
Julien's mengejutkan Nania. Tiba-tiba dia sudah berada diatas kasur Nania. Julien's memeluk Nania dari arah belakang. Nania yang tak menyadari keberadaan Julien's. Seketika terkejut dengan keberadaan Julien's disampingnya.
Merasakan Nania terkejut. Julien's yang awalnya mencoba kembali tertidur. Tiba-tiba kembali bangun. Julien's kembali melek dengan wajah yang masih mengantuk.
"Kenapa sayang?" Tanya Julien's.
"Aku pikir kamu siapa. Makanya aku terkejut." Jawab Nania.
Julien's mencoba merangkul tubuh Nania. Kemudian dia langsung memberikan sentuh pada tubuh Nania berupa ciuman di beberapa area tubuhnya. Julien's semakin liar menciumi tubuh Nania yang terus bergairah dengan sentuhan yang Julien's berikan.
Julien's menghentikannya ciuman yang dia berikan di tubuh Nania. Dia menatap Nania dengan lembut.
"Terima kasih kamu telah memilih aku untuk bersama kamu." Ucap Julien's sendu.
Dengan tatapan penuh cinta, Nania mencoba menerjemahkannya perasaan cinta juga pada Julien's. Tanpa harus mengeluarkan kata-kata yang indah. Nania ingin menyampaikan betapa bahagianya dia juga memiliki seorang Julien's.
Tak butuh waktu lama, keduanya saling menempelkan bibir yang langsung merangsang area sensitif keduanya. Hingga akhirnya waktu yang masih terhitung pagi ini menjadi saksi memadu kasih antara Julien's dan Nania.
Hampir 30 menit memanaskan ranjang Nania dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan. Wajah penuh kepuasan nampak dari Julien's dan Nania. Keduanya begitu merasakan sensasi yang nikmat kala matahari mencoba merangsek naik dari ufuk timur.
Tanpa sehelai kain yang menutupi tubuh keduanya. Nania dan Julien's nampak mesra berpelukan diatas ranjang. Keduanya saling melemparkan canda yang membuat keduanya tertawa. Hingga keduanya begitu merasa beruntung memiliki satu sama lain.
Sinar matahari yang semakin terang memaksa Nania dan Julien's beranjak dari ranjang mereka. Tetapi hati ini adalah hari libur Julien's. Sayang jika hari ini hanya dihabiskan untuk berada di rumah saja. Julien's meminta saran pada Nania untuk menghabiskan waktu libur Julien's dengan bersenang-senang.
Pantai, sepertinya bukan tempat yang asyik. Mall... Ah sudah sering. Bahkan nyaris setiap hari mereka ke mall. Kebun binatang. Cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di kebun binatang. Mengingat waktu libur Julien's juga harus jadi waktu libur untuk anak-anaknya juga.
Julien's menyetujui ide Nania untuk berlibur di kebun binatang. Dimana itu bisa menjadi tempat yang menyenangkan tak hanya dirinya, tetapi kedua anaknya juga. Julien's menyetujui ide cemerlang Nania tersebut.
Usai menghabiskan keromantisan diatas ranjang. Kini kamar mandi Nania juga menjadi tempat untuk keduanya memadu kasih. Bukannya mandi, keduanya malah asyik saling menyentuhkan harta mereka satu sama lainnya. Hingga adegan dewasa di kamar mandi kembali terulang. Seperti sebuah pepatah, berenang sambil minum air. Mandi, sambil bercinta.
Usai mandi di kamar mandi yang berada di kamar Nania. Julien's keluar dari kamar Nania hanya dengan mengenakan handuk yang menutupi bagian bawah pusar hingga lutut atasnya. Handuk warna putih itu menerawang sedikit jendolan dibawah pusar Julien's.
__ADS_1
Tepat di depan pintu kamar Nania. Beatrice melintas, dia berpapasan dengan Julien's yang baru mandi diluar kamar Nania. Melihat Julien's hanya mengenakan handuk. Beatrice sudah meyakini jika Julien's dan Nania sudah melakukan hubungan suami istri.
Dengan wajah ketus Beatrice menyindir Julien's yang masuk kedalam kamar Nania sebelum pukul 6 pagi. Padahal dalam peraturan yang telah disepakati, Julien's sepenuhnya milik Beatrice dari jam 12 malam hingga jam 6 pagi. Sehingga sebelum melewati pukul 6 pagi. Seharusnya Julien's masih berada di tempat tidur bersama Beatrice. Bukan malah tidur dengan Nania.
Julien's yang menyadari kesalahannya, mencoba meminta maaf pada Beatrice. Tetapi Beatrice mengacuhkannya. Dia memilih pergi dengan sebuah kalimat yang mengiris hati. Suami pembohong. Dia kata yang cukup menjadi sebuah kalimat yang mengiris hati Julien's.
