SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PERAYAAN KEDATANGAN ALEX III


__ADS_3

la'Viente Boutique adalah sebuah butik sultan yang berada di pusat kota Nice. Hanya orang dengan dompet tebal yang bisa mengenakan koleksi dari mereka. Setiap gaun yang mereka keluarkan begitu ekslusif. Sehingga harga yang mereka patok sangat tinggi.


Ini kali pertama Nania mendatangi butik tersebut. Nania sedikit canggung, mengingat pakaian hitam yang dia kenakan nampak kontras dengan pengunjung lain yang tampil mewah dengan balutan baju beragam.


Alex mencoba menetralisir rasa gugup seorang Nania. Dia meyakinkan Nania, jika penampilan Nania tidaklah buruk. Meskipun hanya berpakaian serba hitam. Sebab pancaran kecantikan dari dalam tubuh Nania jauh lebih besar dibanding baju yang membalut tubuhnya.


Louise Maries adalah salah satu desainer terkenal di Nice. Dia pemilik butik itu. 4 tahun yang lalu Alex nampak kurus, hingga Louise tak mengenalinya.


Alex meminta gaun khusus kepada Louise. Dia ingin membuat Nania terlihat cantik di malam ini. Sebab Alex ingin berdansa dengan Nania di depan semua keluarga besar.


Louise memperkenalkan salah satu koleksi gaun limited edition yang hanya dia buat terbatas. 3 orang di Prancis yang telah mengenakan gaun itu. Dua orang itu adalah publik figur yang cukup terkenal di dunia. Nania pun akan menjadi orang ketiga yang akan mengenakan gaun tersebut.


Tanpa pikir panjang Alex langsung membeli gaun berwarna biru itu untuk Nania. Dia tak berpikir gaun itu seharga mobil mewah. Namun Alex yang ingin melihat Nania tampil cantik malam ini. Rela mengeluarkan jutaan euro untuk membeli gaun pesta Nania.


Nania yang dari awal menolak gaun mahal itu. Berusaha membujuk Alex untuk mengurungkan niat membeli gaun itu. Namun Alex menolak. Dia tetap bersikeras membeli gaun mahal itu untuk Nania.


Tak kalah dari harga gaun milik Nania. setelan jas berwarna biru langit yang Alex beli di butik yang sama juga cukup membuat kita terkejut. Setelan jas itu hampir sama dengan gaun yang diberikan Alex pada Nania.


Ditengah kebahagiaan Alex yang akhirnya menemukan gaun yang cocok untuk Nania dan setelan jas untuk dirinya. Julien's memaksimalkan waktu yang ada untuk mendekorasi halaman rumahnya untuk dijadikan tempat yang indah dan berkelas untuk keluarga besarnya.


Sebuah meja panjang dengan 20 kursi yang saling berhadapan akan digunakan untuk makan malam. Sementara lahan lainnya akan digunakan untuk pertunjukan live musik yang sengaja dia sewa untuk membuat acara di malam ini semakin meriah.


Mendapatkan komando langsung dari dirinya. Julien's yang membawa staf kitchen dari beberapa restorannya. Nampak begitu cepat mengerjakan semuanya. Mengingat waktu yang semakin menipis.


Jam makan siang tiba. Alex memarkirkan mobil mewah Julien's disebuah restoran mahal milik Julien's. Dia mengajak Nania makan siang di restoran tersebut. Nania yang sedikit kurang nyaman, tetap menuruti perintah Alex. Sebab Alex begitu memaksanya. Mau tidak mau, dia terpaksa menuruti permintaan dari Alex.


Dia orang pelayan langsung menghampiri Nania dan Alex begitu duduk saling berhadapan. Alex menanyakan makanan apa yang ingin Nania pesan. Seperti jawaban perempuan pada umumnya, mereka mengatakan terserah yang langsung ditebak oleh Alex.


Foie Gras dua menu yang dipesan oleh Alex untuk dirinya dan Nania. Dua gelas air putih cukup untuk keduanya. Alex kurang begitu menyukai minuman manis, sehingga dia lebih memilih air putih untuk minum.


Nania yang semakin tak nyaman dengan kebaikan yang diberikan Alex kepadanya. Terus terdiam sepanjang menunggu menu makan siang diantar kepadanya. Sementara Alex berusaha mencairkan suasana dengan terus melontarkan pertanyaan pada Nania.


