SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
OSCAR KEMBALI GAGAL INTERVIEW


__ADS_3

Ditolak untuk menjadi seorang driver taksi online. Tak membuat semangat pantang menyerah dari seorang Oscar luntur begitu saja. Dia tetap berusaha mencari sebuah pekerjaan yang halal tentunya. Pekerjaan yang bisa dia banggakan sebagai seorang pria.


Pagi itu Oscar sudah bersiap untuk mengikuti sebuah rekrutmen yang diadakan sebuah perusahaan ekspedisi. Mungkin ini akan jadi pengalaman pertama dari Oscar untuk menjadi seorang driver dari perusahaan ekspedisi.


Baju pembelian dari Julien's tempo hari itu, Oscar kenakan untuk menambah keren penampilan darinya. Dengan rambut yang disisir kearah kanan. Oscar yakin, hari ini akan menjadi hari keberuntungan bagi Oscar.


Sambil menyantap sebuah roti kemasan yang malam hari sudah Oscar beli. Dia berharap roti itu cukup untuk mengganjal perutnya yang masih kosong. Mengingat waktu tempuh yang masih cukup jauh, sehingga Oscar membutuhkan banyak tenaga untuk perjalanan ke tempat rekrutmen tersebut.


Mungkin sebuah lagu bisa semakin menambah suasana pagi ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin lagu bernada beat, bisa jadi opsi yang bagus. Ini tentu bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri Oscar dalam perjalanan menuju.


Sebuah lagu dari salah grup band lokal diputar oleh Oscar. Lagu yang jika di artikan dalam bahasa Indonesia artinya maju dan maju. Dinyanyikan Oscar dengan begitu semangat. Sesekali nada tinggi yang ada di lagu itu, Oscar nyanyikan dengan begitu kerasnya. Oscar ingin melepaskan semua ketegangan yang ada dalam dirinya, ketika interview nantinya.


Saking kerasnya suara lagu yang keluar dari dalam mobil Oscar. Seorang pengendara yang berada di belakang mobil Oscar. Sempat membunyikan klakson yang cukup keras. Mungkin dia merasa terganggu dengan lagu yang diputar oleh Oscar. Sehingga dia merasa itu harus menegur Oscar.


Bukannya mengecilkan volume lagu dari dalam mobilnya. Oscar justru malah semakin menjadi, dia semakin keras memutar lagu itu. Begitu juga dengan dirinya yang bernyanyi semakin keras lagi. Pengendara yang sempat menegur Oscar, lantas semakin emosi. Hingga dia langsung menyalip mobil Oscar, dengan klakson yang kembali dibunyikan oleh pengendara tersebut.


Kekesalan dari pengendara mobil itu, ditanggapi Oscar dengan santai. Dia justru tertawa hebat dengan aksi pengendara tadi. Baginya itu sangat lucu, mengingat apa yang dilakukan oleh Oscar hanya hiburan semata. Tapi si pengendara tadi justru malah marah pada Oscar. Suatu hal yang tentu tidak pada tempatnya.


Menempuh perjalanan yang begitu cukup jauh. Perlahan membuat Oscar kelelahan. Satu botol air putih telah ia teguk dengan habis. Menyisakan beberapa bungkus permen yang berada di depannya.


Mungkin rasa manis dari permen tersebut dapat sedikit membuat mulut Oscar tidak terlalu kering lagi. Perjalanan yang cukup jauh itu, seakan membuat semuanya terasa melelahkan. Begitu juga dengan rasa lapar dan haus yang silih berganti dirasakan oleh Oscar.


Beberapa kali sebenarnya dia melewati sebuah minimarket. Tapi uang Oscar yang terbatas, membuat dirinya tidak mampu untuk membeli sekedar satu bungkus roti. Padahal perutnya sudah berulang kali berbunyi dengan hebatnya.


Akhirnya Oscar tiba di lokasi interview kerja yang dia tuju. Sebelum keluar dari mobilnya, Oscar mencoba menarik sedikit napasnya. Mungkin itu cara yang cukup ampuh dalam meredakan ketegangan yang tiba-tiba menyerang dirinya.

__ADS_1


Tarik..... Buang. Tarik.... Buang. Sekali lagi, tarik...... Buang. Mungkin tiga tarikan napas, cukup untuk membuat ketegangan itu hilang dengan sendirinya. Oscar dengan senyum penuh percaya diri, keluar dari dalam mobilnya. Perlahan dia berjalan menuju tempat interview tersebut.


Baru di depan pintu masuk kantor. Langkah Oscar langsung terhenti oleh seorang sekuriti. Dia menanyakan tujuan Oscar datang ke kantor tersebut. Dengan segera Oscar mengatakan tujuan dari kedatangan dirinya ke kantor itu.


Sayang seribu sayang, ternyata Kouta untuk pelamar yang ingin melamar di perusahaan ekspedisi itu telah di tentukan. Hanya ada jatah 50 Kouta saja, sialnya Oscar sudah tidak kebagian jatah untuk melakukan interview pagi itu.


Oscar memohon pada sekuriti itu untuk dapat melakukan interview pagi ini. Mengingat perjalanan jauh yang telah di tempuh oleh Oscar. Tetapi tak ada jatah untuk Oscar, sehingga dia tak bisa mengikuti interview pada pagi ini. Dengan segera, Oscar diminta untuk meninggalkan kantor tersebut. Jika tidak, Oscar akan diusir secara paksa oleh sekuriti tersebut.


