
Melihat bagaimana Nania yang kembali mesra dengan Alex. Rasanya begitu berat bagi seorang Julien's. Apalagi Nania adalah istri dari Julien's, tidak mungkin seorang suami rela melihat istrinya bermesraan dengan pria lain. Walaupun Alex sendiri adalah adik dari seorang Julien's. Namun tetap saja masih ada rasa cemburu yang mulai membakar hati seorang Julien's terhadap Alex.
Menghabiskan teh hangatnya di atas balkon rumahnya. Julien's terus teringat akan momen ketika Alex memberikan senyuman manis pada Nania. Kemudian di balas oleh Nania dengan senyuman tak kalah manis juga. Itu yang membuat Julien's begitu cemburu. Hal kecil, tapi cukup membuat hatinya begitu remuk.
Pagi yang sudah mulai habis, harus segera di isi oleh Julien's dengan sebuah sarapan. Mungkin Nania sudah menyiapkan sarapan untuk semua anggota keluarganya. Hingga Julien's harus segera datang untuk menyantap sarapan pagi yang Nania sudah siapkan. Julien's berharap Alex tidak ada di meja makan. Jika Alex masih ada di rumahnya, bukan tidak mungkin selera makan Julien's secara tiba-tiba akan hilang begitu saja melihat wajah Alex di meja makan.
Beruntung bagi seorang Julien's, tidak ada Alex di meja makan. Begitu juga Beatrice yang merasa tidak memiliki selera makan. Enggan untuk datang ke meja makan. Hingga sarapan pagi itu hanya di isi oleh Julien's dan ketiga anak, serta Nania.
Nania menyambut kedatangan Julien's ke meja makan dengan senyuman. Tapi Julien's justru membalas dengan raut wajah penuh kekesalan. Dia tidak terlihat bahagia sama sekali, sehingga Nania begitu bingung dengan sikap dingin yang di tunjukkan oleh Julien's pada dirinya.
Nania mencoba mengoleskan roti untuk Julien's, tapi pria berusia 42 tahun itu justru menolak roti dari Nania. Dia memilih untuk mengoleskan sendiri roti miliknya. Dengan selai yang berbeda dari selai yang di oleskan oleh Nania sebelumnya. Julien's terlihat begitu marah pada seorang Nania.
Nania benar-benar bingung dengan sikap dingin yang di tunjukkan oleh Julien's pada dirinya. Sikap dingin dari seorang Julien's itu benar-benar membuat batin Nania sedikit terkoyak. Mengingat apa yang di lakukan oleh Julien's, secara tidak langsung membuat Nania begitu salah tingkah. Dia tidak mengerti apa yang membuat Julien's terdiam dingin seperti itu pada dirinya. Hingga Nania harus bisa membuat Julien's kembali bisa tersenyum lebar.
__ADS_1
Sepanjang sarapan itu pun hanya di isi dengan sebuah desir angin yang berhembus dengan begitu kencangnya. Tidak ada obrolan apapun, padahal ini adalah waktu yang tepat bagi Nania dan Julien's untuk mengobrol serius dalam masa depan keduanya. Tapi Julien's justru tidak bersemangat untuk membuka pembicaraan dengan seorang Nania. Hingga Nania pun hanya bisa terdiam dengan semua sikap yang di tunjukkan oleh Julien's pada dirinya.
Nania pun akhirnya hanya mengobrol dengan dua anak sambungnya. Dia mengajak Theo dan Romeo untuk menceritakan keseharian mereka selam bersekolah di hari kemarin. Hal apa saja yang menarik yang terjadi di sekolah di hari kemarin. Itu menjadi sebuah obrolan yang menarik bagi seorang Nania, daripada harus diam terus menerus.
Theo dan Romeo pun menceritakan pengalaman mereka di hari kemarin. Keduanya hampir sama, menceritakan kebahagiaan yang cukup besar di hari kemarin. Di mana Theo akhirnya bisa membuat sebuah gambar yang baik. Walaupun akhirnya gambar dari Theo itu di rusak oleh teman sekelasnya.
Theo pun menceritakan jika dirinya telah memaafkan teman sekelasnya tersebut. Walaupun Theo masih sedikit kesal pada temannya tersebut. Sebab itu adalah gambar terbaik yang pernah Theo buat.
Sama seperti Theo yang sudah memaafkan temannya tersebut. Romeo juga tidak menaruh dendam apapun pada temannya tersebut. Walaupun ada sedikit rasa kesal dari seorang Romeo pada temannya tersebut. Tapi tetap saja Romeo harus bisa menerima permohonan maaf dari temannya tersebut.
Dua cerita dari anaknya, telah menampar seorang Julien's. Dia seolah marah pada Nania tanpa sebab. Tidak menegurnya sama sekali, sikap Julien's itu seperti seorang anak kecil yang berantem. Sehingga Julien's harus bisa merubah sikap yang kurang dewasanya tersebut. Sebab jika Julien's tidak mengubahnya, bukan tidak mungkin anaknya pun akan melakukan hal yang sama.
Julien's mantap untuk kembali berbicara dengan Nania. Tapi Julien's bingung untuk memulai pembicaraan baru dengan Nania tersebut. Dia merasa belum menemukan topik pembicaraan yang tepat untuk di angkat dalam obrolan dengan Nania.
__ADS_1
Akhirnya Julien's pun menemukan sebuah ide yang cukup baik yang bisa di lakukan oleh dirinya dalam membuka obrolan dengan Nania. Dia sengaja turut larut dalam obrolan dengan Theo dan Romeo. Hingga Julien's pun meledak Nania yang di anggap oleh dirinya sebagai seorang tukang ngambek.
Nania tak terima dengan ucapan dari Julien's. Dia langsung menginjak kaki kiri Julien's dengan begitu kerasnya. Bukannya kesakitan dan menyudahi ledekan darinya pada seorang Nania. Julien's justru terus membuat lelucon pada Nania. Hingga suasana pun kembali mencair dengan begitu saja.
Di saat suasana yang sudah kembali mencair, Julien's pun mengungkapkan bagaimana dirinya begitu mencintai seorang Nania. Hingga dia merasa begitu sedih saat Nania harus berdekatan dengan pria lain.
Akhirnya Nania pun sadar akan sikap dingin yang di tunjukkan oleh Julien's pada dirinya. Ternyata Julien's cemburu akan Alex yang kembali mencoba mendekati seorang Nania. Padahal Alex hanya mencoba memberikan tiket pada Nania. Tidak membawa hal lainnya, tapi Julien's cukup cemburu dengan hal tersebut.
Nania pun mengatakan jika dirinya tidak akan pernah berpindah hati. Cinta Nania akan selamanya untuk Julien's. Sekalipun Alex memiliki segala hal yang tidak di miliki oleh Julien's. Usia, ketampanan dan apapun itu. Nania akan tetap bersama dengan Julien's yang merupakan suaminya sendiri.
Julien's pun hanya bisa tersenyum akan apa yang di sampaikan oleh Nania pada dirinya. Dia tak menyangka Nania akan mengatakan hal tersebut. Dia berharap Nania akan konsisten dengan ucapannya dari dirinya, hingga cinta keduanya akan abadi. Sampai maut yang akan benar-benar memisahkan keduanya.
Marrie yang berada di meja makan, justru melihat apa yang di tunjukkan oleh Julien's dan Nania itu sangat berlebihan. Hingga Marrie memilih untuk menyudahi sarapan dari dirinya. Walaupun masih ada sedikit roti yang tersisa di atas piringnya.
__ADS_1