SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JEBAKAN BATMAN UNTUK MARRISA


__ADS_3

Sebuah pesan singkat di kirim oleh Julien's pada Marrisa. Pesan singkat itu begitu manis, sehingga ketika membaca pesan singkat yang di kirim oleh Julien's tersebut. Marrisa langsung tersenyum dengan begitu lebarnya. Di tambah dengan emoticon berlambang hati. Semakin membuat seorang Marrisa jatuh hati pada pesan singkat yang di kirim oleh Julien's tersebut.


Pesan singkat berisi ajakan makan malam itu, di terima oleh Marrisa dengan begitu baiknya. Marrisa mengira Julien's sudah jatuh hati pada sosok dirinya yang di kenal baik hati tersebut. Sehingga Julien's mengajak seorang Marrisa untuk makan malam bersama.


Marrisa yang sudah tidak sabar untuk makan malam bersama dengan Julien's. Mempersiapkan semuanya dengan begitu matang. Salah satunya tentu penampilan dari seorang Marrisa yang harus tampil cantik di hadapan seorang Julien's. Sehingga Julien's akan semakin jatuh hati pada seorang Marrisa.


Marrisa mengeluarkan semua koleksi pakaian mahalnya yang di beli oleh dirinya dari rumah mode ternama. Tapi tidak ada satu pun yang Marrisa pikir cocok untuk di kenakan oleh dirinya dalam acara makan malam bersama dengan Julien's. Sehingga Marrisa harus mencari baju lain untuk tampil secantik mungkin.


Di tengah waktu makan malam yang hampir tiba. Marrisa menyempatkan terlebih dahulu untuk mencari gaun di salah satu butik yang ada di dekat apartemen miliknya. Marrisa berharap bisa menemukan gaun yang sesuai dengan harapan dari dirinya. Gaun cantik yang akan membuat penampilan dari seorang Marrisa semakin terlihat mewah di hadapan seorang Julien's.


Satu persatu gaun di butik itu di jajal oleh Marrisa. Tapi tidak ada satu pun gaun yang Marrisa rasa cocok. Hingga Marrisa pun di landa kekecewaan besar.


Namun saat Marrisa akan keluar dari butik itu. Marrisa melihat sebuah gaun yang ternyata luput dari pandangan dirinya. Gaun berwarna toska itu benar-benar mencuri perhatian seorang Marrisa. Hingga Marrisa harus segera menjajal gaun tersebut.


Namun harapan Marrisa untuk mendapatkan gaun tersebut sempat pupus. Sebab gaun berwarna toska itu ternyata sudah di pesan oleh salah seorang pelanggan dari butik tersebut. Hingga mereka tidak bisa menjual gaun berwarna toska itu pada Marrisa.

__ADS_1


Bukan Marrisa namanya, jika keinginan dari dirinya tidak dapat terwujud. Menghalalkan segala cara, Marrisa pun menggunakan kekuatan dari dirinya sebagai seorang perwakilan pemerintah di kota itu untuk menekan sang pemilik butik. Dengan mengancam akan mencabut izin usaha dari butiknya tersebut. Akhirnya pemilik butik itu pun luluh pada seorang Marrisa. Mereka pun akhirnya menjual gaun berwarna toska itu pada Marrisa.


Ah Marrisa benar-benar senang saat mendapat gaun berwarna toska tersebut. Senyum tak pernah pergi saat menjajal gaun tersebut. Hingga Marrisa banyak mengabadikan momen ketika sedang menjajal gaun berwarna toska tersebut.


Begitu selesai melakukan pembayaran, Marrisa pun segera pergi dari butik tersebut. Dia pun tak sabar untuk mengenakan gaun itu di acara makan malam bersama dengan Julien's. Marrisa sudah tidak sabar mendengar respon Julien's akan penampilan dari dirinya di malam ini. Tentu sebuah pujian akan di dapat oleh Marrisa dari Julien's. Apalagi Marrisa mengenakan gaun cantik berwarna toska. Warna yang tentu jarang di kenakan oleh banyak orang. Warna cantik yang akan menambah aura kecantikan dari seorang Marrisa di malam ini.


Untuk make up sendiri, Marrisa meminta salah satu ahli rias di kota itu untuk merias wajahnya. Dengan mendatangkan ahli rias tersendiri, Marrisa berharap penampilan dari dirinya akan semakin sempurna lagi. Penampilan Marrisa akan benar-benar membuat semua orang kagum pada sosok Marrisa. Tentunya orang yang menjadi target Marrisa adalah seorang Julien's. Pria tampan yang hendak di jodohkan dengan dirinya.


