SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
KESEDIHAN DARI SEORANG MARRIE


__ADS_3

Sebuah ciuman di kening Nania di berikan oleh Julien's. Ciuman yang tentu penting untuk di lakukan oleh Julien's, sebelum pergi. Kecupan manis itu memang selalu di berikan Julien's pada Nania. Mengingat Nania adalah istrinya. Sehingga harus ada sedikit kecupan manis yang di berikan Julien's pada Nania. Selain meminta doa dari Nania. Kecupan itu penting dalam cinta yang coba di transfer dari Julien's pada Nania. Cinta yang tulus darinya.


Selain memberikan kecupan pada Nania, Julien's juga memberikan kecupan manis itu pada kedua anaknya. Keduanya pun begitu bahagia dengan kecupan yang di berikan oleh Julien's kepada mereka. Theo mencium balik ayahnya tersebut. Tak lupa keduanya mendoakan Julien's untuk selamat sampai tujuan. Sebuah doa kecil yang tentu berarti bagi seorang Julien's.


Julien's sudah pergi dari hadapan mereka. Kini Nania membawa dua jagoan kecilnya itu kembali ke ruang perawatan dari Beatrice. Melihat perkembangan dari Beatrice. Mungkin saja Beatrice sekarang sudah siuman, sehingga Romeo dan Theo bisa melihat senyum yang terlukis dari wajah ibunya tersebut.


Melihat Nania yang berjalan hanya dengan Romeo dan Theo. Itu menjadi pertanyaan bagi mertuanya. Kemana Julien's pergi? Tanya ibu mertuanya di dalam hati. Kemudian di tanyakan kepada Nania secara langsung, begitu tiba di hadapannya.


"Kemana Julien's?" Tanya mertua Nania.


"Pak Julien's pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Oscar." Jawab Nania.


"Ada apa dengan Oscar?" Tanya Marrie begitu panik.


"Oscar di serang orang tak di kenal. Tubuhnya babak belur, tergeletak di samping jalan." Terang Nania pada Marrie.

__ADS_1


"Kamu jangan bercanda! Apa yang kamu bilang ada sebuah kebenaran?" Bentak Marrie semakin panik.


"Untuk apa berbohong dengan berita penting seperti itu. Oscar sekarang berada di rumah sakit. Tubuhnya di penuhi memar, di hantam oleh orang tak di kenal." Balas Nania kembali.


Marrie langsung menangis mendengar kabar tersebut. Dia tak percaya Oscar mengalami hal itu. Marrie tak sanggup untuk terus berdiri. Hingga tubuhnya hampir terjatuh mendengar kabar dari Oscar.


Untung Alex yang berada di samping Marrie, sigap menangkap tubuh Marrie yang hampir terjatuh. Tubuh Marrie yang begitu lemah, langsung di tangkap oleh Alex dengan begitu sigapnya.


"Oscar! Siapa dia?" Tanya ibu Alex.


"Jadi dia itu pahlawan yang menolong Julien's waktu itu?" Tanya Ibu Alex kembali.


"Kurang lebih seperti itu bu. Makanya pak Julien's memiliki hutang budi pada Oscar. Sebuah hutang yang harus di bayar dengan sebuah kebaikan dari Julien's untuk apa yang telah di lakukan oleh Oscar pada dirinya." Jelas Nania semakin terperinci.


"Lalu bagaimana keadaan Oscar sekarang?" Tanya Alex yang juga penasaran.

__ADS_1


"Dia belum sadarkan diri di rumah sakit. Tubuhnya di penuhi oleh luka lebam. Mungkin dia mendapatkan pukulan dari benda tumpul. Tapi darah yang mengucur dari kepalanya, menjadi perhatian tim dokter. Mengingat darah itu tidak juga berhenti mengalir dari kepalanya." Terang Nania.


Mendengar ucapan dari Nania. Marrie yang tak tega mendengar luka dari Oscar. Langsung meminta Nania untuk tidak melanjutkan cerita mengerikan dari seorang Oscar. Marrie meminta Nania untuk berhenti bercerita akan Oscar yang semakin memburuk kondisinya.


"Stop.... Aku minta kamu stop bercerita tentang Oscar. Mendengar dia berada di rumah sakit saja, itu benar-benar membuat aku sakit. Apalagi dengan semua yang terjadi pada dia. Aku pikir itu sebuah rasa sakit yang tidak bisa aku terima." Pinta Marrie yang semakin keras menangis.


Alex mencoba menenangkan Marrie yang semakin terpukul dengan kondisi Oscar. Alex juga meminta Nania untuk tidak kembali bercerita akan kondisi dari seorang Oscar. Itu cukup memukul perasaan Marrie. Mengingat Marrie begitu mencintai Oscar. Hingga dia tak sanggup mendengar kabar dari Oscar yang sakit.


Nania meminta maaf telah menceritakan secara terperinci akan kondisi Oscar. Kabar yang tentu memukul perasaan dari seorang Marrie. Nania menyampaikan apa yang dia ketahui. Hingga dia minta maaf jika Marrie begitu tidak nyaman dengan apa yang dia ceritakan pada semuanya.


Marrie yang awalnya bersedih akan kondisi dari Oscar. Justru Marrie berbalik marah pada Nania. Dia tak terima Nania yang terus menceritakan kondisi Oscar. Walaupun sebenarnya dari tadi dia yang begitu penasaran dengan kondisi Oscar sendiri.


Marrie memaki Nania di hadapan semuanya. Namun makian yang di lontarkan pada Nania, langsung di sanggah oleh neneknya. Dia merasa apa yang Marrie lontarkan pada Nania tidak beralasan. Marrie bersedih akan kondisi Oscar. Tapi bukan artinya dia harus marah pada Nania yang hanya menyampaikan kabar dari Oscar. Terlebih Marrie sendiri yang penasaran dengan kabar dari Oscar sendiri.


Tidak adil jika Marrie marah pada Nania yang hanya sekedar mengabarkan saja. Nania hanya mengatakan apa yang dia ketahui, tidak melebihkan. Tidak juga mengurangi dari kondisi yang terjadi pada Oscar saat ini. Hingga Marrie tidak harus marah seperti itu pada Nania.

__ADS_1


Mendapat teguran dari neneknya secara langsung. Akhirnya mulut Marrie yang sedari tadi memaki Nania, langsung terdiam. Dia tak lagi memakai Nania dengan mulut kecilnya itu. Dia akhirnya terdiam dengan semua itu.


__ADS_2