SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRISA GAGAL BERTEMU JULIEN'S


__ADS_3

Marrisa mendatangi restoran Julien's. Dia sengaja menunggu di luar restoran Julien's untuk bertemu secara langsung dengan seorang Julien's. Marrisa terlihat begitu antusias untuk bertemu dengan Julien's di pagi ini. Hingga dia tak sabar untuk melihat wajah Julien's ketika pagi.


Restoran Julien's buka jam 10 pagi. Tapi biasanya para pegawai restoran datang di jam 8 pagi untuk mempersiapkan segala bahan makanan yang akan di hidangkan pada setiap pelanggan. Sehingga tak salah bagi Marrisa untuk datang di jam tersebut.


Marrisa bertemu dengan beberapa pegawai restoran Julien's. Sebagian dari mereka mulai memperhatikan keberadaan Marrisa yang ada di depan restoran. Apalagi pakaian mencolok yang di kenakan oleh Marrisa, membuat mereka antusias dengan keberadaan dari Marrisa. Hingga Marrisa pun menjadi bahan tontonan dari para pekerja Julien's.


Marrisa yang kurang nyaman dengan dengan pandangan dari para pekerja Julien's. Mulai bersikap sedikit jutek saat ada yang memperhatikan dirinya. Marrisa bukan seorang badut sirkus yang harus di tonton. Sehingga tidak etis ketika mereka melihat Marrisa dengan tatapan seperti itu.


Marrisa terus menunggu Julien's untuk datang ke restoran. Namun Julien's tak urung datang. Padahal sebentar lagi, jam sudah mulai menunjukkan pukul delapan lebih. Itu yang membuat seorang Marrisa ketakutan akan Julien's yang tak akan datang ke restoran.

__ADS_1


Marrisa sebenarnya ingin bertanya pada beberapa pekerja restoran. Tapi Marrisa merasa gengsi untuk bisa bertanya pada mereka semua. Itu yang membuat Marrisa lebih memilih untuk menunggu, daripada harus bertanya pada para pekerja yang tentu mereka pun belum tahu apakah Julien's akan masuk atau tidak.


Waktu benar-benar cepat berlalu. Jarum panjang jam sudah melakukan perjalanannya hampir setengahnya. Itu sungguh tidak berasa bagi seorang Marrisa. Hingga saat dia melihat jam, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi.


Akhirnya Marrisa yang tak kuat menunggu Julien's. Menurunkan sedikit egonya, dia datang menemui salah seorang pekerja restoran. Kedatangan dari Marrisa untuk bertanya perihal Julien's yang tak urung datang ke restoran.. Padahal hari sudah semakin siang.


"Apakah saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Marrisa.


"Kemana Julien's. Mengapa dia belum sampai hingga sekarang?" tanya Marrisa.

__ADS_1


"Sepertinya chef Julien's hari ini datang ke outlet lain. Ada sedikit masalah di outlet lain. Sehingga dia harus pergi ke sana." jawab pekerja restoran tersebut.


"Kamu tidak berbohong?" tanya Marrisa dengan wajah kurang percaya.


"Untuk apa saya berbohong. Saya mengatakan yang sejujurnya. Chef Julien's memang tidak ada di dalam. Jika anda tida percaya, silakan masuk ke dalam restoran." tegas pegawai tersebut.


Marrisa pun akhirnya percaya dengan ucapan dari pegawai restoran tersebut. Dia memang tidak melihat kedatangan seorang Julien's sedari tadi.


Marrisa yang sudah bosan berada di depan restoran. Akhirnya memilih untuk segera pergi dari restoran tersebut. Mungkin hari ini bukan hari keberuntungan bagi seorang Marrisa. Sehingga dia tidak bisa bertemu dengan seorang Julien's. Padahal Marrisa begitu rindu dengan sosok Julien's yang sangat di dambakan oleh dirinya tersebut.

__ADS_1


Marrisa kembali menaiki mobilnya menuju kantor. Di dalam mobilnya tersebut, Marrisa mulai meluapkan kekesalannya terhadap Julien's. Dia tak bertemu dengan Julien's, padahal Marrisa begitu berharap bisa bertemu dengan Julien's di hari ini.


__ADS_2