SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
KEDEWASAAN NANIA


__ADS_3

Beatrice tak henti tersenyum saat Julien's menyuapkan beberapa sendok makanan kedalam mulutnya. Sesekali Julien's bercanda pada Beatrice, hingga Beatrice tidak sanggup untuk menahan tawa dari apa yang telah Julien's lakukan kepada dirinya.


"Kamu pernah dengar sebuah dongeng sendok dan garpu?" tanya Julien's.


"Dongeng sendok dan garpu? Dongeng apa itu?" tanya Beatrice balik.


"Jadi dulu ada sebuah keluarga yang kaya raya. Setiap hari mereka mengganti semua peralatan yang telah mereka gunakan. Dari mulai piring, sendok dan garpu. Oleh keluarga itu di buang ke tong sampah. Sampai ada satu peristiwa, dimana semua sendok dan garpu itu sudah tidak ada lagi di pasaran. Sampai akhirnya kelurga itu terpaksa menggunakan sebuah sendok dan garpu bekas. Namun setelah menggunakan sendok dan garpu bekas, ternyata mereka tidak terbunuh. Akhirnya keluarga itu pun tidak lagi menggunakan sendok dan garpu sekali pakai. Selain itu pemborosan, juga membuat orang lain yang ingin menggunakan sendok dan garpu itu menjadi tidak ada. Sebab telah di pakai oleh satu keluarga tersebut. Pesan moral dari cerita itu, kita tidak boleh boros. Sebab ada hak orang lain yang mungkin saja hilang oleh keserakahan dari kita." ucap Julien's.


Beatrice begitu senang dengan dongeng yang diucapkan oleh Julien's. Sudah lama Julien's tidak pernah menceritakan sebuah dongeng atau cerita rakyat Prancis yang sering Julien's ceritakan kepada Beatrice, maupun ketiga anaknya. Beatrice adalah salah satu orang yang senang mendengar setiap dongeng yang di ceritakan oleh Julien's. Bahkan dia selalu ingin mendengar setiap dongeng Julien's tersebut.


"Aku senang banget dengar kamu mendongeng tersebut. Rasanya aku menemukan kamu yang dulu. Kamu yang selalu menceritakan segala sesuatu dengan begitu antusias. Kamu terasa seperti dulu." ucap Beatrice penuh senyuman.


Julien's memberikan senyuman manis kepada Beatrice. Tak lupa sebuah sentuhan lembut di berikan Julien's di pipi kiri Beatrice. Julien's ingin kembali menunjukkan bagaimana masih ada cinta di dalam hatinya pada Beatrice. Sehingga Beatrice tidak harus ragu akan cinta dari seorang Julien's kepadanya.


Pintu kamar Beatrice yang terbuka dengan begitu lebarnya. Membuat semua anggota keluarga di rumah itu bisa melihat bagaimana keromantisan dari Julien's pada Beatrice masih ada.


Nania yang tanpa sengaja melintas di depan kamar Beatrice. Juga melihat bagaimana Julien's memperlakukan Beatrice layaknya seorang ratu. Julien's menyuapi Beatrice. Juga mengambilnya minum. Sehingga Beatrice semakin di buat bahagia oleh perlakuan dari seorang Julien's kepada dirinya.


Nania tidak boleh cemburu! Bahkan Nania harus membuang jauh-jauh perasaan cemburu yang ada di hatinya pada Beatrice. Sebab perasaan cemburu dari Nania tidak mendasar. Itu perasaan yang seharusnya tidak di miliki oleh Nania pada Beatrice. Mengingat Nania harus bisa lebih dewasa dalam menghadapi situasi yang ada. Itu situasi yang normal dalam rumah tangga dengan dua orang istri.

__ADS_1


Nania pergi menuju kamarnya dengan perasaan yang tetap tenang. Sekalipun keromantisan terus di tunjukkan oleh Beatrice dan Julien's di dalam kamar mereka. Namun Nania tetap bisa tenang.


