
Nania mengunci diri seharian di kamarnya. Tak ada aktivitas apapun, dia hanya berselimut dengan mata yang terus berderai. Hatinya hancur usai menerima kenyataan Julien's menjadikan dia sebagai bahan taruhan dengan Alex.
Setiap ketukan di pintu kamar Nania yang Julien's lakukan tak ia respon. Nania benar-benar marah pada Julien's. Hingga dia tak mau menerima semua penjelasan dari Julien's.
Cara terakhir dilakukan oleh Julien's. Dengan kunci cadangan yang dimiliki, Julien's membuka pintu kamar Nania. Cekrek, pintu kamar Nania terbuka.
Julien's berjalan mendekati ranjang tempat Nania tidur. Tetapi Nania malah semakin menutup tubuhnya dengan selimut yang dia pakai. Begitu Julien's duduk disampingnya, Nania langsung membalikkan tubuhnya. Dia enggan menatap Julien's yang berharap mendapatkan maaf dari Nania.
Julien's mengelus lembut rambut Nania. Kemudian dia menciumnya.
"Nan.... Maafin aku. Aku tahu aku salah. Tapi aku harap kamu bisa maafin aku." Pinta Julien's.
__ADS_1
Nania tetap memilih diam.
"Baik Nan kalau kamu belum bisa maafin aku. Tapi dari lubuk hati terdalam, aku benar-benar merasa bersalah Nan. Aku bodoh, dungu dan over confidence. Sehingga hukumannya aku layak mendapatkan ini semua." Sesal Julien's.
Sedikit tersentuh dengan permintaan maaf dari Julien's. Tetapi Nania tetap tak memaafkan Julien's. Dia tetap tak bergeming di posisinya. Hingga akhirnya Julien's pergi dari kamar Nania. Tetapi sebelum pergi, Julien's memberikan sebuah ciuman yang lembut di kepala Nania. Sebuah kalimat aku cinta kamu juga Julien's berikan pada Nania. Ungkapan cinta dari lubuk hati Nania yang terdalam.
Nania langsung menangis hebat, begitu pintu kamarnya kembali di tutup oleh Julien's. Dia ingin memaafkan Julien's, tetapi apa yang dilakukan oleh Julien's benar-benar membuat Nania marah. Sehingga sulit untuk Nania memaafkan Julien's begitu saja.
Julien's langsung membawa makanan itu kedalam kamar Nania. Dengan aroma yang sangat menggoda, Julien's berharap Nania langsung bangkit dari tempat tidurnya. Tetapi Nania yang masih diselimuti kekecewaan pada Julien's, tak urung bangkit. Dia tetap terlentang di posisi tidurnya. Sekalipun Julien's mencoba merayu Nania dengan makanan favoritnya tersebut. Tetapi Nania tetap tak bergeming. Dia tetap marah pada Julien's.
Usaha Julien's gagal. Dia mencoba cara lain untuk kembali membuat Nania dapat tersenyum dan memaafkan kesalahannya.
__ADS_1
Cara kedua adalah dengan memberikan Nania sebuah tas mewah. Julien's meminta Roberto untuk mendatangi sebuah toko tas mewah yang acap kali digunakan para selebritis. Julien's meminta Roberto untuk beli koleksi tas paling bagus yang ada di toko tersebut.
1 jam lebih Roberto berkelana mencari tas yang diminta oleh Julien's. Akhirnya dia menemukan tas yang diminta oleh Julien's. Tas seharga gaji Roberto selama 3 tahun itu nampak cantik. Dengan sedikit hiasan berlian yang menghiasi beberapa bagian tas. Tas itu nampak cantik dan mewah.
Julien's menyukai tas pilihan Roberto. Dengan wajah penuh percaya diri, Julien's membawa tas tersebut kepada Nania.
Jangankan untuk memegang tas pemberian darinya. Sekedar melirik tas itu saja, Nania enggan. Dia memilih tetap diam dengan semua pemberian dari Julien's.
Julien's menggaruk kepalanya, dia bingung cara untuk mendapatkan maaf dari Nania. Mengingat semua cara telah dilakukan olehnya. Tetapi Nania enggan memaafkan Julien's atas kesalahannya.
Julien's kembali pergi meninggalkan kamar Nania. Dia menatap tubuh Nania beberapa saat, sebelum akhirnya dia kembali menutup rapat pintu kamar Nania. Dia begitu berharap maaf dari Nania. Tetapi sulit untuk Nania memberikan maaf dalam waktu dekat. Mengingat kesalahan Julien's cukup fatal, sulit Nania maafkan.
__ADS_1