
Hari libur tentu tidak akan seru jika hanya di habiskan untuk berdiam diri di rumah saja. Hari libur, tentu harus di habiskan untuk melakukan aktivitas di luar rumah dengan baik. Salah satunya tentu adalah lari pagi. Kegiatan yang sehat dan seru itu, mungkin akan semakin hidup lagi. Jika di lakukan bersama-sama. Satu keluarga lari pagi, mungkin saja itu bisa.
Julien's sebagai kepala keluarga di rumahnya meminta seluruh anggota rumahnya untuk ikut lari pagi bersama dengan dirinya. Julien's membangun Theo dan Romeo. Membujuk Marrie agar mau lari pagi bersama dirinya. Namun yang paling sulit bagi Julien's adalah membujuk Beatrice untuk ikut bersama yang lainnya dalam lari pagi tersebut.
Beatrice yang sedari awal mengatakan tidak ingin pergi untuk lari, memilih untuk tetap berada di dalam rumahnya. Dengan sinar matahari yang cukup, itu sudah baik bagi tubuh Beatrice. Tidak harus berlari kembali untuk mendapatkan keringat yang di inginkan.
Julien's tak menyerah begitu saja, dia tetap berusaha untuk mendapatkan hati Beatrice. Tentu dengan mendapatkan hati seorang Beatrice, Julien's akan dengan mudah mengajak Beatrice untuk pergi bersama dengan dirinya berolahraga.
Beatrice orang yang cukup alot. Sekali dia bilang tidak, maka selama itu dia akan mengatakan tidak. Oleh sebab itu Julien's begitu kesulitan untuk membujuk Beatrice berolahraga. Sekalipun berbagai jurus telah Julien's gunakan. Namun Julien's tetap kesulitan merayu Beatrice untuk pergi bersama yang lainnya.
Jurus terakhir yang di gunakan oleh Julien's adalah membuat Beatrice cemburu. Julien's mengatakan dirinya akan bermesraan di depan umum, hingga akan banyak yang tahu jika Julien's telah berpaling dari seorang Beatrice. Mereka pun akan menganggap Nania adalah ibu yang baik. Sebab kumpul bersama dengan Julien's dan ketiga anaknya. Padahal ibu kandung ketiga anaknya adalah Beatrice. Namun karena Beatrice yang tidak ada di sana, mungkin saja Nania yang akan di anggap sebagai orangtua mereka bertiga.
Hasutan dari Julien's cukup berhasil. Dari yang awalnya keras seperti batu di kali. Beatrice pun akhirnya berubah seperti sebuah spon pencuci piring lembek. Dia mau untuk ikut bersama Julien's dan yang lainnya menuju taman dalam rangka lari bersama.
__ADS_1
Beatrice segera mengganti pakaiannya dengan pakaian lari yang cukup bagus. Menunggu Beatrice mengganti pakaiannya, Julien's berkumpul bersama ketiga anaknya serta Nania di luar rumah.
Beatrice yang tak ingin Julien's di kuasai oleh Nania seorang. Mencari pakaian yang biasa di gunakan olehnya saat masih sering lari terdahulu. Beatrice lupa menaruh pakaian itu, hingga dia memakan banyak waktu untuk mencari pakaian tersebut.
Hampir 10 menit di gunakan untuk mencari pakaian yang dia cari. Akhirnya Beatrice menemukan celana training serta kaos yang biasa di gunakan olehnya berlari. Beatrice lupa kapan terakhir kali dia menggunakan pakaian tersebut. Mungkin 3 tahun yang lalu, saat semangat hidup Beatrice masih cukup besar.
Sebelum mengenakan pakaian itu ke dalam tubuhnya. Beatrice menjajal terlebih dahulu kaos dan celana training itu. Dia menempelkan kaos dan celana training panjang itu ke tubuhnya sambil bercermin.
Namun saat melihat kaos itu nampak terlihat besar untuk tubuh kurus Beatrice yang di makan oleh kanker. Beatrice terlihat cukup bersedih dengan yang terjadi. Dia sangat sedih melihat perubahan bentuk tubuhnya yang berubah drastis.
Julien's yang awalnya datang ke kamar Beatrice untuk segera mengajak Beatrice berangkat. Dia langsung bersedih saat melihat Beatrice menangis bentuk tubuhnya di depan cermin.
Julien's berjalan mendekati Beatrice. Kemudian dia memeluk tubuh Beatrice dari belakang. Beberapa kali Julien's menciumi pundak Beatrice yang menonjolkan tulang yang begitu keras.
__ADS_1
"You are stil beautiful." Ucap Julien's semakin erat memeluk tubuh Beatrice.
"Aku berubah. Aku semakin kurus dan jelek lagi." Balas Beatrice menahan tangisnya.
"No..... You are still beautiful. Kamu cantik dengan apa yang kamu miliki sekarang. Kamu tetap cantik sayang." Ucap Julien's kembali.
Beatrice membalikkan tubuhnya. Memeluk balik Julien's dengan sekuat mungkin. Air matanya semakin deras jatuh. Dia melihat tubuhnya yang semakin kurus dan jelek. Beatrice seolah tak percaya, jika dirinya akan sekurus itu.
Namun Julien's lagi-lagi meminta Beatrice untuk tidak menyalahkan apa yang terjadi pada dirinya. Bentuk tubuh Beatrice tetap ideal. Dia terlihat cantik dengan apa yang ada sekarang. Sebab cantik bukan soal fisik semata, tapi bagaimana seorang perempuan bisa bangga memiliki tubuhnya. Itu arti dari sebuah cantik yang sesungguhnya.
Julien's melepaskan pakaian Beatrice. Mengganti satu persatu pakaian Beatrice tersebut. Namun begitu celana training panjang itu dikenakan oleh Beatrice. Nampak bagian pinggang celana itu terlalu besar. Untuk menyiasati hal tersebut, Julien's pun menggunakan karet. Hingga pinggang dari celana training itu dapat di gunakan oleh Beatrice dengan begitu nyamannya.
Julien's meminta Beatrice untuk tidak menangis lagi. Sebab hari ini semuanya akan berlari pagi. Jadi tidak harus ada kesedihan yang datang mendera semuanya. Julien's langsung merangkul tubuh Beatrice keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Begitu semuanya sudah berkumpul. Semuanya mulai berjalan menuju luar rumah. Tujuan semuanya adalah taman kota yang tak jauh dari rumah Julien's. Nantinya, mereka bisa berolahraga di taman kota dengan fasilitas lengkap yang ada di sana.
Julien's yang harus terus menghibur Beatrice, terus menyemangati Beatrice. Sementara Nania nampak begitu asyik berlari kecil dengan kedua anak Julien's. Sedangkan Marrie, terus sibuk membalas setiap pesan yang di kirim oleh Oscar kepada dirinya.