
Alex nampak tak begitu semangat kala bangun dari tempat tidurnya. Ibunya mengetuk pintu kamar Alex yang dia pikir Alex masih tertidur disana. Alex sendiri sudah duduk diatas kasurnya sambil menyalakan ponselnya.
Satu persatu aplikasi pesan dia buka. Alex membuka satu persatu pesan yang memenuhi aplikasi pesannya. Tapi dari sejumlah aplikasi yang dia buka. Tak satu pun pesan yang berasal dari Nania. Bahkan pesan di hari kemarin yang Alex kirim pun tak mendapat balasan dari Nania.
Alex kembali menaruh ponselnya. Alex menatap kearah handuk jam dinding yang telah menunjukkan pukul 6 pagi. Masih ada 2 jam untuk Alex bersiap-siap, sebelum berangkat kerja di hari pertamanya.
Alex merenung dengan menekuk kedua kakinya diatas kasur. Dia memikirkan nasibnya yang seakan kurang beruntung dalam hal percintaan. Alex diselingkuhi Anne kala dia ingin serius dengan Anne. Begitu juga dengan Nania yang tiba-tiba dingin, setelah penolakan dilakukan oleh ibu Alex.
Tak jua melihat Alex keluar dari kamarnya. Ketukan pintu dengan kerasnya dilakukan oleh ibu Alex kembali. Dia ingin memastikan Alex sudah benar-benar siap untuk pergi ke rumah sakit di hari pertama dia bekerja.
Alex yang sedang merenung, tiba-tiba terkejut begitu ibunya kembali mengetuk pintu kamar. Dengan segera Alex bergegas dari kasurnya menuju kamar mandi yang berada di kamarnya juga.
30 menit mandi, Alex dengan sebuah kemeja bermotif garis vertikal keluar dari kamarnya. Penampilan gagah dan ganteng Alex langsung dipuji oleh ibunya kala mendatangi meja makan.
__ADS_1
Alex sarapan hanya dengan semangkuk sereal dengan segelas susu murni. Usai mengisi perut dengan sereal dan segelas susu. Alex meminta izin untuk pergi ke rumah sakit.
Tak hanya memberi izin, tetapi ibunya juga memberikan doa dan nasehat untuk Alex. Dia berdoa untuk hari pertama Alex sebagai dokter. Nasehatnya juga cukup bijak untuk Alex. Dimana Alex diminta untuk jujur dan bertanggung jawab dengan pekerjaan yang dia emban. Sebab pekerjaan Alex berhubungan langsung dengan hayat hidup seseorang.
Laksanakan! Alex berjanji untuk melaksanakan setiap nasehat yang diberikan oleh ibunya. Dia akan menjalankan tugasnya sebagai dokter dengan penuh tanggung jawab.
Sekuat apapun Alex menyembunyikan perasaan sedihnya di depan ibunya. Tetapi Alex kembali murung saat berada didalam mobilnya. Alex tetap merasakan sesuatu yang hambar dengan apa yang dia jalani hari ini. Kesedihan kembali menyelimuti Alex.
Tiba di rumah sakit, Alex langsung bertemu dengan tuan Sam yang merupakan kepala rumah sakit. Alex mendapatkan sedikit petunjuk dan peraturan dari rumah sakit yang akan menjadi tempatnya bekerja.
Usai mendapat arahan, Alex pun diberikan kesempatan untuk bertanya. Tetapi penjelasan yang cukup jelas dan terperinci dari kepala rumah sakit. Tak ada pertanyaan dari Alex untuk semua penjelasan dari kepala rumah sakit.
Alex sebagai dokter baru di rumah sakit tersebut, mendapatkan bagian sebagai dokter umum. Mengingat posisi lain yang sudah terisi, membuat Alex harus menempati posisi sebagai dokter umum. Tidak buruk, Alex bisa mengobati berbagai jenis penyakit yang diderita oleh banyak orang.
__ADS_1
Pasien pertama Alex adalah Aurille. Aurille dilarikan ke rumah sakit usai meminum terlalu banyak obat pencahar, dalam upayanya untuk diet.
Tak ada rasa gugup yang terlihat dari wajah Alex. Dia terlihat seperti seorang dokter dengan jam terbang yang cukup. Tak ada keraguan dalam melakukan pemeriksaan. Alex melakukannya dengan begitu baik dan sesuai prosedur.
Usai pemeriksaan, Alex meminta Aurille untuk menghentikan konsumsi obat pencahar yang menjadi salah satu cara dietnya. Sebab diet dengan cara seperti itu cukup beresiko yang bisa menyebabkan kematian. Sehingga Aurille diminta untuk mengurangi konsumsi obat tersebut.
Bukannya fokus pada ucapan dari Alex akan obat pencahar. Tetapi Aurille begitu terpesona akan wajah tampan Alex yang begitu sedap dipandang. Terlebih dengan jas dokter berwarna putih yang Alex kenakan. Nampak semakin membuat Alex terlihat mempesona.
Aurille bengong ketika Alex memberinya saran. Sehingga Saran dari Alex tak dapat dia tangkap. Aurille tak meminta Alex untuk mengulangi sarannya pada Aurille. Tetapi Aurille hanya ingin kontak personal dari Alex.
Alex tak memberinya kontak personal dia. Alex hanya memberikan kontak rumah sakit, jika Aurille ingin berkonsultasi perihal keluhannya.
Aurille tetap berusaha mencari cara agar dokter muda nan ganteng itu memberinya kontak personal. Dengan cara memohon Aurille berharap bisa mendapatkan kontak dari Alex. Tetapi Alex tetap tidak memberikan kontak personalnya pada Aurille.
__ADS_1
Akhirnya sebuah ancaman dari Aurille meluluhkan hati Alex untuk memberinya kontak personal. Aurille mengancam akan meminum obat pencahar itu kembali, jika Alex tidak memberikan kontak personalnya. Akhirnya dengan berat hati, Alex memberikan kontak personalnya pada Aurille. Aurille seketika berteriak kegirangan, walaupun perutnya masih terasa sedikit sakit.