Nania lebih memilih untuk menonton sebuah film di layar ponselnya. Dengan begitu Nania bisa secepatnya merasa lelah, lalu tertidur dengan begitu nyenyaknya. Nania ingin semua itu terjadi pada dirinya.


Baru beberapa menit menonton film tersebut. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Nania. Itu adalah Julien's. Tapi untuk apa dia datang ke kamar Nania. Bukankah Julien's sedang menyuapi Beatrice di kamarnya.


"Kamu telah selesai menyuapi mbak Beatrice makan malam?" tanya Nania begitu Julien's duduk di sampingnya.


"Sudah, sekarang dia sedang tertidur pulas." jawab Julien's dengan begitu santainya.


"Secepat itu?" tanya Nania tidak percaya.


"Itu yang terjadi. Aku harus mengatakan apa lagi." jawab Julien's.


"Beatrice akan langsung tertidur saat aku membacakan dia dongeng. Dia menyukai setiap dongeng yang aku ceritakan kepada dirinya. Terpenting ada pembelajaran yang bisa dia ambil dari dongeng yang aku ceritakan kepada dirinya. Itu saja sudah cukup." balas Julien's.


"Keren juga kamu." Puji Amasya.


Julien's yang mulai penasaran dengan film yang ditonton oleh Amasya, mulai mengarahkan kepalanya mendekat ke arah layar laptop Amasya.

__ADS_1


"Kamu lagi nonton film apa?" tanya Julien's begitu penasaran.


"Sebuah film drama, aku pikir kamu tidak akan menyukainya." jawab Amasya.


"Aku suka drama, beberapa film drama aku tonton." Bantah Julien's.


"Bohong, orang seperti kamu. Tidak akan pernah suka drama. Mungkin kamu hanya ingin menghibur aku saja. Makanya kamu bilang kamu suka drama." ucap Nania.


Julien's tidak membalas ucapan Nania dengan kata-kata. Dia lebih memilih untuk mencium pipi kiri Nania.


"Mungkin itu baru menghibur kamu." ucap Nania.


Nania tersenyum usai mendapatkan ciuman dari seorang Julien's. Dia terlihat begitu bahagia dengan ciuman manis tersebut.


Namun Julien's yang ingin merasakan kehangatan dari Nania. Langsung melanjutkan dengan adegan lainnya. Tangan nakalnya mulai meraba beberapa area terlarang dari tubuh Nania. Sesekali Nania mencegah tangan Julien's tersebut. Sebelum akhirnya Julien's berhasil menyentuh bagian tubuh sensitif dari Nania itu sendiri.


Sentuhan yang Julien's berikan pada Nania, seketika membuat Nania langsung terangsang. Nania menggeser laptop miliknya, mulai membuat Julien's semakin bergairah dengan godaan yang di lakukan olehnya. Julien's dengan lidahnya mulai menjelajahi setiap area suci dari Nania.


Keduanya benar-benar berada dalam sebuah surga yang kenikmatan. Tidak ada yang bisa memisahkan keduanya. Terlebih saat keduanya sudah tidak mengenakan sehelai pakaian. Keduanya benar-benar sudah tidak memikirkan apapun lagi. Hanya menyentuh, disentuh dan tersentuh. Semuanya membuat bergairah dan panas suasana kamar yang dingin oleh AC.

__ADS_1


Usai merasakan ******* yang cukup tinggi. Keduanya saling berpelukan. Ini masih jauh dari jam 12 malam. Waktu di mana Julien's dan Nania bisa melakukan hubungan seksual mereka sebagai seorang suami istri.


Tapi Nania meminta Julien's untuk segera pergi dari kamarnya. Dia tak ingin kejadian di hari sebelumnya kembali terulang. Hingga Nania harus di hukum oleh Beatrice untuk tinggal di rumah mertuanya. Itu tidak ingin terjadi lagi. Nania tidak ingin jauh lagi dari Julien's. Dia tak ingin kehilangan Julien's lebih lama lagi. Cukup beberapa saat saja, Nania kehilangan Julien's. Tidak untuk dalam waktu yang cukup lama.


__ADS_2