanya karena seorang perempuan. Hal yang tidak seharusnya di lakukan oleh Alex dan Julien's.
__ADS_1