
Kenangan akan mantan pacar Anne yang berselingkuh begitu membekas dalam hati Alex. Sebulan sebelum wisuda, Alex dengan matanya sendiri melihat perempuan yang dia harap akan jadi istrinya kelak justru tidur dengan laki-laki lain. Seketika hati itu juga Alex langsung memilih untuk mengakhiri hubungan dengan Anne. Walaupun Anne dengan sekuat tenaga berusaha memberikan penjelasan pada Alex.
Sekalipun tak ada maaf yang Alex berikan pada Anne. Tetapi Anne tetap berusaha mendapat maaf dari Alex. Terlebih ketika selingkuhan Anne mulai mencampakkan Anne. Dia berusaha kembali ke hati Alex.
Mengetahui Alex telah kembali ke Prancis. Anne menyusul Alex ke Prancis. Dia menyewa hotel mewah selama tinggal di Prancis, dalam misi utama merebut maaf dari mulut Alex.
Misi utama Anne adalah merebut kembali hati ibu Alex yang terkenal sebagai gold digger. Dia membawa sebuah berlian mewah yang tentu akan dihadiahkan pada ibu Alex sebagai sebuah kado. Anne adalah salah satu anak konglomerat yang ada di Nice. Anne memilih pindah ke Amerika Serikat setelah melakukan kuliah disana.
Dengan harapan berlian berkilau itu akan membuat ibu Alex luluh. Anne mulai masuk kedalam rumah Alex yang begitu luas. Dia duduk di ruang tamu dengan paper bag berwarna coklat berisi berlian itu diatas paha mulus. Dengan gaun yang super ketat, Anne nampak anggun ketika duduk di sofa ruang tamu milik ibunda Alex.
Hampir 15 menit, akhirnya ibu Alex yang ditunggu datang. Senyum merekah yang diberikan oleh Anne dibalas dengan sebuah amukan yang berisi cacian dari ibunda Alex begitu datang. Dia mencaci Anne yang berusaha minta maaf.
Anne berlutut di kaki ibunda Alex. Anne berusaha meyakinkan bahwa dirinya tidak akan mengulangi perbuatan kejinya tersebut. Sehingga Anne meminta kesempatan kedua kepada ibunda Alex. Tetapi ibunda Alex yang terlanjur kecewa pada Anne tetap pada prinsipnya untuk tidak memaafkan perbuatan Anne. Dia langsung menyeret Anne keluar dari rumahnya.
Tangisan dari seorang Anne tak terbendung. Dia tak henti menangis sambil sesekali meminta maaf pada ibunda Alex. Kalimat memohon yang Anne tak mempan untuk ibunda Alex memaafkan kesalahannya tersebut.
Berlian yang Anne bawa pun tak mempan untuk ibunda Alex dalam memberikan maaf pada Anne. Dia melempar berlian milik Anne itu di depan muka Anne. Padahal dirinya dikenal sebagai seorang kolektor berlian mahal.
Anne pulang dengan sia-sia. Tak ada maaf yang bisa dia dapat dari ibu Alex. Padahal hal pertama untuknya kembali mendapatkan cinta Alex adalah restu dari ibunya. Tetapi restu itu tak ia dapat, otomatis peluang dirinya kembali mendapatkan cinta Alex semakin kecil.
Didalam mobil, Anne benar-benar meluapkan semua amarahnya. Dia berteriak menyesali perbuatannya di masa lalu yang berselingkuh dibelakang Alex. Begitu juga tisue didalam mobil yang dia robek-robek. Menciptakan sampah yang cukup banyak.
Alex sendiri tengah asyik berbelanja pakaian dengan Nania. Dia membelanjakan banyak baju cantik untuk Nania. Alex jatuh cinta, tetapi dia sedikit ragu untuk menjalin cinta. Sebab masa lalu yang buruk dengan Anne. Menciptakan trauma dalam hatinya.
Usai memborong banyak baju, seperti biasa Alex mencari sebuah restoran untuk sekedar mengisi perut. Bosan dengan restoran yang menyajikan makanan berat. Nania menginginkan makanan pastry yang tentunya manis dan lembut.
__ADS_1
Pilihan Alex jatuh pada sebuah kedai es krim yang letaknya tak jauh dari tempat dia membeli baju. Kedai es krim itu begitu dipadati pengunjung. Banyak pengunjung yang rela mengantri untuk mendapatkan es krim kesukaan mereka.
Untung saja saat itu masih ada satu bangku kosong untuk Alex tempati. Sebuah keberuntungan yang nyaris langka. Mengingat atmosfer yang cukup tinggi akan mencicipi rasa es krim tersebut.
Seperti biasa, Nania menyerahkan pada Alex untuk urusan memesan makanan yang ingin mereka pesan. Alex memesan dua es krim rasa coklat serta beberapa buah donat dengan beragam toping diatasnya.
Pesanan yang disetujui oleh Nania. Mengingat Nania cukup menyukai coklat, apalagi donat. Nania begitu suka akan kue berlubang tersebut.
Dua cup es krim rasa coklat telah tersaji diatas meja. Begitu juga dengan donat bermacam toping yang nampak indah tersusun diatas sebuah piring berwarna putih. Dia gelas air putih semakin menyemarakkan meja tersebut.
