SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PELAJARAN DARI JULIEN'S UNTUK MARRIE


__ADS_3

Keputusan dari Oscar untuk berhenti bekerja di restoran Julien's, sempat menjadi pertanyaan besar bagi Julien's. Dia heran mengapa Oscar keluar dari pekerjaan tersebut. Sehingga ada sekelumit pertanyaan besar yang masih menjadi misteri bagi seorang Julien's.


Pertanyaan besar itu akhirnya terjawab dengan sendirinya. Marrie adalah orang yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang muncul dari dalam diri seorang Julien's.


Marrie mengatakan jika Oscar saat ini bersekolah di sekolah Marrie. Bahkan Oscar berada di kelas Marrie, dia juga duduk di belakang Marrie. Hal yang membuat Marrie semakin bersemangat untuk pergi ke sekolah.


Marrie juga menceritakan bagaimana Oscar bisa bersekolah di sekolah Marrie yang merupakan salah satu sekolah dengan biaya termahal di kota Nice. Marrie bercerita bahwa sebenarnya Oscar adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya yang sempat hilang. Oscar pun melakukan tes DNA. Hingga hasil dari tes tersebut, menunjukkan Oscar adalah anak dari pengusaha tersebut. Oscar langsung di sekolahkan kembali di sekolah tempat Marrie menuntut ilmu.


"Siapa ayah Oscar?" tanya Julien's dengan begitu penasaran.


"Setahu aku namanya adalah tuan Nick. Dia memiliki bisnis restoran seperti ayah juga." jawab Marrie dengan begitu jelasnya.

__ADS_1


Julien's terkejut, ternyata Oscar adalah anak dari musuhnya sendiri. Orang yang selalu berusaha membuat restoran Julien's hancur. Nick, orang yang sejak dulu dendam pada seorang Julien's.


Marrie juga menceritakan bagaimana kehidupan Oscar yang berubah setelah bertemu dengan keluarganya. Di mana kini Oscar hidup dengan kehidupan yang lebih baik lagi. Semua kebutuhan Oscar bisa terpenuhi dengan baiknya oleh Nick. Selain itu, Nick juga memberikan sebuah sebuah mobil mewah pada Oscar. Menggantikan mobil mewah yang di berikan oleh Julien's pada Oscar.


"Tapi apakah Nick tahu, jika kamu adalah anak ayah?" tanya Julien's kembali.


"Dia tahu. Bahkan dia sering menanyakan kabar ayah pada Marrie." jawab Marrie.


Julien's berpikir Nick sudah tidak dendam lagi pada dirinya. Dia sudah tidak memiliki keinginan untuk menghancurkan Julien's. Mengingat apa yang di lakukan oleh Nick semuanya sia-sia. Dia hanya tersenyum tertawa bawa nafsu sesaat saja. Hingga Nick tanpa kendali, berusaha untuk menjatuhkan Julien's yang di anggap lebih dulu menjatuhkan usaha orangtua Nick terdahulu.


Baru saja berpikir positif akan Nick yang mulai kembali ke jalan yang lurus. Julien's harus menerima kenyataan pahitnya. Ternyata Nick tidak sepenuhnya berubah.

__ADS_1


Nania yang baru pulang belanja dari supermarket, menceritakan semua rasa ingin tahu dari seorang Nick. Hingga Nick mengatakan pada Nania, jika dirinya adalah seorang selir bagi seorang Julien's. Sakit rasanya bagi Nania mendapatkan perlakuan dari Nick tersebut.


Marrie yang mendengar semua cerita dari Nania. Tidak berempati sama sekali pada Nania. Dia justru terlihat membela Nick, bagi Marrie Nania memang hanya layak untuk menjadi selir saja. Budak pemuas nafsu bagi seorang Julien's.


Ucapan dari Marrie, tidak hanya melukai hati seorang Nania. Tapi juga melukai hati seorang Julien's. Dia tak terima Nania mendapatkan perlakuan seperti itu dari anaknya sendiri. Julien's membentak Marrie, dia meminta Marrie untuk meminta maaf pada Nania. Sehingga Nania tidak akan bersedih lagi dengan apa yang di ucapkan oleh Marrie.


Namun Marrie menolak untuk meminta maaf pada seorang Nania. Marrie rasa apa yang dia ucapkan pada seorang Nania adalah sebuah kebenaran. Sehingga tidak ada yang harus Marrie tarik dari ucapannya tersebut. Semuanya sudah sangat jelas, Nania adalah selir bagi seorang Julien's. Sebab istri utama dari Julien's adalah Beatrice, ibunya sendiri.


Julien's emosi dengan apa yang di katakan oleh Marrie pada seorang Nania. Dia langsung menampar Marrie dengan begitu kerasnya. Hingga Marrie langsung menangis usai mendapatkan tamparan keras dari Julien's tersebut.


Marrie berlari ke arah kamarnya. Dia lalu mengunci pintu kamarnya dengan begitu rapat. Dia harap, Julien's tidak akan bisa membuka pintu kamarnya. Sehingga Marrie bisa beristirahat dengan tenang di dalam kamarnya. Tidak ada gangguan yang di berikan oleh Julien's dan Nania pada dirinya.

__ADS_1


"Aku pikir kamu terlalu keras pada Marrie sayang." ucap Nania.


Julien's menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa. Dia menutup seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia hanya bisa menyesali perlakuan kasar yang dia tunjukkan pada seorang Marrie. Hingga Julien's menangis dengan apa yang telah di perbuatnya.


__ADS_2