SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
KEGELISAHAN JULIEN'S


__ADS_3

Malam yang indah di balkon semalam tak cukup melepas rasa khawatir Julien's akan kehilangan sosok Nania. Kedekatan masif antara Nania dengan Alex mengusik hatinya untuk percaya penuh akan cinta Nania. Dia tetap takut manuver yang dilancarkan oleh Alex menggoyahkan komitmen cinta Nania padanya.


Begitu bangun tidur, dia segera bergegas ke kamar Nania. Perlahan membuka kunci kamar Nania. Lalu masuk kedalam kamar itu.


Nania yang kaget dengan kedatangan Julien's, seketika meminta Julien's untuk keluar dari kamarnya. Sebab saat ini ibu Julien's masih disini. Begitu juga dengan Alex yang terus memantau Nania.


Julien's yang keras kepala, tak memperdulikan ucapan Nania. Dia tetap berusaha memeluk Nania diatas ranjangnya. Dia menciumi Nania layaknya kucing yang sedang dalam masa kawin.


Hanya sedikit ketakutan dalam hati Nania, meskipun dia menikmati setiap sentuhan yang Julien's berikan ditubuhnya. Nania merasakan adanya cinta yang Julien's berikan ketika menciumi tubuh Nania yang hanya berbalutkan baju lingerie seksi berwarna merah muda.


Ciuman itu berlanjut hingga kearah sensualitas yang lebih. Perlahan Julien's melepaskan semua pakaian yang menutupi tubuh Nania. Dia melancarkan serangan yang begitu brutal ke area sensitif Nania. mendorong kepalanya untuk ke bagian itu, menciptakan sensasi berbeda yang dirasakan oleh Nania.


Julien's seakan belum puas dengan apa yang terjadi malam kemarin. Ketika keduanya seolah tak memperdulikan banyaknya orang dihalaman rumah mereka. Keduanya tetap asyik saling melepas hasrat mereka. Sampai pada akhirnya keduanya benar-benar berhubungan intim diatas ranjang Nania.


Ditengah kehangatan Julien's dan Nania dalam memadu kasih. Tiba-tiba Alex masih mengenakan pakaian tidur. Mengetuk pintu kamar Nania. Dia juga memanggil nama Nania berulang kali.


Nania dan Julien's terkejut. Kedua langsung kembali mengenakan pakaian masing-masing. Mengingat kembali rambutnya yang sedikit acak-acakan. Nania bergegas menuju pintu untuk membukanya. Sementara Julien's dengan segera bersembunyi dibalik lemari kamar Nania dengan lampu yang sengaja Nania matikan.


"Iya Alex, ada apa?" Tanya Nania membuka pintu kamarnya.


Alex melihat kearah kamar Nania yang gelap gulita.


"Kamu sengaja matiin lampu kamar ketika tidur?" Tanya balik Alex.


"I-I-Iya Lex. Aku biasa matiin lampu kalau mau tidur." Jawab Nania gugup sambil menggaruk kepala belakang.


"Semalam kamu kemana?" Tanya Alex.


"Oh semalam, aku ke toilet. Eh gaun aku tersiram air. Akhirnya aku ganti. Tapi aku tidak gaun lagi. Makanya aku gak kesana lagi." Jawab Nania.


"Lain kali kamu bilang yah Nan. Padahal malam itu aku ingin kenalin kamu ke semua anggota keluarga besar aku."


Nania terkejut mendengar ucapan dari Alex. Begitu juga dengan Julien's yang bersembunyi dibalik lemari.


"Maksudnya Lex?" Tanya Nania bingung.

__ADS_1


"Aku ingin kamu kenal semua keluarga besar aku. Termasuk tante dan paman aku. Tapi kamu malah pergi." Jawab Alex.


Nania hanya tersenyum saja.


"Kamu mau sarapan apa?" Tanya Alex.


"Memangnya kenapa?" Tanya balik Nania.


"Bagaimana kalau kita sarapan diluar rumah. Aku dengar ada restoran baru yang menjual menu sarapan. Gimana kalau kita kesana?" Ajak Alex.


Nania bingung. Dia ingin menolak permintaan dari Alex, tetapi tak enak. Begitu juga jika dia menerima permintaan Alex. Mungkin hati Julien's akan semakin panas melihat kedekatan Nania dengan Alex.


Lamanya Nania memutuskan untuk memberikan jawaban dari permintaan Alex. Membuat Alex harus menggoyangkan telapak tangannya dihadapan Nania. Alex mencoba membuat kembali fokus pada ajakan dari Alex. Bukan malah berpikir keras untuk ajakan sarapan tersebut.


Akhirnya Nania memutuskan untuk menerima ajakan sarapan dari Alex. Dia meminta Alex menunggu untuk beberapa menit, sebab dia ingin mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Permintaan dari Alex langsung Alex sanggupi. Jangankan hanya beberapa menit saja, beberapa jam saja dia siap menunggu Nania.


Nania masuk kembali kedalam kamarnya. Dia langsung dikejutkan dengan wajah penuh kecemburuan dari Julien's. Julien's marah, sebab Nania mau menerima ajakan dari Alex. Sementara Nania sendiri beralasan tidak enak hati pada Alex. Mengingat semalam Nania meninggalkan Alex begitu saja. Sarapan pagi ini sebagai permintaan maaf dari Nania untuk Alex.