Nania yang tak sabar akan es krim itu. Langsung mencoba mengambil untuk menyantapnya. Tetapi tangan Nania langsung di tahan oleh Alex. Nania menatap bingung wajah Alex. Gesture mengangkat tangan yang dilakukan oleh Alex dapat ditangkap oleh Nania sebagai gesture untuk berdoa. Nania akhirnya melakukan doa terlebih dahulu sebelum menyantap es krim yang menggoda tersebut.
Selesai berdoa, Nania tanpa ragu langsung menyantap es krim super lezat tersebut. Dari ekspresi wajahnya, sudah dapat ditebak. Betapa lezatnya es krim tersebut. Hingga Nania tak henti menyantapnya.
Usai menyantap satu cup penuh es krim. Nania melanjutkan dengan donat yang merupakan salah satu makanan favoritnya. Dimulai dengan donat bertoping almond. Lanjut dengan meses hingga toping coklat menjadi santapan lezat untuk Nania.
Kenyang! Nania mengajak Alex untuk kembali ke rumah. Dengan alasan ingin mengajak Romeo dan Theo bermain. Nania meminta Alex segera memacu mobilnya untuk kembali ke rumah.
Alex yang mulai lelah, menyetujui permintaan Nania untuk segera pulang. Dia memacu mobilnya dengan kecepatan yang relatif sedang. Dengan harapan untuk bisa mengobrol banyak hal dengan Nania.
Sial untuk Alex. Ditengah perjalanan menuju rumah. Tiba-tiba ban mobil tersebut mengalami kebocoran. Hingga dengan terpaksa Alex harus menghentikan laju mobilnya.
Alex yang tak memiliki kemampuan dalam hal otomotif. Hanya bisa bergumam memaki mobil mewahnya. Nania yang mulai heran dengan makian Alex pada mobilnya, turun untuk sedikit menenangkan Alex.
"Ada apa?" Tanya Nania.
__ADS_1
"Ban mobilnya bocor." Jawab Alex lesuh.
Nania terdiam mencoba menenangkan Alex yang nampak masih emosi dengan kondisi mobilnya yang begitu menjengkelkan. Nania meminta Alex untuk segera menghubungi montir untuk mengganti ban mobil Alex yang bocor.
Selamat untuk Alex. Tanpa kesulitan, dia segera mendapatkan montir yang bisa membantunya untuk mengganti ban mobilnya yang bocor.
Terik matahari yang menyorot jalanan benar membuat Alex merasakan gerah. Seketika keringat mengucur dari bagian atas kepalanya.
Dengan penuh perhatian, Nania mengelap keringat yang keluar dari kepala Alex menggunakan sebuah tisue. Nania begitu lembut mengelus keringat yang mulai membasahi bagian samping wajah Alex. Kedua mata Alex menatap wajah Nania yang terlihat semakin cantik dari dekat.
Menyadari Alex menatap wajahnya. Nania yang sadar pun segera menghentikan aksinya tersebut. Dia salah tingkah. Kemudian mencoba membuat semuanya seperti normal dengan menanyakan montir mana yang Alex telepon untuk menolongnya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Nania. Alex malah semakin membuat Nania salah tingkah.
Alex mengangkat tangan kanan Nania yang masih memegang tisue kearah samping kiri wajahnya.
"Kenapa cuman bagian kanan saja yang kamu lap. Bagian kiri juga basah." Ucap Alex menatap penuh wajah Nania.
Momen super romantis yang terjadi antara Nania dengan Alex segera sirna. Begitu Anne yang melintas dengan mobilnya dijalanan yang sama dengan Alex melihat Alex. Dia mendekatkan mobilnya di samping mobil Alex. Kemudian dia turun untuk menemui Alex.
Tanpa berkata. Anne langsung memeluk tubuh Alex dari belakang. Alex yang tak menyadari orang yang memeluknya adalah Anne, berusaha melepaskan pelukan itu dengan lembut. Tetapi begitu mengetahui itu Anne. Alex melempar tubuh Anne dengan begitu kasar, hingga Anne tersungkur.
Nania menolong Anne. Tetapi tangannya langsung ditarik oleh tangan kanan Alex. Sementara tangan kiri Alex melambai untuk menghentikan taksi. Alex yang tak ingin melihat wajah Anne dengan segera bergegas pergi menjauh dari Anne.
Taksi yang coba dihentikan oleh Alex datang. Alex dengan segera membawa Nania masuk bersamanya. Begitu Anne akan masuk, Alex langsung menutup rapat pintu taksi itu. Kemudian Alex meminta supir taksi itu memacu mobilnya secepat mungkin demi menghindari kejaran dari Anne.
__ADS_1
Wajah marah yang nampak terlukis jelas diraut wajah Alex. Membuat Nania tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi pada Alex. Dia terdiam dengan wajah yang konsisten marah.
Tak ingin semakin membuat Alex marah. Nania memilih untuk diam. Dia mungkin akan mendapatkan jawaban, jika Alex berkenan untuk menceritakan semuanya pada Nania.