SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA MENONTON FILM BERSAMA MERTUANYA


__ADS_3

Derasnya hujan yang seolah tak ada akhirnya. Memaksa Nania tak bisa pergi keluar rumah. Dia hanya bisa melihat hujan yang mulai menari, mengikuti perputaran angin yang cukup kencang.


Beberapa ranting mulai tumbang, tak kuat menahan kencangnya angin yang datang. Puluhan bunga di halaman rumah juga ikut tumbang. Terbawa derasnya hujan dan angin.


Ibu Alex yang bernama Nancy akhirnya menghampiri Nania. Dengan sekuat tenaga, dia keluar dari kamarnya. Untuk bersama Nania melihat derasnya hujan di balik jendela rumah.


"Saya dulu senang banget saat hujan seperti ini." Ucap Ibu Alex.


"Senang kenapa?" Tanya Nania penasaran.

__ADS_1


"Ketika hujan tiba, semua orang ada di rumah. Aktivitas di hentikan. Sehingga kita bisa merasakan suasana rumah yang lebih nyaman lagi. Ada tawa yang mungkin tergambar begitu saja. Begitu juga dengan ketakutan, saat petir mulai menyambar. Tapi semua saling menguatkan, hingga rasa takut itu hilang begitu saja." Jelasnya dengan begitu terperinci.


"Aku juga seperti itu. Ketika hujan mulai datang, aku biasanya memasak pop corn. Terlebih jika hujan tersebut tak berhenti. Ini mungkin waktu paling pas untuk menonton film di rumah. Film yang bagus untuk ditonton." Ujar Nania dengan penuh semangat.


"Apa film favorit kamu?" Tanya Ibu Alex penasaran.


"Sebenarnya banyak, tapi aku lebih suka dengan film romantis. Terkadang aku merasakan seperti menjadi tokoh utama yang mendapat cinta dari si pria. Itu cukup berkesan untukku." Terang Nania tetap dengan penuh semangat.


"Mungkin aku akan membuat sedikit cemilan di dapur. Tapi aku harap di freezer ada jagung yang bisa kita jadikan pop corn." Ucap Nania penuh harap.

__ADS_1


"Semoga saja. Aku harap demikian." Ucap ibu Alex.


Nania segera menuju dapur, sementara ibu Alex mulai mendorong kursi roda miliknya menuju tempat menonton film. Dimana ada satu ruangan khusus yang di desain khusus untuk menonton film. Ruangan setara kamar Nania itu, memiliki fasilitas super lengkap. Hingga bisa menonton film dengan cukup nyaman.


Nania membuka lemari pendingin di dapur. Melihat kearah bawah lemari pendingin itu. Tak ada jagung yang bisa di jadikan pop corn. Hanya telur yang masih utuh di dalam sebuah nampan besar. Tapi untuk apa telur itu?


Mungkin omelette bisa jadi menu cemilan yang pas untuk menonton film. Terlebih jika di campur dengan saus tomat yang sedikit pedas. Tentu itu bisa membangkitkan selera makan. Nania pun berniat untuk membuat telur omelette yang tentu lezat.


Begitu semua bahan telah di siapkan, Nania langsung mengeksekusi semua bahan itu untuk menjadi omelette super lezat yang akan disantap oleh dirinya dan mertua. Skill memasak Nania, semakin hari semakin bertambah. Dimana Nania mulai bisa meniru gaya masak Julien's yang super rapi, bersih dan cepat. Hingga Nania bisa memasak sesuai arahan dari Julien's.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, omelette buatan Nania akhirnya terhidang dengan begitu menggiurkan. Di tambah sedikit saus yang dituang di wadah kecil. Omelette itu siap disantap oleh Nania bersama mertuanya.


Begitu Nania membawa omelette itu. Film yang hendak di tonton oleh Nania, telah memasuki menit awal. Hingga Nania langsung bergabung bersama ibu mertua. Dia begitu semakin dekat dengan ibu mertuanya itu. Terlebih saat ibu mertuanya itu memuji omelette buatan Nania yang lezat. Seketika Nania seperti sedang dalam keadaan terbang tinggi. Sebuah mimpi yang dahulu Nania begitu impikan.


__ADS_2