SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRIE MENCARI CARA UNTUK TETAP IKUT MAKAN SIANG


__ADS_3

Tak dapat makan siang bersama dengan Oscar. Marrie masih cukup kesal sebenarnya. Tapi demi terlihat ikhlas dihadapan Julien's. Marrie mencoba terlihat seolah-olah baik-baik saja.


Hatinya menggerutu, ingin bertemu dengan Oscar. Tapi apalah daya, pertemuan itu seakan sulit untuk menyatukan hati keduanya. Dimana Marrie harus menahan diri, untuk tidak berjumpa dengan Oscar.


Seikhlas apapun seorang Marrie. Selama masih ada jalan yang bisa digunakan untuk sampai di Roma. Marrie tetap berusaha mencari ide agar bisa berjumpa dengan Oscar dalam acara makan siang yang digagas oleh Julien's.


Didalam mobil, Marrie terus mencari cara yang jitu untuk bisa bertemu dengan Oscar dalam rangka makan siang itu. Tapi tetap dengan cara yang direstui oleh Julien's. Bukan bolos, atau dengan alasan lain. Hingga pertemuan dengan Oscar semakin berkesan.

__ADS_1


Marrie menyalakan ponselnya, lalu mulai membuka beberapa aplikasi sosial media miliknya. Dari si burung biru yang ramai dengan kelompok pejuang beragam cerita. Hingga si ungu yang kerap kali dijadikan tempat pamer photo. Keduanya diselami Marrie dalam rangka mencari ide.


Sampai akhirnya sebuah ide didapat oleh Marrie. Melihat sebuah adegan dalam video pendek di media sosial. Cuplikan singkat video itu, seketika mengilhami Marrie untuk melakukan hal yang sama.


Video itu menunjukkan sebuah adegan dimana seorang siswa yang menjadi dua. Sehingga siswa tersebut tidak harus datang ke sekolah. Siswa itu menyewa orang lain untuk datang ke kelas. Mengikuti pelajaran di sekolah, sebelum akhirnya pulang. Hanya menyetorkan wajah saja.


Cara ini mungkin bisa digunakan oleh Marrie. Salah seorang teman Marrie, memiliki kemiripan wajah dengan Marrie. Hampir teman-teman di sekolah Marrie, menyebut teman Marrie itu adalah kembaran dari Marrie. Walaupun Marrie jelas-jelas tidak memiliki ikatan darah dengan orang tersebut.

__ADS_1


Marrie menelpon salah seorang temannya yang bernama Diana, yang sudah sampai di sekolah. Tak perlu menunggu lama, panggilan telepon itu langsung tersambung dengan teman Diana.


Marrie menceritakan keinginannya untuk bertemu dengan Oscar siang ini. Tapi Marrie harus ikut kegiatan ekstrakurikuler di siang itu pula. Dengan penjelasan dari Marrie yang terkesan menyedihkan serta dramatis. Akhirnya Diana merasa iba pada Marrie. Ia pun mau menolong Marrie untuk membujuk salah seorang siswa yang memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dengan Marrie. Mengganti posisi Marrie dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.


Marrie begitu senang dengan apa yang disampaikan oleh Diana. Dimana Marrie punya kesempatan untuk bertemu dengan Oscar siang ini. Mengingat Diana cukup disegani oleh siswa lain. Akan sangat mudah bagi Diana untuk membujuk siswa lain mengikuti perintah darinya.


Bruce yang mengantar Marrie pagi ini, menyimak dengan begitu baik setiap ucapan yang dilontarkan oleh Marrie. Bruce menyarankan pada Marrie untuk tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji tersebut. Selain membohongi ayahnya sendiri, Marrie juga membohongiku pembimbing di sekolahnya.

__ADS_1


Marrie yang batu, tidak menerima saran dari Bruce. Marrie justru marah dengan semua ucapan dari Bruce. Hingga Marrie meminta Bruce untuk tidak ikut campur dengan semua urusan dari Marrie. Tugas Bruce adalah mengantar Marrie ke sekolah. Bukan mengurusi urusan pribadi seorang Marrie.


Bruce menyerah. Ia tak dapat berkata-kata lagi dengan apa yang disampaikan oleh Marrie. Hingga Bruce memilih bungkam seribu bahasa. Bruce tak peduli dengan apa yang mungkin akan terjadi pada Marrie. Mengingat Marrie tahu sendiri resiko yang mungkin akan terjadi padanya.


__ADS_2