Berusaha untuk tenang. Julien's tetap berjalan menuju kamarnya utama untuk mengganti pakaiannya. Mengenakan kaos serta celana pendek berwarna krem. Julien's ingin memasak untuk bekal selama di kebun binatang.
Sementara Julien's masak di dapur. Nania dengan jiwa keibuannya, mencoba membangunkan dua anak tirinya yang masih tertidur. Pertama Theo, dengan penuh kelembutan. Nania membangun Theo dengan bagian wajahnya. Theo yang merasakan sentuhan Nania. Seketika terbangun. Wajah gemes Theo langsung membuat Nania ingin memeluknya. Nania pun langsung memeluk Theo diatas kasurnya.
Theo sudah bangun. Kini Nania bergegas ke kamar Romeo. Romeo yang senang dengan keadaan lampu mati ketika tidur. Memaksa Nania harus menyalakan terlebih dahulu stopkontak di kamar Romeo. Begitu lampu di kamar Romeo telah menyala. Nania langsung mencium pipi kanan Romeo untuk membangunkannya.
Butuh hampir 3 kali ciuman lembut yang diberikan Nania untuk membangunkan Romeo. Itu pun Romeo kembali mencoba tidur. Sebab dia merasa masih mengantuk. Tetapi ajakan Nania untuk pergi ke kebun binatang. Akhirnya membuat Romeo bersemangat untuk bangun. Dia langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi.
Ditemani oleh Nania, Romeo dan Theo nampak asyik menikmati shower yang menguyur keduanya. Busa yang dihasilkan dari sabun dan sampo yang mereka pakai, semakin menambah keseruan mandi di pagi hari tersebut. Keduanya nampak asyik menikmati mandi pagi hari ini.
20 menit mandi, plus main-main di kamar mandi. Kini Romeo dan Theo bersiap-siap untuk mengganti pakaian mereka. Theo mengganti pakaiannya sendiri. Sementara Romeo yang masih dibawah 6 tahun, harus mengganti pakaian oleh Nania. Kedua jagoan dari Julien's itu telah siap dengan pakaian bagus mereka.
Selesai memandikan Theo dan Romeo. Kini giliran Nania yang bersiap-siap untuk mengganti pakaiannya. Nania sempat berpapasan dengan Marrie saat akan menuju kamarnya. Nania menawarkan pada Marrie untuk ikut bersamanya ke kebun binatang. Tetapi Marrie dengan kasarnya menolak ajakan dari Nania tersebut. Dia tak Sudi jalan-jalan dengan perempuan seperti Nania yang merusak rumah tangga orang. Juga persaudaraan antara ayahnya dengan Alex.
Berbarengan dengan masakan Julien's matang. Nania juga telah menyelesaikan sedikit make up dengan pakaian yang begitu casual. Namun sebelum berangkat, sepotong roti menjadi pengganjal perut untuk semuanya. Dengan mobil Porsche andalan Julien's. Mereka berempat berangkat menuju kebun binatang yang berada tak jauh dari pusat kota.
Melihat Julien's liburan bersama Nania dan kedua anaknya. Rasa cemburu dalam diri Beatrice kembali muncul. Dia yang tak terima Nania bersenang-senang dengan Julien's, langsung merancang siasat jahat.
Beatrice mengubungi Alex. Beatrice memberitahu Nania kita sedang berada di kebun binatang bersama Julien's dan kedua anaknya. Alex yang masih berharap pada Nania, langsung bergegas dari rumahnya untuk bertemu dengan Nania di kebun binatang.
Menepi terlebih dahulu disebuah mini market. Julien's memborong banyak cemilan untuk menjadi teman selama di kebun binatang. Hampir dua kantong besar cemilan menjadi teman selama perjalanan dan saat berada di kebun binatang.
Tiba di kebun binatang, kegembiraan langsung diluapkan oleh kedua anak Julien's. Baik Theo maupun Romeo sama-sama bahagia dapat ke kebun binatang bersama Nania dan ayahnya. Keduanya langsung mengajak Nania dan Julien's melihat koleksi hewan yang ada di kebun binatang tersebut.
Pertama Theo dan Romeo ingin melihat koleksi hewan buas yang ada di kebun binatang tersebut. Hewan seperti Singa, Harimau, Buaya maupun Macan menjadi hewan-hewan yang didatangi oleh mereka berempat.
__ADS_1
Bosan dengan hewan buas, koleksi burung-burung yang ada di kebun binatang itu juga cukup keren untuk dikunjungi. Dimana Mereka berempat bisa bermain bersama burung-burung yang ada di kebun binatang tersebut.
Romeo kurang berani untuk memegang burung yang telah terlatih tersebut. Hingga dia menangis begitu burung itu bertengger di atas bahunya.
Tangisan yang Romeo cukup menggemaskan bagi Julien's dan Nania. Keduanya justru malah memotret momen-momen ketakutan Romeo akan burung yang bertengger diatas bahunya.