Marrisa tak henti membayangkan bagaimana respon Julien's saat melihat penampilan dari dirinya di malam ini. Tentu penampilan cantik dari seorang Marrisa akan membuat seorang Julien's merasa kagum. Apalagi Marrisa mengunakan gaun cantik dengan warna toska. Di tambah dengan riasan dari seorang ahli rias profesional. Hingga sudah bisa di pastikan, penampilan seorang Marrisa akan membuat Julien's terkesima. Bahkan Julien's mungkin saja akan terpana dengan penampilan Marrisa tersebut.


Mengendarai mobil mewah yang kerap di bawa oleh dirinya ketika bertugas sebagai seorang aparatur negara. Marrisa tak henti melihat penampilan dari dirinya di spion mobilnya. Marrisa yang merasa secantik puteri di negeri dongeng. Tak henti memuji penampilan dari dirinya sendiri.


"Aku yakin, Julien's malam ini akan bertekuk lutut pada diriku. Siapa yang bisa mengalahkan kecantikanku di malam ini." ujar Marrisa dengan begitu congkaknya.


Marrisa tiba terlebih dahulu di tempat pertemuan dengan Julien's. Sebuah kafe mewah menjadi tempat pertemuan tersebut. Julien's sengaja mengajak Marrisa bertemu di kafe tersebut. Dengan kafe yang cukup tertutup, mungkin tidak akan ada orang yang mengira keduanya bertemu. Apalagi sampai ada berita macam-macam akan pertemuan Julien's dengan Marrisa. Mengingat status Julien's sebagai seorang chef ternama. Begitu juga dengan Marrisa yang merupakan seorang tokoh publik di kota Nice. Ini akan jadi santapan bagi para pewarta, jika mengetahui keduanya bertemu bersama.

__ADS_1


Marrisa memilih sebuah meja yang berada di dekat jendela. Marrisa ingin semua orang tahu, jika dirinya saat ini sedang dekat dengan seorang chef ternama di kota Nice. Sehingga pamor seorang Marrisa pun akan semakin baik lagi. Semakin tinggi pula popularitas dari seorang Marrisa di mata orang-orang Nice.


Marrisa sudah menunggu Julien's cukup lama, tapi Julien's tak kunjung datang ke tempat pertemuan. Beberapa panggilan telepon dari Marrisa pun di tolak oleh Julien's. Marrisa tetap berpikir positif dengan apa yang ada, dia mengira Julien's sedang bersolek diri.


Tapi Marrisa terkejut, saat Julien's datang dengan seorang perempuan. Perempuan tersebut adalah Nania, perempuan yang di rendahkan oleh Marrisa di toko es krim siang tadi. Dengan gaun berwarna merah, Nania terlihat begitu cantik. Hingga Marrisa merasa pangling dengan penampilan dari Nania tersebut. Marrisa tidak mengerti maksud dari Julien's membawa Nania dalam pertemuan dengan dirinya. Hingga Marrisa merasa apa yang di lakukan oleh Julien's adalah tindakan yang cukup salah. Dia membawa orang asing dalam pertemuan ini.


"Maaf menunggu." ucap Julien's.


Marrisa yang awalnya duduk dengan begitu manisnya. Tiba-tiba langsung berdiri untuk memaki seorang Nania. Dia merasa Nania ingin menyaingi penampilan dari dirinya. Hingga sikap asli seorang Marrisa yang di kenal sebagai seorang pemarah dapat terlihat.


Dari situ, Julien's pun bisa melihat bagaimana seorang Marrisa yang tidak cocok untuk menjadi pasangannya. Bagaimana bisa Julien's menikah dengan seorang perempuan alpha female semacam Marrisa. Merasa lebih hebat dari siapa pun. Hal yang tidak akan mungkin di lakukan oleh Julien's. Mengingat itu adalah kesalahan yang cukup besar bagi Julien's.


Tak hanya itu, Julien's juga memperingatkan Marrisa untuk tidak memfitnah Nania kembali. Jika itu tetap di lakukan, bukan tidak mungkin Julien's akan membongkar keburukan dari Marrisa sebagai tokoh publik di kota Nice. Tentu itu akan membuat citra seorang Marrisa turun drastis. Citranya akan menjadi buruk dengan apa yang terjadi.


Marrisa pun cukup kesal dengan apa yang terjadi. Makan malam yang seharusnya berjalan baik. Justru menjadi penghakiman bagi seorang Marrisa. Dia semakin membenci sosok Nania, baginya Nania adalah perempuan yang harus di lenyapkan. Sebab Nania adalah dalang dari keributan dari dirinya dengan Julien's. Sehingga Nania harus mendapatkan balasan atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya.

__ADS_1


__ADS_2