
Julien's menurunkan Nania yang di gendong olehnya sepanjang perjalanan pulang. Tak ada rasa lelah sedikit pun dari wajah Julien's. Dia terlihat tetap bugar dan tidak nampak capek sedikit pun.
Melihat kucuran keringat yang mulai mengucur deras dari wajahnya. Nania dengan inisiatif sendiri. Mengelap kucuran keringat itu dengan beberapa lembar tissue yang ada di kantong tas belanjanya.
Julien's begitu bahagia saat Nania dengan telaten mengusap wajahnya yang penuh keringat tersebut. Ditambah wajah Nania yang semakin terlihat mempesona. Semakin membuat Julien's bahagia di buatnya.
"Aku pikir kamu juga keringatan." ucap Julien's.
__ADS_1
Nania selesai mengelap keringat yang mengucur dari wajah Julien's. Kini giliran Julien's yang mengelap lembut kucuran keringat yang mengucur deras dari wajah Nania. Kini Nania yang memandang indah wajah Julien's. Hampir seminggu, Nania tidak dapat melihat wajah suaminya sedekat hari ini. Hingga momen ini langsung Nania jadikan sebagai momen yang cukup penting.
Untung ibunya datang keluar rumah. Jika tidak, mungkin Julien's akan terus mengelap keringat di wajah Nania. Ibu Nania yang datang secara tiba-tiba. Seketika mengagetkan Julien's dan Nania yang sedang berada dalam momen yang cukup romantis tersebut.
Ibu Nania segera meminta Julien's dan Nania untuk masuk ke dalam rumah. Apalagi ibunya sudah cukup lapar. Menunggu Nania dan Julien's pulang dari pasar. Ibunya tak ingin menunggu lebih lama lagi akan Julien's yang akan memasak sarapan untuk dirinya.
Julien's langsung bergegas ke dapur. Nania di minta untuk menjadi asisten dari seorang Julien's. Dimana nantinya Nania akan membantu Julien's untuk membuat menu sarapan yang sangat spesial untuk ibu mertuanya.
__ADS_1
Tugas pertama Nania adalah memotong daging babi menjadi bentuk dagu. seperempat kilogram daging babi, di rasa cukup untuk membuat menu sarapan. Terlebih yang makan di pagi ini hanya bertiga. Tentu dengan ukuran itu, cukup untuk membuat menu sarapan.
Belum juga memotong daging babi itu. Jari tangan Nania sudah harus terpotong oleh pisau yang hendak di jajal oleh Nania. Seketika darah langsung mengucur deras dari jari tangan seorang Nania.
Julien's sebagai seorang suami yang sigap. Langsung membantu membungkus luka yang ada di tangan Nania. Dengan begitu luka Nania akan cepat tertolong.
Sebelum memasangkan plester serta kain kasa di tangan Nania yang terluka. Julien's sempat menyedot darah yang keluar dari tangan Nania. Dengan begitu darah itu tidak lagi keluar dari jari tangan Nania.
__ADS_1
Begitu darah itu sudah tidak muncul. Julien's membersihkan jari tangan Nania yang terluka. Begitu sudah bersih, baru Julien's langsung memasang kain kasa di jari tangan Nania. Darah yang awalnya mengucur deras dari jari tangan Nania pun, seketika berhenti. Jari tangan Nania akhirnya bisa terobati dengan begitu baiknya. Untuk menghindari kejadian serupa kembali terjadi. Nania Julien's meminta Nania untuk melihat dirinya memasak saja. Dia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Nania. Hingga meminta istrinya itu untuk beristirahat.