
Melihat tubuh Oscar yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Seketika membuat tangis seorang Marrie tak tertahankan. Dia tak bisa menahan kesedihannya akan kondisi Oscar yang terlihat begitu payah. Hingga Marrie langsung memeluk tubuh Oscar yang di penuhi dengan luka lebam.
"Aku mohon Oscar, kamu bangun. Aku mau kita jalan-jalan lagi seperti hari itu. Aku mohon Oscar. Aku mohon." Marrie mengiba di hadapan Oscar.
JULIEN'S dan Jerome yang berada di dalam ruang perawatan Oscar, turut bersedih akan kondisi dari seorang Oscar. Terlebih Jerome yang sempat memperlakukan Oscar secara tidak baik. Di lubuk hati yang terdalam, Jerome berusaha meminta maaf pada Oscar. Dia menyesal atas apa yang telah dia katakan pada Oscar. Sikap ketus dia, maupun tindakan dia yang tidak pantas pada Oscar. Semua itu coba Jerome ungkapkan pada Oscar. Sebagai wujud permohonan maaf diri pada Oscar.
Oscar yang pernah menjadi malaikat penolong nyawanya, tentu tidak akan pernah di lupakan oleh Julien's. Mungkin posisi Julien's akan sama seperti Oscar, jika saat itu Oscar tidak datang menolong Julien's. Bahkan Julien's akan jauh lebih parah, di banding dengan apa yang terjadi pada Oscar sekarang. Mengingat musuh Julien's cukup banyak. Hingga mereka tentu berlomba untuk menghabisi Julien's sebagai saingan bisnis utama mereka.
__ADS_1
Julien's mendekat ke arah Marrie yang masih terus menangis di hadapan Oscar. Julien's mencoba menguatkan anaknya itu akan kondisi dari Oscar. Tentu Julien's tidak tega melihat Marrie yang begitu bersedih dengan kondisi Oscar saat ini. Julien's pun berusaha membuat Marrie sekuat mungkin dengan kondisi dari Julien's saat ini.
"Kamu harus sabar sayang. Kamu harus yakin, jika Oscar akan sembuh kembali. Semuanya akan baik-baik saja. Kamu harus percaya itu." Ucap Julien's menguat Marrie.
"Benar apa yang dikatakan chef Julien's. Semuanya akan baik-baik saja, jika Tuhan masih berkehendak atas Oscar. Mbak Marrie jangan bersedih. Oscar akan baik-baik saja." Lanjut Jerome.
"Bapak manajer tidak tahu apa-apa. Oscar segalanya buat saya. Jadi bapak manajer tidak akan pernah merasakan seperti apa yang saya rasakan. Bapak Manajer tidak merasakan itu." Amuk Marrie pada Jerome.
__ADS_1
Melihat Marrie yang mulai emosi pada Jerome. Julien's dengan segera mencoba menenangkan Marrie. Dia mencoba sedikit menenangkan Marrie yang emosi pada Jerome. Maksud Jerome tentu baik, tapi Marrie salah mengartikan maksud ucapan dari Jerome. Hingga dia terpancing emosi oleh ucapan dari Jerome tersebut.
"Tidak Marrie. Kamu tidak harus memarahi Jerome. Dia hanya mencoba menguatkan kamu. Bukan ingin melemahkan kondisi Oscar. Benar kata Jerome, jika dia masih di beri kekuatan oleh Tuhan. Bukan tidak mungkin Oscar akan segera sembuh. Jadi kamu harus percaya itu Marrie." Pinta Julien's dengan tegasnya.
Marrie yang sudah frustasi dengan kondisi Oscar yang tidak mengalami perkembangan. Memilih untuk pergi dari ruangan Oscar tersebut. Dia ingin menenangkan dirinya sejenak. Mungkin di taman dia bisa melampiaskan semua kesedihan yang sedang dia alami. Hingga Marrie bisa melampiaskan semuanya.
Julien's membiarkan Marrie untuk pergi sendiri ke taman. Membiarkan pikiran Marrie tenang dengan sendirinya. Jika Marrie sudah tenang, bukan tidak mungkin dia akan bisa berpikir lebih jernih lagi. Dia sekarang hanya butuh sendiri. Menjauh dari suara bising yang menggangu pikirannya.
__ADS_1