
Hampir menunggu 3 jam lebih, akhirnya Julien's dan Nania tiba juga di rumah sakit. Keduanya langsung bergegas ke kamar perawatan Beatrice. Panggilan telepon dari ibunya, sudah pasti untuk menanyakan keberadaan dari Julien's saat ini. Hingga Julien's memilih untuk mengabaikan panggilan telepon dari ibunya tersebut.
"Kenapa kamu tidak angkat?" tanya Nania.
"Dari Ibu. Dia pasti ingin menanyakan keberadaan kita saat ini. Jadi lebih baik aku tidak angkat saja panggilan telepon tersebut." jawab Julien's dengan tergesa-gesa.
Julien's yang berjalan sangat cepat menuju kamar perawatan Beatrice. Akhirnya merasa lelah sendiri. Dia berusaha mengatur napasnya sejenak. Sebelum akhirnya Julien's masuk ke dalam kamar perawatan seorang Beatrice.
__ADS_1
"Mungkin udara di sini sudah tidak sehat lagi. Perasaan aku kemarin naik bukit, biasa saja. Tapi kenapa saat di sini begitu capek dan sesak." ucap Julien's.
"Mungkin kamu melakukan perjalanan itu secara tidak santai. Jadi kamu kelelahan saat melakukan perjalanan dari lobi menuju kamar perawatan mbak Beatrice." balas Nania mengelus pundak Julien's.
Begitu Julien's telah sedikit bisa tenang. Julien's segera membuka pintu kamar perawatan dari Beatrice. Namun Julien's dan Nania terkejut, saat melihat tidak ada orang di dalam kamar perawatan Beatrice. Hanya ada ranjang dengan sebuah bantal dan guling saja. Tidak ada satu orang pun di dalam kamar perawatan tersebut.
Julien's bergegas keluar kamar perawatan tersebut. Memastikan kamar perawatan itu adalah kamar perawatan dari Beatrice. Begitu Julien's melihat nama ruangan tersebut. Sudah jelas, kamar perawatan yang dia masuki adalah kamar perawatan dari Beatrice. Julien's tidak salah masuk kamar.
__ADS_1
Nania hanya menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya. Julien's segera mengecek pesan yang masuk tersebut. Pesan yang berasal dari ibunya tersebut. Pesan dari ibunya itu merupakan pemberitahuan dari ibunya, jika Beatrice sudah di bawa pulang oleh ibunya dan Alex. Mereka terlalu lama menunggu kedatangan Julien's yang tak kunjung datang. Apalagi Theo dan Romeo sudah tidak sabar untuk segera pulang ke rumah. Julien's seketika mengucapkan kata penyesalan. Sebab dia harus pergi ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.
"Kenapa?" tanya Nania.
"Ternyata Beatrice sudah di bawa oleh ibu dan Alex pulang. Jadi kita sia-sia datang ke sini." jawab Julien's.
__ADS_1
Nania hanya tertawa. Dia mengelus pundak Julien's. Meminta Julien's untuk sabar, telah di prank oleh keluarganya sendiri. Apalagi Julien's harus ngos-ngosan untuk datang ke kamar perawatan Beatrice. Sebuah perjuangan yang penuh arti dari Julien's untuk segera tiba di kamar perawatan Beatrice. Namun kenyataannya semua hanya berbuah sia-sia. Julien's harus di buat kecewa oleh Beatrice yang telah di bawa pulang oleh ibunya.
Nania pun mengajak Julien's untuk segera pulang untuk melihat kondisi dari Beatrice. Namun Julien's terlihat begitu kelelahan. Hingga dia meminta waktu untuk kembali menyetir menuju rumah. Sebab Julien's masih cukup lelah untuk pulang. Namun tentu Beatrice dan yang lain sudah menunggu kepulangan dari Julien's. Hingga Julien's dan Nania harus segera pulang ke rumah. Dengan terpaksa Julien's pun melawan rasa malas dan lelahnya demi bertemu dengan keluarga besarnya.