
Badan Nania seketika mendingin kala Julien's menggendong tubuhnya menuju mobil. Kepanikan sempat melanda Julien's. Dia begitu panik dengan kondisi Nania yang begitu buruk.
Theo dan Romeo juga ikut khawatir dengan keadaan Nania. Kedua anak tiri Nania tersebut ikut menangis kala Julien's membawa Nania masuk kedalam mobilnya. Theo memeluk Romeo yang terus menangis melihat keadaan Nania.
Julien's mencoba menenangkan sedikit kesedihan yang ada didalam diri Romeo dan Theo. Julien's memberikan penjelasan pada Theo dan Romeo akan kondisi Nania yang akan baik-baik saja. Sehingga keduanya tidak perlu khawatir akan Nania.
Usai dengan Theo dan Romeo yang sudah bisa tenang. Julien's berpamitan pada Theo dan Romeo untuk membawa Nania ke rumah sakit. Beatrice yang takut akan Nania hamil, hanya melihat dari jendela kepergian Julien's membawa Nania ke rumah sakit. Dia berharap Nania tak hamil, seperti dugaannya.
Julien's yang terus dilanda kepanikan dengan kondisi Nania. Sesekali dia melihat kondisi Nania yang berada dikursi belakang mobilnya. Julien's tak ingin terjadi hal yang buruk pada istrinya tersebut. Sehingga dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan Nania.
Tiba di rumah sakit, Julien's langsung meminta ranjang dorong untuk membawa Nania. 3 orang perawat pria membawa ranjang dorong itu untuk membawa Nania kedalam ruang perawatan.
Melihat kondisi Nania yang begitu lemah. Ruang unit gawat darurat pun disiapkan untuk Nania. Di ruang itu, diharapkan dapat menjadi ruang perawatan yang optimal untuk Nania. Sehingga Nania mendapat perawatan yang optimal.
Julien's tak bisa menemani Nania selama dilakukan pemeriksaan. Dia hanya bisa menunggu diluar selama pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Hingga Julien's dibuat cemas akan kondisi dari Nania, diluar ruang perawatan.
Air mata Julien's jatuh. Begitu sedihnya dia melihat kondisi istrinya. Dari berdiri, duduk. Kemudian bersandar ke tembok dengan kepala menunduk. Julien's semakin cemas akan kondisi dari Nania.
Ditengah kecemasan yang terus melanda hatinya. Alex yang baru akan memulai pekerjaannya, bertemu dengan Julien's. Melihat Julien's. Dia pun langsung mendatangi Julien's untuk bertanya siapa yang dilarikan ke ruang UGD.
__ADS_1
Tak ingin Alex curiga, Julien's menyeka air mata yang sempat jatuh di matanya. Berusaha bersikap tenang. Sehingga tak akan ada kecurigaan yang mungkin datang dari Alex padanya.
"Nania. Tadi dia pusing, muntah sebelum akhirnya pingsan." Jelas Julien's.
"Apa Nania?" Alex seketika panik.
"Iya Nania. Mungkin dia kecapean atau apa. Tapi wajahnya begitu lemas." Lanjut Julien's berusaha tetap tenang.
Tak lama dokter yang menangani Nania keluar. Alex yang mengenal dokter itu, langsung menghampirinya.
"Bagaimana kondisi Nania dokter Christine?" Tanya Alex panik.
Hancur seketika hati Julien's mendengar penjelasan dari dokter Christine. Dimana dia merasa gagal menjaga istrinya tersebut. Sehingga istrinya itu terkena gejala tipes. Namun Julien's tak mampu mengekspresikan perasaan sedihnya tersebut. Mengingat Alex ada dihadapannya.
Alex pun turut sedih dengan kondisi Nania. Dia pun meminta izin pada dokter Christine untuk menjenguk Nania. Sekedar ingin melihat kondisi dari Nania.
Dokter Christine tidak mengizinkan banyak orang untuk berada di ruangan Nania. Sehingga satu orang saja yang boleh melihat kondisi Nania sekarang.
Julien's ingin jadi orang pertama. Tapi apalah daya, keberadaan Alex membuatnya harus menahan diri. Sehingga dia membiarkan Alex untuk menjenguk Nania terlebih dahulu. Sementara dirinya entah kapan akan melihat Nania. Mengingat Alex tentu akan berada disana.
__ADS_1
Nania siuman ketika Alex membuka pintu tempat dirinya dirawat. Melihat bukan Julien's yang berada dihadapannya, Nania sedikit sedih. Tapi dia paham kondisi sekarang. Sehingga dia tetap berusaha mengerti.
Alex dengan penuh perhatian mengelus rambut Nania. Ketulusannya terlihat begitu jelas pada Nania. Matanya berkaca-kaca kala menatap wajah lesuh Nania.
"Kamu harus banyak istirahat, juga jangan terlalu capek. Biar badan kamu gak drop lagi." Nasehat Alex pada Nania.
"Makasih Alex atas sarannya." Jawab Nania.
"Kamu sudah makan?" Tanya Alex.
"Sudah. Lagi pula aku sedang tidak nafsu makan." Jelas Nania.
"Kalau gitu aku pergi dulu. Semoga cepat sembuh." Doa Alex.
Nania mengangguk.
Dengan berat hati, Alex terpaksa meninggalkan Nania di ruang perawatan. Masih ada sedikit perasaan tak enak hati meninggalkan orang yang dia cinta sendiri. Tapi jam kerjanya sebentar lagi akan dimulai. Sehingga Alex harus profesional.
Diluar ruang perawatan Nania. Alex berpesan pada Julien's untuk menjaga Nania. Memberikan obat, serta menawarkan makan itu penting. Sehingga Nania bisa segera pulih. Julien's yang tak sabar berjumpa dengan Nania, mengiyakan semua ucapan dari Alex. Bahkan tanpa diminta Alex pun, Julien's akan melakukan itu. Mengingat Nania adalah istri dari Julien's. Sehingga sudah jadi kewajiban untuk Julien's merawat Nania dengan layak.
__ADS_1
Begitu Alex telah pergi. Julien's dengan segera masuk kedalam ruang perawatan Nania. Julien's langsung mencium mesra kening Nania yang masih terasa panas. Dia meminta Nania untuk banyak istirahat. Sehingga dikemudian hari Nania tidak akan mengalami hal yang sama lagi.