
Dua tonjokan keras yang dilayangkan oleh Alex di kedua pipi Julien's. Seketika membuat pipi kanan dan kiri Julien's berdarah. Bibir sampingnya sedikit robek, sementara ada sedikit memar di bagian rahangnya. Kondisi yang cukup memprihatinkan untuk Julien's itu, langsung ditangani Nania dengan sigap.
Nania membawa Julien's ke kamarnya. Meminta Julien's berbaring diatas kasur. Sementara Nania mengambil kotak P3K yang merupakan kotak tempat menyimpan berbagai macam peralatan luka.
Peralatan seperti plester, alkohol, perban serta obat merah dibawa Nania menuju kamarnya. Semua peralatan obat itu dirasa cukup untuk mengobati luka yang diderita oleh Julien's.
Pertama Nania mencelupkan kapas putih kedalam cairan alkohol. Alkohol mungkin bisa digunakan untuk membersihkan luka yang ada di dekat bibir Julien's. Sensasi dingin yang dihasilkan oleh alkohol, langsung membuat Julien's begitu nyaman. Ia merasa lebih baik dengan alkohol tersebut.
__ADS_1
Alkohol telah selesai. Kini Nania mengganti dengan kapas baru, untuk dicelupkan kedalam cairan obat merah. Perlahan Nania mulai mengoleskan kapas berisi cairan obat merah tersebut ke luka yang ada di wajah Julien's.
Berbeda dengan alkohol yang dingin dan sejuk. Obat merah yang memiliki rasa perih saat bersentuhan dengan luka. Langsung membuat Julien's meringis kesakitan. Ia tak tahan dengan rasa perih yang ada pada obat merah tersebut. Sehingga berulang kali Julien's meminta Nania untuk segera menjauhkan obat merah itu di luka yang dialaminya.
"Aku pikir sudah saatnya kamu memasang perban di luka aku ini. Aku sudah tidak tahan dengan rasa perih yang dihasilkan obat merah ini." Julien's memohon.
Nania tertawa melihat Julien's memohon kepadanya. Ia justru semakin ingin membuat Julien's ketakutan dengan rasa perih dari obat itu. Hingga Nania dengan sengaja mencelupkan lebih dalam lagi. Kapas yang ia pegang. Kemudian dengan tangan jahilnya, Nania mencoba menakuti Julien's.
__ADS_1
Nania akhirnya melunak. Ia mau menuruti permintaan dari suaminya tersebut. Nania sudah tidak kembali mengoleskan obat merah ke luka yang ada di wajah Julien's. Kini Nania lebih fokus untuk memperban luka yang ada di wajah Julien's.
Dengan hati-hati Nania memasang perban putih itu menutup seluruh luka Yanga ada di wajah Julien's. Kemudian dengan tarikan panjang, Nania memotong plester yang akan digunakan untuk menguatkan perban tersebut.
Akhirnya selesai juga pengobatan yang dilakukan oleh Nania. Beberapa plester kecil menutupi wajah tampan Julien's. Sementara sebuah plester berukuran ibu jari, menempel menutupi luka yang ada di samping kiri bibir Julien's.
"Terima kasih sayang, kamu begitu perhatian padaku." Ucap Julien's sambil menggenggam tangan Nania.
__ADS_1
"Itu sudah jadi kewajiban seorang istri. Dimana dia harus selalu melindungi dan mengobati suaminya, jika sedang dalam keadaan terdesak atau sakit. Itu baru istri." Jawab Nania membanggakan diri.
Julien's membalas dengan senyuman kalimat bijak yang Nania sampaikan. Sebelum sebuah ciuman manis diberikan Julien's di tangan kanan Nania yang ia genggam. Julien's merasa beruntung memiliki istri sebaik dan bijak Nania.