Tak ingin membuat keributan di pagi itu. Oscar akhirnya memilih untuk mengalah. Mungkin hari ini bukan hari keberuntungan untuk Oscar. Sehingga dia tidak mendapatkan jatah untuk interview. Hari esok atau mungkin hari-hari berikutnya, Oscar akan mendapatkan pekerjaan yang dia harapkan itu.


Jarak kantor yang tak jauh dari rumah Julien's. Oscar gunakan untuk mengajak Marrie berangkat menuju sekolah bersamanya. Daripada Marrie harus diantar oleh sopirnya. Lebih baik Marrie menaiki mobil Oscar. Mengingat arah sekolah dari Marrie searah dengan arah rumah dari Oscar.


Oscar dengan segera mengirim pesan pada Marrie. Tak lama berselang Marrie membalas pesan dari Oscar. Dia mengatakan begitu senang dengan tawaran dari Oscar. Terlebih Marrie ingin memperkenalkan Oscar pada teman-temannya. Mungkin mereka akan iri dengan Marrie yang memiliki teman pria setampan Oscar.


Tak ingin Marrie menunggu lama. Oscar dengan segera membawa mobilnya menuju rumah Marrie. Dengan kecepatan yang maksimal, Oscar memacu mobil itu secepatnya mungkin. Hingga dia bisa segera tiba di rumah Marrie.


Oscar keluar dari dalam mobilnya untuk menyapa Marrie secara langsung. Sebuah bekal yang berada di tangan Marrie, seketika membuat Oscar tergoda. Terlihat bekal itu begitu cantik secara penampilan. Ditambah dengan bungkusan yang tak kalah cantik. Semakin membuat Oscar tertarik pada bekal tersebut.


"Apa yang ada di tangan kamu Mar?" Tanya Oscar begitu penasaran.


"Ini buat makan siang aku Oscar. Ayah tadi masak ini buat aku. Makanya aku bawa buat makan siang." Jawab Marrie.


Oscar terdiam, sambil sesekali melirik kearah bekal yang dibawa oleh Marrie. Dia berharap Marrie akan memberikan bekalnya tersebut padanya. Sehingga dia tak henti melirik kearah bekal dari Marrie tersebut.


"Kamu dari mana Oscar, baju kamu terlihat rapi sekali?" Tanya balik Marrie.

__ADS_1


"Aku habis dari sebuah perusahaan ekspedisi. Tadinya aku ingin melamar pekerjaan. Tapi aku tidak dapat jatah untuk interview. Aku bukan bagian dari mereka. Makanya aku tidak dapat jatah buat interview." Jelas Oscar sedikit bersedih.


"Yang sabar Oscar." Marrie menguatkan Oscar sambil mengelus pundaknya.


Tak ingin membuat Marrie telat. Akhirnya Oscar mengajak Marrie untuk segera berangkat menuju sekolah. Mungkin semakin cepat berangkat, akan semakin bagus. Mengingat Marrie sendiri selama ini sering terlambat masuk, dengan banyak alasan. Tapi alasan yang selalu diungkapkan oleh Marrie adalah macet. Walaupun sebenarnya jalanan ketika pagi itu tidak pernah macet seperti yang Marrie katakan.


Perjalanan pun di mulai, Marrie menaruh bekal yang dia bawa. Tepat di depannya. Mungkin itu bukan yang bagus untuk Oscar, sebab posisi itu membuat Oscar semakin ingin mencoba bekal yang dibawa oleh Marrie tersebut. Pandangan Oscar juga cukup terganggu dengan posisi bekal Marrie yang diletakkan disana. Bukan menghalangi, hanya terkadang membuat tidak fokus Oscar saja.


"Mungkin bekal kamu jangan diletakkan disana." Pinta Oscar pada Marrie.


"Memang kenapa Oscar, ganggu pandangan kamu bukan?" Tanya Marrie mengambil bekal tersebut.


"Kurang lebih seperti itu. Tapi lebih tepatnya lagi, buat aku gak fokus saja." Jawab Oscar dengan sedikit terbata-bata.


"Tidak fokus kenapa Oscar?" Tanya Marrie kembali.


"Tidak fokus melihat lezatnya bekal itu." Jawab Oscar singkat.


Marrie tersenyum mendengar jawaban dari Oscar. Dia mengetahui Oscar begitu menginginkan bekal dari Marrie tersebut. Tapi dia mungkin malu untuk meminta pada Oscar. Sehingga Oscar hanya memberikan sedikit kode saja.


"Kamu sudah sarapan Oscar?" Tanya Marrie.


"Sudah, hanya sebungkus roti saja." Jawab Oscar sedikit mengiba.


Marrie yang sedikit kasihan pada Oscar. Seketika menawarkan bekal miliknya untuk di makan oleh Oscar. Awalnya Oscar sempat menolak tawaran dari Marrie tersebut. Tetapi pada akhirnya dia menerima bekal yang Marrie bawa itu untuk sarapannya.

__ADS_1


Oscar begitu berterima kasih pada Marrie. Sebab Marrie dan keluarganya begitu baik pada Oscar. Sehingga Oscar merasa beruntung bisa mengenal Marrie dan keluarganya. Marrie sendiri merasa beruntung bisa mengenal sosok Oscar yang pemberani. Selain pernah menyelamatkan nyawa seorang Marry, Oscar juga berhasil membuat Julien's selamat dari cengkraman dua penjahat yang berniat melakukan perampokan terhadap Julien's. Jadi sudah selayaknya, kebaikan Oscar dibalas oleh Marrie.


__ADS_2