Aroma Foie Gras yang sudah tercium, menandakan makanan itu hampir tiba. Alex sudah tak sabar untuk menyantapnya. Selera makan Nania juga tiba-tiba memuncak, begitu aroma makanan itu melintasi hidungnya.


Selera makannya semakin tinggi, kala hidangan itu benar-benar ada di depan matanya. Warna cantik dari makanan itu langsung membuat Nania terkesima. Dia tak sabar untuk menyantap makanan tersebut.


Alex mulai menyuap makanan itu, lalu disusul oleh Nania yang mulai mengambil sedikit potongan dari daging yang jadi bahan utama Foie Gras. Begitu masuk kedalam mulutnya. Daging itu luber dan membuat lidah Nania seolah dibuat menari. Rasanya begitu enak. Hingga tak henti untuk terus memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


Melihat lahapnya Nania makan. Alex sedikit tersenyum. Dia dengan sengaja menyindir Nania yang awalnya nampak begitu jual mahal ketika Alex menawarkan makanan yang ingin Nania makan.


Nania yang sedikit merasa tersindir oleh sindiran yang dilontarkan oleh Alex. Menghentikan sejenak makan dengan penuh rasa lapar tersebut. Dia terdiam sambil sedikit menahan rasa kesal dengan area sekitar bibir yang dipenuhi saus dari Foie Gras.


Alex yang melihat banyaknya saus yang menempel diarea sekitar bibir Nania. Dengan seketika menarik beberapa lembar tisue. Dengan lembut dia membersihkan area sekitar bibir Nania yang penuh dengan saus.


"Kamu tambah cantik kalau lagi kesal kayak gini." Ucap Alex sambil terus membersihkan bibir Nania.


Selesai dengan makan siang yang super lezat. Alex kembali membawa mobil milik Julien's ke parkiran rumah Julien's kembali.


Baru keluar dari mobil, Julien's langsung menghampiri Alex dan Nania yang sama-sama menjinjing sebuah paper bag berwarna hitam.


"Kalian abis dari mana?" Tanya Julien's.


"Aku abis dari makam kak Prince." Jawab Alex.


"Tapi kenapa bisa selama itu?" Tanya Julien's kembali.

__ADS_1


"Iya tadi aku ngajak Nania buat jalan-jalan sebentar. Kita beli baju untuk acara malam ini. Lalu kita makan siang bareng." Jawab Alex santai.


"Tapi Nania ini baby sitter dari Romeo. Seharusnya kamu bisa paham itu. Jadi kamu harus tahu waktu buat ngajak dia pergi." Pinta Julien's.


"Tapi kakak bisakan jagain Romeo sebentar. Kakak hari ini liburkan?" Bantah Romeo dengan nada yang mulai tinggi.


"Kakak sibuk buat ngurusin acara kamu malam ini. Jadi kakak gak bisa jagain Romeo." Jawab Julien's yang mulai marah.


Adu mulut antara Julien's dengan Alex akhirnya reda. Setelah ibu mereka turun dari mobil. Kemudian menghampiri keduanya.


"Sudah... Kalian kenapa adu mulut disini!" Tegas ibunya.


Baik Alex dan Julien's sama-sama terdiam.


"Julien's kenapa kamu marah seperti itu sama adik kamu?" Tanya ibunya.


"Alex cuman izin bawa Nania buat ziarah ke makam Prince. Tapi ternyata dia malah membawa Nania buat makan dan belanja-belanja." Jawab Julien's kesal.


"Tapi Ma, aku cuman ngajak Nania beli baju dan makan doang. Masa kak Julien's marah sih." Bantah Alex.


"Diam kalian berdua. Jadi kalian bertengkar cuman karena perempuan perebut suami orang ini?" Tanya Ibunya.


Nania terkejut dengan ucapan ibu Julien's.


"Ma jangan ngomong seperti itu ke Nania. Jangan terus ungkit masa lalu Nania. Kasihan dia." Pinta Julien's.


"Tunggu ma. Nania perebut suami orang. Maksudnya apa?" Alex bingung.


Tiba Beatrice datang, lalu berdiri tepat disamping Nania yang terus menunduk dengan kedua tangan merangkul pundak Nania.


Alex terkejut dengan menatap tajam wajah Nania.


"Enggak mungkin... Cewek baik seperti Nania mau jadi simpanan suami orang." Ucap Alex.


