SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRIE MENGATAKAN KEINGINAN IBUNYA PADA OSCAR


__ADS_3

Marrie terlihat begitu ragu, saat menunggu Oscar datang. Marrie yang sudah datang terlebih dahulu di taman, duduk dengan posisi duduk yang begitu baik. Kaki kirinya tak henti di hentakan ke tanah, begitu juga beberapa jarinya yang terus di pukulkan oleh Marrie pada pahanya yang terbungkus rok sekolah mininya.


Tak berselang lama, Oscar dengan menenteng dua buah minuman. Datang menghampiri Marrie dengan wajah ceria. Wajah yang selalu Oscar nampakan saat bertemu dengan Marrie.


Oscar duduk di samping kanan Marrie, memberikan salah satu minuman yang di bawa oleh dirinya pada Marrie. Marrie tersipu malu saat Oscar memberikan dirinya sebuah senyuman manis. Sehingga Oscar langsung mengelus lembut rambut Marrie.


Marrie yang mulai haus, langsung berinisiatif untuk meminum minuman tersebut. Tapi dia tidak mampu membuka tutup botol minumnya. Hingga Marrie harus meminta bantuan Oscar untuk membuka tutup botol tersebut.


Oscar dengan segera menolong sang pujaan hati dalam membuka botol minum untuk Marrie. Sebagai ucapan terima kasih dari seorang Marrie. Sebuah senyuman manis, langsung di berikan oleh Marrie pada Oscar. Hingga Oscar begitu senang dengan sebuah senyum yang di berikan oleh Marrie pada dirinya tersebut.

__ADS_1


Marrie pun mulai meminum minuman miliknya secara perlahan. Dia terlihat begitu merasakan kesegaran saat meminum minuman miliknya tersebut. Hingga Marrie tak sadar, telah menghabiskan hampir setengah dari minumannya tersebut. Marrie benar-benar tidak menyadari hal tersebut.


"Kamu haus banget, sampai habis setengah seperti itu?" tanya Oscar.


Marrie terlihat malu-malu untuk menjawab pertanyaan dari Oscar tersebut. Dia terlihat tidak bisa menjawabnya, sehingga senyum kecil di berikan oleh Marrie untuk menjawab pertanyaan dari Oscar tersebut.


Marrie terdiam, dia takut. Marrie khawatir pertanyaan dari dirinya itu akan membuat Oscar tidak nyaman. Hingga Marrie begitu menyimpan ketakutan dengan pertanyaannya sendiri.


"Marrie, kenapa kamu diam?" tanya Oscar kembali.

__ADS_1


Marrie pun akhirnya mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia katakan. Bagaimana dirinya harus meninggalkan Oscar demi memenuhi permintaan dari ibunya. Marrie harus segera meninggalkan Oscar demi sang ibu. Itu yang harus Marrie lakukan. Marrie yang tidak kuat mengatakan hal tersebut, hanya bisa menangis saat mengatakan semua itu. Hingga Oscar harus menenangkan Marrie yang semakin tak berdaya untuk mengatakan hal yang buruk bagi dirinya.


Marrie pun semakin menangis di bahu seorang Oscar. Dia begitu sulit untuk mengatakan hal buruk tersebut pada Oscar. Hingga hanya air mata yang bisa di keluarkan oleh Marrie saat akan mengatakan hal sulit tersebut.


Oscar pun menerima semua permintaan dari ibu Marrie. Mungkin untuk saat ini Marrie dan Oscar harus berteman terlebih dahulu. Jika dewasa kelak, baru Oscar dan Marrie akan berpacaran sebagai sepasang kekasih. Mungkin itu yang sebenarnya di inginkan oleh ibu dari Marrie yang merupakan Beatrice.


Oscar meminta Marrie untuk tidak bersedih. Tidak berpacaran, bukan berarti Oscar tidak akan peduli lagi pada Marrie. Dia berjanji akan tetap peduli pada seorang Marrie. Walaupun status Oscar mungkin bukan lagi pacar dari Marrie.


Oscar pun mulai mengeringkan setiap air mata yang menetes di wajah Marrie. Oscar berharap Marrie tidak akan bersedih kembali. Oscar menerima semuanya, sehingga Marrie tidak harus takut dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2