
Surat izin mengemudi belum diberikan pada Marrie. Tetapi dia bersikeras membawa sebuah mobil yang ada di rumahnya untuk pergi ke sekolah. Dia tak memperdulikan resiko yang mungkin terjadi padanya. Tetapi demi gengsi, dia tetap bersikeras membawa mobil tersebut menuju sekolah.
Tak ingin berselisih paham dengan Marrie. Akhirnya Julien's memberikan izin pada Marrie untuk membawa mobil menuju sekolahnya. Namun Julien's tak lupa memberi nasehat pada Marrie untuk membawa mobilnya secara hati-hati.
Senang bukan kepayang, Marrie langsung jingkrak-jingkrak begitu mendapat kunci mobil dari Julien's. Berulang kali Marrie memeluk tubuh Julien's sebagai ucapan terima kasih dia pada Julien's.
Marrie dengan cepat menghabiskan sarapannya. Dia tak sabar untuk memacu mobil pertama yang akan dia bawa ke sekolah. Marrie ingin memamerkan mobil tersebut pada teman-temannya.
Seolah sedang balap makan. Marrie mengungguli semuanya. Ketika anggota keluarga lain masih belum menghabiskan makanan mereka. Marrie telah selesai dengan satu piring penuh makanan masuk kedalam tubuhnya. Dia begitu bersemangat untuk membawa mobil miliknya menuju sekolah.
Marrie berpamitan pada semua orang yang berada di meja makan. Pada Julien's terutama. Dia mencium pipi Julien's berulang kali untuk berpamitan. Sebagai ucapan terima kasih Marrie atas keengganan Julien's memberikan mobilnya untuk di pakai Marrie menuju sekolah.
Pun pada Beatrice. Marrie juga mengucapkan terima kasih, sebab dia juga turut melobi Julien's agar mau memberikan izin pada Marrie untuk membawa mobil ke sekolah. Sama seperti Julien's yang di cium berulang kali oleh Marrie. Beatrice juga mendapatkan ciuman yang lembut dari Marrie secara berkali-kali.
Beda dengan Nania. Tak ada ucapan apapun yang dilontarkan oleh Marrie padanya. Padahal izin dari Julien's tak lepas dari persetujuan seorang Nania. Tapi Marrie seolah melupakan jasa besar Nania. Dia tak peduli pada Nania yang telah membantunya melobi Julien's untuk memberikan izin membawa mobil ke sekolah.
Tak mempermasalahkan sedikit pun, tetapi Nania merasa Marrie masih belum bisa menerima kehadirannya. Terlebih kedekatan intensif yang terjalin antara Julien's dan Nania membuat Marrie semakin tak menyukai Nania.
Dengan penuh percaya diri Marrie masuk kedalam mobil yang hendak dia bawa ke sekolah. Sebelum menyalakan mesin mobilnya, dia sempat sedikit menghayal. Marrie terlihat keren dengan mobil mewah yang dibawanya. Mengingat tak ada satu pun siswa di kelas Marrie yang membawa mobil mewah seperti Marrie. Sehingga Marrie akan jadi satu-satunya siswa di kelas yang datang dengan mengendarai mobil mewah.
__ADS_1
Tak sabar akan pujian yang akan diberikan teman-temannya nanti. Marrie pun langsung menancap gas untuk berangkat sekolah. Tak ada doa apapun yang diucapkan oleh Marrie. Dia berangkat begitu saja membawa mobilnya menuju sekolah.
Surat izin mengemudi Marrie belum didapat, sebab Marrie belum begitu lihai membawa mobil. Sehingga di test pertama, Marrie gagal. Tetapi bukannya memperbaiki cara membawa mobilnya untuk kembali test kendaraan. Marrie justru malah bersikeras untuk membawa mobil sendiri ke sekolah.
Benar saja, Marrie membawa mobil dengan sembrono. Beberapa kali Marrie hampir menabrak kendaraan lain, sebelum nasib baik masih menghinggapinya.
Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Hal itu cukup berlaku untuk Marrie. Berulang kali selamat dari kecelakaan yang mengancam keselamatan nyawa dan mobilnya. Akhirnya sebuah insiden terjadi kepadanya.
Mobil Marrie tanpa sengaja menyerempet mobil orang lain. Marrie hendak kabur, tapi secara tiba-tiba mesin kendaraannya mati. Sehingga dia tak dapat lari kemana-mana lagi.
Pengendara yang mobilnya diserempet oleh Marrie pun keluar dari dalam mobilnya. Seorang pria botak dengan kumis lebat. Seketika meminta Marrie untuk keluar dari mobilnya. Marrie ketakutan, tapi dia tetap keluar dari mobilnya untuk menjumpai si botak tersebut.
Marrie tak menjawab pertanyaan si botak tersebut. Dia yang ketakutan, hanya bisa menunduk dengan bentakan yang dilontarkan oleh si botak tersebut.
"Pokoknya saya tidak mau tahu, kamu harus ganti rugi atas apa yang sudah kamu lakukan pada mobil saya. Saya minta kamu bawa mobil saya ke bengkel untuk perbaikan." Pinta si botak tersebut.
"Ta-ta-tapi saya tidak ada uang untuk membayar bengkel tersebut." Terang Marrie tetap ketakutan.
"Itu bukan urusan saya. Terpenting kamu harus ganti rugi atas apa yang telah kamu lakukan pada mobil saya." Tegas si botak tersebut.
__ADS_1
Memanfaatkan momentum yang ada. Oscar yang sudah mendapatkan perintah untuk mendekati Marrie dari Thomas. Datang untuk menolong Marrie. Dengan uang besar yang diberikan oleh Thomas kepadanya. Oscar percaya diri untuk menolong Marrie.
"Biar saya yang ganti kerusakan mobil anda." Ucap Oscar sambil berjalan menuju kearah Marrie dan si botak.
Baik Marrie maupun si botak, langsung menatap tajam wajah Oscar.
"Berapa biaya yang harus saya ganti? Saya akan ganti semua biaya perawatan mobil kamu." Terang Oscar.
"Saya tidak tahu. Saya akan melakukan perbaikan terlebih dahulu di bengkel. Setelah saya tahu biayanya. Saya akan beritahu anda." Tegas si botak tersebut.
"Simpan nomor telepon saya. XXXXX8796. Nanti kalau sudah selesai. Kamu hubungi saya." Pinta Oscar.
"Baik. Nanti saya akan hubungi kamu. Tapi saya cuman berpesan pada gadis ini untuk tidak mengendarai lagi mobil dijalanan. Sebab itu bisa membahayakan orang lain." Tutup si botak sebelum akhirnya pergi.
Begitu si botak itu sudah pergi. Marrie langsung mengucapkan terima kasih pada Oscar. Dia tak tahu harus berkata apa pada Oscar. Sebab berkat pertolongan dari Oscar, Marrie bisa terhindar dari si botak tersebut.
Oscar merendah. Dia mengatakan hanya dikirim Tuhan di waktu yang tepat saja untuk menolong Marrie. Sehingga dia bisa menolong Marrie.
Keduanya berkenalan. Lalu Oscar menolong Marrie untuk memperbaiki mobilnya yang mogok. Beberapa bulan yang lalu Oscar sempat bekerja di bengkel. Sehingga dia cukup tahu akan permasalahan dalam mobil.
__ADS_1
Pertolongan yang diberikan oleh Oscar, membuat Marrie terkesan pada Oscar. Terlebih Oscar yang tampan. Semakin membuat Marrie terpincut akan pesona Oscar. Dia langsung jatuh hati pada Oscar sejak pandangan pertama.