Julien's yang sudah mati kutu, hanya terdiam. Dia tak mungkin berbicara banyak lagi. Sebab bisa saja akan semakin membuat posisi dia terancam.


"Kalau kamu gak percaya, tanya saja sama perempuan licik ini." Beatrice semakin membara.


Alex menatap wajah Nania dengan penuh harap. Bukannya menjawab, Nania lebih memilih untuk pergi. Dia berlari untuk masuk kedalam kamarnya dengan wajah penuh kesedihan.


Alex yang masih tak percaya, juga memilih untuk pergi ke kamarnya. Sementara Julien's begitu menyesali kejadian yang membuat Nania begitu bersedih. Dia langsung mengirimkan Nania pesan. Julien's mengatakan bahwa dia cemburu pada Alex yang akhirnya membuat Julien's tak bisa mengontrol emosi. Nania yang masih bersedih tak urung membalas pesan dari Julien's.


Malam hampir tiba. Makanan dan minuman super lezat untuk menyambut para tamu sudah menghiasi meja panjang yang didekorasi indah oleh Julien's. Sebuah band lokal yang disewa untuk menyanyi, juga telah beberapa kali melakukan test mic. Semuanya hampir siap. Hanya menunggu para tamu yang merupakan keluarga besar dari Julien's dan Alex datang.


Julien's tampil begitu tampan. Rambut klimis dengan dipadukan setelan jas berwarna merah membuat Julien's begitu terlihat tampan. Dasi kupu-kupu berwarna senada dengan warna jas, semakin membuat Julien's mempesona.


Beatrice juga tampil tak kalah cantik. Dia mengenakan rambut palsu panjang berwarna hitam. Dengan sebuah gaun panjang berwarna merah dan syal yang melingkar di lehernya.


Ketiga anak Julien's juga tampil dengan cantik dan tampan. Mereka mengenakan warna baju senada dengan orangtua mereka.


ibu Julien's juga tampil tak kalah modis. Meskipun usianya sudah diatas 60 tahun. Namun penampilan modis tetap ditampilkan untuk menyambut keluarga besarnya.


Alex hanya perlu menyisir rambut pirangnya. Bom.... Alex nampak terlihat seperti seorang pangeran. Dia tampan dan gagah dengan jas berwarna biru langit yang dia beli tadi siang. Dasi panjang yang menutupi kancing kemejanya, semakin membuat Alex terlihat dewasa. Penampilan Alex nampaknya akan serasi dengan Nania yang juga mengenakan gaun berwarna biru langit seperti yang Alex kenakan.


Alex mengetuk pintu kamar Nania. Dia ingin mengajak Nania pergi bersama ke halaman rumah yang akan jadi tempat perayaan Alex. Namun Alex terkejut, begitu melihat Nania yang masih berpakaian kaos dengan celana panjang biasa.

__ADS_1


"Kenapa kamu belum siap-siap?" Tanya Alex.


"A-aa aku gak bisa ikut sama kamu." Jawab Nania gugup.


Alex tertawa mendengar ucapan Nania. Dia mencoba meyakinkan Nania jika malam ini akan berkesan dengan keberadaan Nania disampingnya.


Disaat bersamaan, Julien's yang awalnya ingin mengobrol dengan Nania didalam kamar Nania. Langsung cemburu, saat tangan Alex bersandar dibahu Nania. Ucapan yang keluar dari mulut Alex semakin membuat Julien's cemburu. Namun dia tak bisa melampiaskan rasa cemburunya itu. Dia hanya bergumam dihatinya.


Nania akhirnya mau untuk Mengganti pakaiannya. Dia diberi waktu 30 menit untuk sekedar merias wajahnya. Tentu dengan bagian akhir adalah gaun biru langit pemberian dari Alex.


Ketika Julien's dan yang lain mulai menyambut kedatangan sanak saudara mereka di halaman rumah. Alex tetap menunggu Nania selesai bersolek. Dia ingin berangkat menuju halaman dengan Nania disampingnya.


Waktu 30 itu berakhir. Alex kembali mengetuk pintu kamar Nania untuk mengajaknya pergi ke halaman rumah.


Mata Alex nyaris jatuh jatuh kala Nania keluar dari kamarnya. Nania tampil dengan begitu cantiknya. Riasan make up yang dia kenakan sangat cocok dengan gaun mahal pemberian Alex yang memiliki bentuk panjang dengan bagian punggung terbuka lebar.


