SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA MENERIMA TAWARAN DARI THOMAS


__ADS_3

Menjijikkan untuk Nania dapat tidur dalam satu ranjang dengan Thomas. Namun lebih menjijikkan lagi ketika dia harus melihat karier suaminya hancur akibat ulah dari Thomas.


Dengan berat hati, Nania akhirnya menyetujui permintaan dari Thomas. Dia mengajak Thomas untuk bertemu. Tujuannya untuk membicarakan permintaan Thomas padanya.


Thomas meminta untuk bertemu Nania di sebuah kafe. Nania menyetujuinya, keduanya sepakat untuk bertemu di kafe jam 1 siang.


Seakan tak ada masalah yang sedang dihadapi oleh Nania. Dia kembali sarapan dengan santainya bersama Julien's dan keluarganya. Dia menyuapi kedua anak Julien's yang masih kecil. Begitu juga dengan perhatian kecil yang tak lupa Nania berikan pada Julien's.


Selepas sarapan, Nania mengantar Julien's hingga kedepan rumahnya untuk berangkat bekerja. Tak lupa ciuman di kening yang menjadi favorit Julien's sebelum berangkat bekerja, diberikan Julien's pada Nania. Kalimat penuh harap disampaikan oleh Nania pada Julien's. Harapan Nania akan keselamatan Julien's sampai di tempat kerja.


Tak berselang lama, dia juga mempersiapkan diri untuk mengantar Theo pergi ke sekolah. Tetap tampil cantik dengan midi dress berwarna merah. Nania bersiap mengantar Theo berangkat ke sekolah.


Disepanjang perjalanan menuju sekolah, ponsel Nania tak berhenti berbunyi. Thomas secara terus menerus mengiriminya kata-kata jorok yang membuat Nania begitu terganggu. Dia langsung menghapus setiap isi pesan yang Thomas berikan padanya. Nania begitu terganggu dengan setiap pesan yang Thomas kirimkan padanya.


Puncak kekesalan Nania pada Thomas memuncak saat Thomas mengirimkan gambar perempuan telanjang dengan wajah Nania yang ditempel. Nania langsung murka dengan gambar itu. Dia langsung meminta Thomas untuk menghapus photo tersebut.


Permainan Thomas dimulai. Dia sengaja mengirimkan gambar perempuan telanjang bulat dengan wajah Nania agar Nania bisa membalas pesan darinya. Sehingga akhirnya Nania mengirimkan pesan padanya.


Tak ingin kehilangan momen berbalas pesan dengan Nania. Thomas memanfaatkannya sebaik mungkin. Dia dengan sengaja memancing amarah Nania untuk membuatnya dapat terus menerus membalas pesan darinya.


Nania yang sudah benar-benar muak dengan semua isi pesan yang dikirimkan oleh Julien's. Memilih untuk mematikan ponselnya. Sehingga dia bisa aman dari gangguan Thomas.


Sampai di sekolah Theo. Nania langsung mengantar Theo menuju ruang kelasnya. Namun begitu sampai di ruang kelas Theo. Seorang perempuan seumur Beatrice tiba menampar keras pipi Nania. Dia memakai Nania, sebelum akhirnya pergi meninggalkan Nania.


Perempuan yang tentu telah membaca berita tentang pernikahan kedua dengan Julien's. Dimana perempuan itu sangat membenci poligami yang memang haram di Prancis. Nania tak menangis, namun hatinya begitu teriris. Nania tak membayangkan jika semua orang tahu Nania benar-benar telah menjadi istri kedua dari Julien's. Mungkin bukan hanya tamparan saja, ancaman pembunuhan akan dia dapat juga. Mengingat perempuan Prancis yang membenci poligami.

__ADS_1


Tak seperti biasanya, Nania lebih memilih untuk menunggu Theo di dalam mobil. Biasanya dia menunggu Theo disekitar area sekolah. Namun rumor yang diciptakan Thomas, membuat Nania merasa sudah tidak aman lagi. Sebab banyak ibu-ibu yang mulai menyerangnya.


