
Kabar siuman dari seorang Beatrice, sampai juga ke telinga Julien's. Julien's yang ingin melihat kondisi istrinya itu. Meminta pada Marrie untuk menjaga Oscar sejenak di ruang perawatan. Marrie tentu tak keberatan, dengan tidak adanya Julien's di ruang perawatan dari seorang Oscar. Marrie bisa melakukan apapun pada Oscar. Memegangi tangan Oscar yang dingin, mungkin bisa di lakukan Marrie juga. Transfer cinta dari dalam hatinya kepada Oscar.
Sebelum Julien's pergi ke rumah sakit tempat Beatrice di rawat. Marrie menitip salam untuk Beatrice. Salam kerinduan dari Marrie pada Beatrice. Dia juga Marrie terus panjatkan untuk kesembuhan dari Beatrice.
Julien's begitu tak sabar untuk bertemu dengan Beatrice. Mungkin Beatrice akan tersenyum melihat kedatangan dari seorang Julien's. Terlebih sebelum mendatangi rumah sakit, Julien's memutuskan untuk membeli sebuah bucket bunga dengan tulisan cinta untuk istri pertamanya itu.
"Mungkin Beatrice akan senang saat aku membawa bunga yang indah ini. Aku harap begitu." Suara hati Julien's.
Julien's menyisir setiap lorong di rumah sakit sambil terus menciumi aroma bunga yang semerbak itu. Senyumnya tak pernah pergi, setelah mencium aroma harum dari bunga yang dia beli khusus untuk Beatrice. Beberapa orang yang berada di rumah sakit nampak tertarik dengan bucket bunga cantik yang di bawa oleh Julien's. Mereka terpesona akan dekorasi dari bunga yang terlihat cantik itu. Juga dengan aroma harum semerbak yang di hasilkan oleh bunga itu. Semakin membuat orang-orang tertarik pada bunga itu.
__ADS_1
Tiba di depan ruang perawatan dari Beatrice. Julien's menarik napasnya terlebih dahulu, sebelum dia akan membuka pintu ruang perawatan dari Beatrice. Begitu Julien's merasa sudah tenang. Dengan segera, Julien's membuka pintu perawatan dari kamar Beatrice.
Di dalam ruangan itu tak hanya ada Beatrice seorang. Ada ibunya dan dua jagoan Julien's, yakni Theo dan Romeo. Tak ada Nania di sana saat itu. Hingga aman rasanya bagi Julien's untuk menunjukkan sikap romantis dirinya pada Beatrice.
Dengan menyembunyikan bucket bunga yang dia beli di belakang tubuhnya. Julien's mulai berjalan menuju ranjang Beatrice. Menyanyikan sebuah lagu romantis untuk Beatrice, sebelum akhirnya Julien's memberikan bucket bunga yang indah itu pada Beatrice. Dia memberikan bucket bunga itu sambil menunduk. Menunjukkan rasa cinta yang besar dari seorang Julien's pada Beatrice. Bagaimana Julien's begitu mencintai Beatrice sepenuh hatinya.
Di saat yang bersamaan dengan kejutan yang di berikan oleh Julien's pada Beatrice. Nania akhirnya tiba di kamar perawatan seorang Beatrice. Pintu kamar perawatan Beatrice yang tak di tutup oleh Julien's. Memudahkan untuk Nania menyaksikan keromantisan dari seorang Julien's terhadap Beatrice. Hingga Nania begitu bersedih dengan keromantisan yang di tunjukkan Julien's pada Beatrice. Walaupun itu hal yang wajar. Tapi Nania cemburu melihat semua keromantisan yang ada.
Tak ingin hatinya terus merasakan cemburu. Nania segera pergi meninggalkan kamar perawatan Beatrice. Air matanya tak henti menetes dari kedua bola matanya yang berwarna coklat menyalakan. Hatinya bak di robek menggunakan silet tajam. Perihnya begitu terasa menyayat.
__ADS_1
Perasaan cemburu yang Nania sendiri sesali. Tak seharusnya dia cemburu seperti itu. Mengingat Beatrice dan Julien's adalah sepasang suami istri. Jadi bukan hal yang heran jika keduanya menunjukkan sikap romantis satu sama lainnya. Nania yang seharusnya bisa dewasa, dia harus menyadari itu. Menyadari semua kecemburuan yang di alaminya adalah bagian dari keegoisan semata. Mengingat itu adalah konsekuensi yang harus Nania terima dengan pilihan dia menjadi istri kedua. Nania harus menerima itu semua.
Di dalam kamar perawatan dari Beatrice. Julien's yang tak menyadari dengan kedatangan dari Nania. Terus menunjukkan sikap romantis dirinya pada Beatrice. Tak hanya bernyanyi dengan lagu romantis. Julien's juga mengucapkan sebait sajak romantis yang langsung di sambut tangis bahagia seorang Beatrice.
"Jika langit ini runtuh, aku pikir itu akhir dari perjalanan kita. Tapi jika langit ini hanya menghasilkan badai. Aku pikir itu adalah kerikil kecil yang menerjang perjalanan cinta kita." Sajak romantis yang di ucapkan oleh Julien's.
Sajak kecil itu memiliki makna yang cukup dalam. Mungkin jika ajal yang menjemput keduanya, maka kisah cinta keduanya akan berakhir. Tapi jika masalah dalam rumah tangga mereka hadapi. Semuanya akan di lalui Julien's dengan penuh keyakinan. Cinta, pengorbanan dan semuanya akan menjadi amunisi dalam menerjang semua kerikil kecil yang menerjang rumah tangga mereka.
Keromantisan Julien's di akhiri dengan sebuah ciuman manis di kening Beatrice. Ciuman yang penuh cinta, semakin membuat Beatrice luluh. Dia tak sanggup lagi dengan keromantisan yang di tunjukkan oleh Julien's kepadanya. Hingga membuatnya begitu terharu.
__ADS_1