
Media terus menggoreng keracunan yang terjadi di salah satu restoran milik Julien's. Pagi, siang hingga malam. Para jurnalis terus menyorot kejadian yang menyebabkan belasan orang dilarikan ke rumah sakit.
Julien's selaku pucuk pimpinan perusahaan yang membawahi semua outlet yang ada mengadakan pertemuan. Disana Alex yang memiliki saham bersama Julien's sebesar 80% turut dalam rapat yang digelar. Sementara 20% saham lain yang dimiliki oleh dua orang pengusaha. Juga menghadiri rapat terbatas yang dibuat Julien's.
Semuanya berunding untuk mendapatkan solusi dari kejadian yang ada. Dengan pernyataan dokter yang menyebut kejadian itu disebabkan oleh keracunan yang dilakukan oleh saus yang Louise buat. Maka sebagai hukuman, Louise harus dipecat secara tidak hormat.
Selain Louise, complain tamu lain yang dilakukan di sosial media akan adanya serpihan kawat dalam salad yang mereka makan. Juga menjadi sorotan Alex. Dia meminta orang yang membuat Salad itu harus dipecat juga. Sebab dia telah mencoreng nama baik perusahaan dan restoran.
Berat untuk Julien's memutuskan. Sebab Julien's membangun restoran yang ayahnya dirikan, bersama Hubert dan Louise. Sehingga akan sulit untuk Julien's melakukan pemecatan terhadap keduanya.
__ADS_1
Tetapi buku hitam yang menjadi pegangan perusahaan, dengan jelas menerangkan jika Hubert dan Louise layak dipecat. Sekalipun keduanya adalah pegawai lama di restoran. Tetapi kesalahan fatal yang dibuat telah merugikan perusahaan. Sehingga tak ada toleransi kembali untuk keduanya.
Desakan yang semakin nyaring akan pemecatan Louise dan Hubert. Semakin membuat Julien's tertekan. Dia begitu bingung untuk memutuskan.
Rapat itu akhirnya ditutup tanpa hasil. Sebab Julien's masih bingung untuk memutuskan untuk memecat dua karyawan terbaik yang dia miliki. Walaupun desakan diberikan oleh Alex serta dua pemegang saham lainnya. Tetapi dia belum bisa memutuskan.
Nania sebagai istri Julien's mencoba menenangkan hati Julien's yang nampak tak tenang. Terlebih pemberitaan media masa yang sangat frontal dan menyudutkan restoran Julien's. Pilihan pemecatan atau tidak yang harus dilakukan oleh Julien's pada Hubert dan Louise juga menjadi salah satu persoalan pelik yang dihadapi oleh Julien's.
Nania memegang tangan kanan Julien's yang sedari tadi menjadi penopang dagunya. Nania mencoba menguatkan suaminya tersebut. Nania meminta Julien's untuk tetap tenang, sehingga semua persoalan yang dihadapi akan segera selesai.
__ADS_1
"Kamu harus bisa tenang. Iya walaupun aku tahu kamu pasti akan terus kepikiran akan restoran kamu. Tetapi sifat tenang saat ini harus kamu lakukan. Itu juga akan berdampak pada kesehatan kamu juga Julien's. Jadi jangan terlalu dibawa stress. Semuanya akan baik-baik saja. Ok sayang." Support Nania.
"Aku gak bisa tenang Nan. Sulit untuk bisa tenang. Semua media menyudutkan restoran aku. Mereka membuat berita sesuka hati mereka. Mengatakan apa yang sebenarnya tidak terjadi di restoran aku. Belum lagi aku dilema berat. Hubert dan Louise adalah sahabat aku yang memulai karier dari bawah. Mana mungkin aku tega memberikan surat pemecatan kepada keduanya." Balas Julien's bersedih.
"Maafin aku juga yah Julien's. Aku hanya bisa kasih kamu support. Aku gak bisa kasih saran apapun. Sebab aku takut saran yang aku berikan justru semakin memperburuk keadaan." Ucap Nania.
"Dengan kamu ada disamping aku saja saat ini. Kamu telah memberikan lebih dari saran. Aku hanya butuh kamu ada disamping aku." Ucap Julien's mengelus wajah Nania.
Nania langsung memeluk erat Julien's sambil mengelus punggung Julien's. Aura positif yang Nania miliki, diharapkan bisa membuat Julien's semakin tegar menghadapi masalah yang dihadapi.
__ADS_1