SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA TIBA DI RUMAH IBUNYA


__ADS_3

Menempuh perjalanan jauh, namun terasa cepat. Nania begitu bersyukur dapat tiba di terminal dengan selamat. Nania mengucapkan salam perpisahan dengan pria tua yang banyak memberikan dirinya ruang untuk berbicara. Mengungkap semua isi hati dari seorang Nania yang terpendam. Rasanya begitu lega, begitu Nania telah menceritakan semua kesedihan yang ada di hatinya. Tak terkecuali beberapa beban yang terus menghantui pikirannya.


"Terima kasih telah menjadi pendengar yang baik. Aku tidak pernah mendapat pendengar sebaik anda." Ucap Nania yang kembali tersenyum.


"Kamu itu, lebih cantik tersenyum. Jadi jangan bersedih lagi. Hadapi semua masalah yang ada. Jangan pernah takut, kamu adalah perempuan yang kuat." Balas pria tua itu.

__ADS_1


Sebuah pelukan hangat di berikan oleh pria tua itu pada Nania. Mencoba mentransfer energi positif pada seorang Nania yang masih ada kegalauan di hatinya.


Beberapa saat kemudian, pria itu berpamitan pada Nania untuk pergi. Melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan terakhir pada Nania. Sebelum akhirnya pria tua itu benar-benar pergi meninggalkan Nania. Mungkin jika Tuhan masih berkenan untuk bertemu dengan pria tua itu, Nania akan kembali bertemu dengan pria tua itu.


Nania juga segera meninggalkan terminal, dimana ibunya di rumah sudah menunggu kedatangan seorang Nania. Tak perlu repot menggunakan taksi untuk tiba di rumah ibunya. Cukup dengan berjalan kaki saja, Nania bisa dengan cepat tiba di rumah ibunya.

__ADS_1


Membawa keranjang berisi roti dan caffucino yang di bawa olehnya. Nania kembali mengingat momen ketika dirinya dan Julien's membeli roti di supermarket di kota Nice. Momen yang mungkin tak akan pernah Nania lupakan saat itu. Hingga Nania masih cukup mengingat dengan baik momen itu.


Tapi ingatan akan Julien's, membuat Nania sedikit bersedih. Dia mengingat kembali bagaimana Julien's begitu marah pada dirinya. Dia terlihat begitu kecewa pada Nania yang di anggap masih berhubungan baik dengan Alex. Padahal Julien's telah meminta Nania untuk tidak berhubungan lagi dengan Alex. Namun Nania masih saja melakukan hal yang sama. Hal yang membuat seorang Julien's kecewa.


Nania berjalan dengan perasaan yang begitu kalang kabut. Hingga antrian yang tersendat, setelah dia menghentikan langkahnya, begitu tepat di depan kasir. Antrian yang berada di belakang Nania, langsung menegur Nania dengan begitu kasarnya. Hingga Nania harus terkejut dengan teguran dari orang tersebut. Nania meminta maaf, sebelum memberikan keranjang belanjanya pada kasir yang bertugas.

__ADS_1


Tak perlu banyak waktu, Nania hanya butuh 5 menit untuk melakukan pembayaran. Sebelum meninggalkan antrian itu, Nania sempat kembali meminta maaf pada seluruh antrian yang telah membuat mereka menunggu cukup lama.


Nania meninggalkan supermarket, untuk segera menuju rumah ibunya. Tak ingin menunjukkan wajah kesalnya pada seorang Julien's. Nania berusaha membuat dirinya setenang mungkin. Bagaimana juga, Nania harus bisa terlihat bahagia di hadapan ibunya sendiri.


__ADS_2