Meskipun sedikit kesal, tetapi akhirnya Julien's mau menerima penjelasan dari Nania. Dengan syarat Nania menciumnya terlebih dahulu. Tanpa ragu, Nania langsung mencium pipi kanan Julien's dengan begitu mesra.


Tetap dengan mobil Porsche milik Julien's. Alex membawa Nania menuju restoran seras menggunakan roket. Dimana kecepatan yang begitu tinggi, membuat perjalanan itu terasa singkat.


Tak perlu lama menunggu lama, pesanan Alex dan Nania segera tiba begitu mereka memesan beberapa menit yang lalu. Aroma sup yang menggugah selera, seketika langsung membangkitkan semangat Nania untuk menyantap sup itu.


Alex begitu senang, ketika melihat Nania nampak menyukai sup itu. Dia tak memakannya, tetapi Alex hanya memandangi wajah Nania yang begitu lahap menyantap makanan itu.


"Kenapa tidak makan?" Tanya Nania dengan mulut penuh daging sapi.


"Gak lapar!" Jawab singkat Alex.


"Terus kenapa kita sarapan disini?" Tanya Nania kembali.


"Aku cuman ingin berdua bersama kamu. Aku pikir balkon rumah cukup nyaman, tapi aku rasa kita akan lebih nyaman lagi ketika berada di restoran seperti ini. Tidak ada yang akan menggangu kita." Jawab Alex.


Nania semakin bingung dengan sikap Alex kepadanya. Apa mungkin ketakutan Julien's akan rasa yang tumbuh dihati Alex padanya. Mengingat sikap Alex begitu manis dan hanya ingin bersama Nania.

__ADS_1


"Oh iya Nania. Bagaimana kalau hari ini kita pergi ke pantai. Sudah lama aku tidak berjemur di pantai. Sepertinya menyenangkan." Ajak Alex.


"Maaf Alex aku gak bisa."


"Kenapa?"


"Aku ingin jaga Romeo."


"Kita ajak Romeo. Bahkan kalau perlu Theo juga kita ajak saja. Biar mereka tidak bosan di rumah terus." Tegas Alex.


"Tapi apa pantai tempat yang bagus untuk mereka?" Tanya Nania.


"Sangat bagus. Aku ingin melihat mereka menggunakan waktu bermain dengan bermain-main diatas pasir pantai. Daya motorik mereka akan semakin baik."


"Tapi..." Nania coba mengelak.


"Gak ada tapi-tapi, aku seorang dokter. Jadi aku tahu tumbuh kembang Romeo dan Theo." Tembak Alex.


Nania tak dapat berkata lagi. Akhirnya dia menyetujui permintaan dari Alex untuk pergi ke pantai bersama dua anak tirinya.


Romeo dan Theo begitu bergembira ketika Alex mengatakan akan mengajak mereka ke pantai bersama Nania. Keduanya begitu antusias dengan ajakan dari pamannya tersebut. Selesai sarapan, baik Theo maupun Alex langsung mengganti pakaian mereka dengan pakaian pantai.


Julien's yang sebenarnya sangat tidak menyetujui kepergian Nania bersama Alex ke pantai. Hanya bisa terdiam dengan perasaan cemburu yang membakar hatinya. Sementara ibu Alex juga tak setuju dengan kedekatan antara Alex dengan Nania. Mengingat Nania yang mendapat cap merah simpanan suami orang, membuatnya begitu membenci Nania.


Alex seolah tak memperdulikan ucapan ibunya. Dia berpikir dirinya telah dewasa. Sehingga berhak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Tanpa intervensi dari siapapun, termasuk ibunya sendiri.


Selesai mengganti pakaian, semuanya masuk kedalam mobil. Tak ada yang mengantar Alex dan Nania. Penghuni rumah yang tak senang dengan tamasya dadakan Alex, Nania bersama Theo dan Romeo. Memilih untuk berdiam di kamar masing-masing ketika Alex mulai memacu mobil.


Kedekatan Nania dengan kedua anak tirinya, membuat Alex dapat merasakan kasih sayang yang tulus dari Nania pada keduanya. Sosok perempuan yang Alex idamkan, dimana memiliki jiwa keibuan yang besar dengan sifat lembut yang tulus.


Romeo dan Theo langsung berlari kesana-kemari begitu sampai di pantai. Keduanya begitu asyik bermain diatas pasir.


Didalam mobil, Nania melepas satu persatu pakaiannya. Dia hanya mengenakan bikini dengan warna bagian atas dan bawah sama-sama berwarna pink.


Alex juga hanya mengenakan kolor bermotif bunga. Dia membiarkan dada bidang serta perut sixpack yang dia miliki menjadi tontonan legit pengunjung pantai lainnya.

__ADS_1


Keseruan di mulai. Ketika Alex mengajak Nania, Theo dan Romeo bermain berbagai permainan diatas pasir putih. Tawa yang dapat ditahan oleh keempatnya, kala permainan itu dimulai.


Sebelum kembali ke rumah, Alex mengajak Nania untuk melihat matahari terbenam. Momen romantis itu tak ingin Alex lewatkan begitu saja. Dengan posisi duduk dan kaki yang ditekuk diatas pasir. Alex dan Nania duduk secara berdampingan. Sementara Romeo dan Theo yang kelelahan tertidur lelap didalam mobil.


__ADS_2