SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRISA TAHU


__ADS_3

Tak hanya Marrie saja yang membocorkan keinginan dari seorang Julien's yang akan mengambil cuti. Namun Beatrice juga mulai menyampaikan hal tersebut pada seorang Marrisa. Mungkin Marrisa bisa ikut bersama dengan keluarganya untuk pergi liburan bersama. Sehingga tidak ada waktu dan tempat bagi Julien's untuk bermesraan dengan seorang Nania. Setiap gerak-gerik mereka akan terus di awasi oleh seorang Marrisa.


Beatrice mengambil handphonenya. Dia mengirimkan pesan di awal pada seorang Marrisa. Beatrice tidak ingin mengganggu seorang Marrisa. Sehingga dia harus memastikan jika Marrisa tidak sedang dalam keadaan sibuk. Sehingga Marrisa bisa mengobrol dengan Beatrice.


Marrisa kebetulan tidak sedang sibuk. Beberapa menit yang lalu, dia baru menyelesaikan semua pekerjaannya. Sehingga kini ada sedikit waktu luang bagi Marrisa untuk bisa menerima telepon dari seorang Beatrice.


"Siang Marrisa."


"Siang Beatrice."

__ADS_1


"Aku tidak ganggu kamu di siang ini?"


"Sama sekali tidak. Ada apa Beatrice?"


"Aku hanya ingin memberitahu kamu sesuatu."


"Sesuatu? Aku jadi penasaran. Apa yang ingin kamu sampaikan?"


"Tentu saja Beatrice. Aku sangat ingin ikut bersama dengan kalian. Apalagi di sana ada Julien's. Aku yakin, itu akan jadi hari yang menyenangkan."

__ADS_1


"Aku memberitahu kamu, agar kamu segera mengambil cuti seperti Julien's juga. Sehingga kamu bisa ikut bersama dengan kami ke villa nantinya."


"Baik Beatrice. Terima kasih untuk informasinya."


Beatrice merasa lega, sebab Marrisa terlihat begitu antusias untuk dapat pergi bersama dengan dirinya ke villa. Ini akan menjadi liburan yang cukup menyenangkan bagi seorang Beatrice. Dia tidak harus takut akan Julien's yang akan bermesraan dengan seorang Nania. Julien's tidak akan bermesraan dengan Nania, mengingat ada seorang Marrisa yang akan terus mengawal seorang Nania dan Julien's. Dia akan menjadi seorang polisi bagi seorang Julien's. Hingga Nania pun tidak akan nyaman untuk bertemu dengan seorang Julien's di kamar atau di tempat lainnya.


Sementara Marrisa langsung menyiapkan cuti seminggu untuk bisa ikut liburan dengan keluarga Julien's. Marrisa harus bisa mendapatkan hati seorang Julien's. Mungkin ini akan jadi waktu yang paling tepat untuk bisa membuat Julien's jatuh hati pada seorang Marrisa. Dia tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Mengingat Marrisa sudah tidak sabar untuk menyandang gelar sebagai salah satu istri chef ternama.


Marrisa menghampiri pimpinannya, dia mengatakan jika minggu depan dirinya akan mengambil cuti selama seminggu. Atasan dari Marrisa pun penasaran dengan alasan cuti dari Marrisa tersebut. Namun Marrisa hanya mengatakan jika dirinya ingin liburan. Tanpa menyebutkan orang-orang yang mungkin akan liburan dengan dirinya.

__ADS_1


Atasan dari Marrisa itu langsung memberikan izin pada Marrisa untuk mengambil cuti. Itu hak seorang Marrisa untuk pergi liburan. Sehingga tidak alasan bagi atasan Marrisa untuk melarang dirinya mengambil cuti.


Cuti Marrisa pun siap di buat oleh atasannya tersebut. Cuti itu akan menjadi cuti yang cukup panjang di lakukan oleh seorang Marrisa. Dia sudah tidak sabar untuk segera merasakan liburan yang cukup menarik dengan keluarga Julien's. Sehingga Marrisa akan bisa merasakan sensasi liburan dengan calon suaminya tersebut.


__ADS_2