Alex nampak gelisah, bukan sedang menghadapi pasien. Tetapi rasa rindu yang menggebu di hatinya pada Nania. Membuat Alex begitu gelisah untuk bertemu. Mengingat Nania saat ini berada di kebun binatang, tempat dimana dia bebas untuk mendekati Nania.
Beralasan urusan keluarga. Alex meminta izin untuk keluar sebentar. Permintaan Alex dipenuhi, dia diizinkan untuk pergi keluar sebentar. Tetapi dalam waktu dua jam kedepan, dia harus segera kembali ke rumah sakit. Alex berjanji.
Secepat mungkin Alex memacu mobilnya. Dia ingin segera bertemu dengan Nania. Rasa rindunya cukup membuat Alex menepikan keselamatannya kala mengendarai mobil. Dia memacu mobil dengan kecepatan tinggi, demi bertemu dengan Nania.
Diparkiran kebun binatang, Alex melihat mobil Julien's yang terpampang dengan begitu elegannya. Dia tak peduli Julien's berada di kebun binatang bersama Nania. Tetapi dia tetap ingin bertemu dengan Nania, walaupun Julien's sudah pasti menghadangnya.
Alex mencoba mencari keberadaan Nania ke setiap sudut kebun binatang. Tetapi Alex tak menemukannya. Hingga akhirnya keberuntungan benar-benar berpihak pada Alex. Dimana dia melihat Nania yang bersama Julien's dan kedua anak Julien's tengah berada di tempat penyewaan sepeda.
Alex langsung menghampiri mereka. Dengan senyuman yang menggoda, Alex menyapa Nania. Dia mengabaikan Julien's yang jelas-jelas berada di samping Nania.
Baik Nania maupun Julien's, sama-sama terkejut dengan keberadaan Alex. Keduanya tidak mengetahui bagaimana Alex bisa datang ke kebun binatang untuk mengganggu waktu kebersamaan Nania dengan Julien's.
Berbeda dari Nania dan Julien's yang tidak nyaman dengan kedatangan Alex. Kedua anak Julien's justru menyambut gembira kedatangan dari Alex. Keduanya langsung memeluk Alex yang sudah tidak tinggal di rumah mereka. Bahkan Theo mengajak Alex untuk bersepeda bersamanya.
Ajakan dari Theo diterima oleh Alex. Tetapi Alex menantang Julien's untuk balap sepeda dengan membonceng Romeo. Sementara Theo berada di boncengan dari Alex.
Julien's yang tak ingin kalah dari adiknya sendiri, menerima tawaran itu. Tetapi ada sebuah syarat yang diminta oleh Alex. Jika dia menang dalam perlombaan tersebut. Alex diizinkan untuk kembali mendekati Nania. Tetapi jika Alex kalah, dia berjanji akan menjauhi Nania untuk selamanya.
Ide gila itu langsung ditolak oleh Nania. Dia enggan menjadi bahan taruhan antara Julien's dan Alex. Tetapi sikap provokatif yang ditunjukkan oleh Alex pada Julien's. Akhirnya membuat Julien's menerima tawaran dari Alex tersebut. Dia pun mau menerima tantangan dari Alex. Julien's berjanji untuk memenangkan perlombaan tersebut demi Nania.
Nania memilih menepi dari perlombaan itu. Dia menjauh dari perlombaan tersebut. Sementara Julien's yang telah masuk kedalam perangkap Alex, nampak menggebu-gebu dengan tantangan yang diberikan oleh Alex. Dia optimistis bisa menang dalam perlombaan tersebut.
Satu... Dua.... Tiga... Julien's dan Alex mengayuh sepeda mereka secepat mungkin. Julien's memimpin diawal-awal. Tetapi tenaga Julien's yang setengah dari tenaga Alex, perlahan melambat. Alex dengan tenaga kudanya, menyalip Julien's. Dia memimpin perlombaan. Hingga garis finish, Alex tetap berada di posisi pertama. Alex pun berhak untuk kembali mendekati Nania sebagai hadiah dari kemenangan yang di dapat.
__ADS_1
Nania begitu kecewa dengan Julien's yang mau menerima tawaran dari Alex. Terlebih dia merelakan Nania untuk dijadikan sebagai bahan taruhannya. Kekecewaan yang Nania rasakan, langsung diluapkan dengan pergi meninggalkan Julien's. Julien's mengakui kesalahannya, sehingga dia membiarkan Nania untuk menenangkan diri.
Kemenangan mutlak dari Alex. Tak hanya membuat Julien's kalah. Alex juga semakin membuat Julien's kesal. Dia mengatakan bahwa besok malam dirinya akan membawa Nania untuk bertemu dalam acara ulang tahun kepala rumah sakit. Julien's dilarang keras untuk melarang Alex membawa Nania. Terlebih Julien's kalah dalam hal taruhan. Sehingga Alex bebas mengajak Nania.