SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA MENGHIBUR JULIEN'S


__ADS_3

Julien's duduk termenung di sebuah kursi. Mungkin Julien's masih terpikir akan kekalahan dari restoran miliknya dari restoran Nick. Hingga Julien's harus duduk termenung di atas kursi.


Nania datang menghampiri Julien's, dia memeluk Julien's dari belakang. Memberikan sedikit ciuman di bagian belakang kepalanya. Hingga menciumi wajah Julien's dari belakang juga.


Nania ingin membuat Julien's kembali bersemangat. Dia tidak ingin Julien's terlihat bersedih atas kekalahan yang di alami oleh dirinya. Bagi Nania, tidak peduli apa yang terjadi pada Julien's. Terpenting, Julien's masih tetap bisa berdiri dengan restoran miliknya sendiri.


Julien's menyambut kedatangan Nania dengan penuh kebahagiaan. Di hati seorang Julien's memang masih terlintas kesedihan yang mendalam. Tapi Julien's mencoba bersikap lebih sabar lagi dengan situasi yang ada. Mengingat itu sudah menjadi jalan hidup seorang Julien's yang harus dia terima. Kekalahan di hari ini, bukan menjadi kekalahan yang akan menghancurkan hidup seorang Julien's. Masih banyak hari yang akan di lewati oleh Julien's. Sehingga Julien's harus selalu siap dengan situasi yang ada.


"Kamu Bersedih atas proyek itu?" Tanya Nania menatap wajah Julien's yang berada di pelukannya.

__ADS_1


"Sedikit." Jawab Julien's dengan senyuman.


"Aku harap kamu akan segera melupakan kekalahan yang terjadi. Tidak ada yang harus kamu sesali, semuanya hanya permainan saja. Jadi kamu harus bisa semangat." Ucap Nania dengan senyum juga.


Julien's mengepalkan tangannya, kemudian mengucapkan kalimat yang menyemangati dirinya. Dengan begitu Julien's bisa kembali bersemangat lagi atas apa yang telah terjadi.


"Kamu haus?" Tanya Nania kembali.


"Baik." Nania melepaskan pelukannya dari Julien's.

__ADS_1


Nania pergi untuk mengambil kursi lainnya. Sehingga dirinya bisa duduk berdampingan dengan Julien's. Momen yang cukup romantis. Tangan Nania juga, tak henti menggenggam tangan Julien's. Dia begitu bahagia dengan apa yang ada di saat itu.


"Tidak ada yang tahu dengan rahasia Tuhan. Aku pikir semua yang telah aku lakukan akan berbuah kemenangan. Tapi ternyata Tuhan ingin aku lebih menggali lagi potensi dalam diriku." Ucap Julien's mulai kembali bersedih.


"Aku pikir bukan itu, kamu hanya tidak beruntung saja. Apa yang kamu hidangkan itu mungkin tidak sesuai selera mereka. Sehingga mereka tidak memberikan kemenangan pada hidangan kamu. Tapi itu tidak sepenuhnya kesalahan dari kamu. Aku yakin hidangan kamu akan menjadi hidangan yang istimewa lagi saat berada di orang yang menyukainya." Ucap Nania menguatkan Julien's.


Julien's menatap ke arah Nania. Dia terlihat begitu bahagia dengan sedikit semangat yang di berikan oleh istrinya tersebut. Julien's bahagia, dia akan mendapatkan sebuah dukungan yang penuh dari istrinya. Sebuah dukungan yang besar yang membuat Julien's semakin semangat lagi dalam menerima kekalahan yang dia terima. Sehingga kesedihan yang sempat melanda dirinya mulai berkurang dengan sendirinya.


"Terima kasih sayang, kamu selalu ada untuk aku. Kamu selalu menjadi orang yang bisa memberikan banyak waktu kamu untuk mendukung aku. Aku mencintai kamu." Ucap Julien's mencium tangan Nania.

__ADS_1


Bagi Nania itu adalah kewajiban dari seorang istri. Mendukung suaminya dalam keadaan apapun. Memberikan sebuah hal positif yang akan membawa kebahagiaan tersendiri. Itu yang Nania lakukan untuk membuat Julien's semakin percaya diri lagi.


__ADS_2