Baru ketika bel pulang berbunyi. Nania segera kembali ke ruang kelas Theo. Dia menjemput Theo, walaupun dia mendengar sedikit omongan kecil yang dilontarkan kepadanya. Namun dia tetap tegar dan berusaha untuk tidak memperdulikannya.


Nania mengantar Theo pulang, setelah itu dengan mobil pribadinya. Nania mulai menemui Thomas di kafe yang telah dijanjikan oleh keduanya.


Tak ada tanda-tanda Thomas disekitar kafe, membuat Nania akhirnya memilih tempat duduk terlebih dahulu. Dia kembali menghidupkan ponselnya. Kemudian puluhan pesan langsung masuk ke ponselnya begitu dia menghidupkan data internet.


Thomas dan Thomas, tidak ada pesan yang lain selain dari Thomas. Dia benar-benar terobsesi dengan Nania. Sehingga semakin membuat Nania takut padanya.


Tak lama membaca pesan dari Thomas. Akhirnya Thomas yang ditunggu datang. Dengan setangkai bunga, dia langsung mencium pipi kanan Nania. Sebelum akhirnya dia duduk dihadapan Nania.


Nania langsung memasang wajah marah setelah bibir Thomas mencium pipinya. Dia meminta Thomas untuk lebih sopan padanya.


Ingin marah, tapi Thomas yang memiliki rahasia terbesar Nania dan Julien's membuat dia tak bisa berbuat apapun. Nania hanya menggerus di tiap tindakan Thomas padanya.


"Jadi kamu setuju dengan syarat yang aku minta?" Tanya Thomas.


Nania terdiam. Kemudian tangan nakal Thomas memegang dagu Nania.


"Setujukah sayang?" Tanyanya kembali.


"I.. I.. Iya." Jawab Nania ketakutan.


Thomas melepaskan tangannya di dagu Nania.

__ADS_1


"Terus besok mau main dimana?" Tanya Thomas tetap dengan wajah mesumnya.


Telepon dari Julien's membuat Nania tak langsung menjawab pertanyaan dari Thomas. Dia mengangkat telepon dari Julien's.


"Hallo Julien's." Ucap Nania.


"Hallo sayang, kamu lagi dimana?" Tanya Julien's.


Nania melirik kearah Thomas. Dia ragu untuk mengatakan dirinya sedang bersama Thomas. Nania pun terpaksa berbohong.


"Aku lagi makan siang sendirian di kafe." Jawab Nania.


"Aku cuman mau minta tolong untuk ke sekolah Marrie. Tadi gurunya telepon aku. Ada masalah yang mau dibicarakan perihal Marrie." Ucap Julien's.


"Ok, aku segera pergi ke sekolah Marrie." Sigap Nania.


"Makasih sayang. bye-bye."


"Bye-bye." Tutup Nania.


Kemudian Nania kembali duduk. Dia mengatakan pada Thomas bahwa dia ada sedikit urusan yang harus diselesaikan. Sehingga dia harus pergi.


Thomas sempat menahan tangan Nania. Namun dengan sekuat tenaga, Nania berhasil melepaskan diri dari genggaman tangan Thomas. Kemudian dia segera pergi menuju sekolah Marrie.


Mata hampir jatuh, kala melihat tangkapan gambar yang ditunjukkan oleh wali kelas Marrie. Dengan teman sekelasnya, Marrie berpesta miras. Hingga membuat kekacauan dua hari yang lalu. Wali kelasnya meminta pada Nania untuk lebih memperhatikan kembali pergaulan Marrie. Mengingat Marrie yang masih remaja, rentan pada pergaulan yang salah. Sehingga perlu bimbingan dari keluarga Marrie.

__ADS_1


__ADS_2