"Kamu cantik banget Nania." Puji Alex.


Nania hanya tersipu malu mendengar ucapan dari Alex.


Alex menyodorkan tangan untuk menggandeng tangan Nania. Sempat ragu, namun perlahan tangannya menggenggam erat tangan Alex. Alex keluar dengan menggandeng Nania.


Kedatangan Alex langsung disambut sorak kegembiraan keluarga besarnya. Mereka menyambut Alex dengan penuh suka cita. Ditambah Nania yang cantik yang berada digandengan Alex langsung membuat keduanya menjadi pusat perhatian keluarga besarnya.


Alex menyampaikan sedikit ucapan terimakasih kepada keluarga besarnya yang telah mendukung Alex selama mengambil kuliah di Amerika. Tanpa menyebutkan satu persatu, namun Alex menyebut seluruh keluarga besarnya adalah orang yang paling berjasa.


Ibu Alex yang tidak menyukai Nania digandeng Alex. Terus memelototi Nania dengan tatapan yang begitu tajam. Dia tak ingin anaknya dekat dengan perempuan seperti Nania yang pernah menjadi simpanan seorang pria beristri.


Tak jauh beda, hati Julien's rasanya berada di neraka saat ini. Hatinya terasa panas dan sesak melihat istrinya digandeng oleh adiknya sendiri. Dia tak henti menatap Nania yang nampak gugup dalam genggaman tangan Alex.


Usai Alex memberikan kata sambutan, acara malam ini dilanjutkan dengan dansa. Setiap orang yang memiliki pasangan akan berdansa dengan lagu romantis yang dimainkan oleh band yang disewa Julien's.


Alex tak ingin melewatkan momen romantis dansa bersama Nania. Dia langsung mengajak Nania untuk berdansa. Nania yang sempat tak enak hati pada Julien's, akhirnya tetap menerima ajakan dansa dari Julien's. Sementara Julien's berdansa dengan Beatrice.


Alunan lagu indah yang berpadu dengan suara merdu dari sang vokalis band. Benar-benar menciptakan suasana romantis. Semuanya berdansa dengan penuh kehangatan. Termasuk Alex dan Nania. Dansa Alex dan Nania yang begitu indah, membuat keduanya semakin menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


Tak tahan lagi melihat Alex dan Nania berdansa dengan begitu mesra. Julien's memilih untuk pergi meninggalkan acara tersebut. Dia memilih masuk kedalam rumahnya.


Julien's yang memilih balkon rumahnya sebagai tempat melampiaskan kesedihan. Hanya bisa menangis, melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Nania dan Alex. Dia merasa tak begitu layak bagi Nania. Sebab dia tak bisa menghindarkan Nania untuk berdekatan dengan Alex.


Acara makan malam tiba. Kurang lengkap, sebab kursi yang akan diisi oleh Julien's kosong. Ibunya langsung melakukan panggilan telepon pada Julien's. Tapi Julien's mengaku dia kurang enak badan, sehingga harus beristirahat di kamarnya.


Nania yang mengetahui kecemburuan Julien's, langsung mengirim pesan pada Julien's. Nania ingin tahu keberadaan Julien's sebenarnya dimana.


Tak lama sebuah kiriman gambar Nania dapatkan. Gambar kesedihan Julien's dengan beberapa botol alkohol yang telah masuk kedalam perutnya diatas balkon rumahnya. Melihat suaminya begitu bersedih. Akhirnya Nania meminta izin untuk pergi sebentar. Dengan berbohong ingin ke toilet, Nania pergi meninggalkan Alex begitu saja.


Satu persatu anak tangga Nania naiki untuk sampai di balkon rumah. Dia langsung memeluk Julien's yang nampak begitu terlihat bersedih.


"Kamu baik-baik sajakan?" Tanya Nania ikut bersedih.


"Enggak! Aku gak baik-baik saja. Aku cemburu sama Alex." Jawab Julien's sambil menangis.


"Maafin aku sayang." Ucap Nania.


Keduanya saling menatap. Perlahan hasrat seksual keduanya langsung meningkat. Ditengah ramainya para tamu menikmati hidangan makan malam. Nania dan Julien's malah asyik bercocok tanam di balkon rumahnya. Mereka tak memperdulikan suasana sekitar rumah. Saat itu dunia hanya milik bersama.

__ADS_1


__ADS_2