SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA PULANG DARI RUMAH SAKIT


__ADS_3

Dokter Olive menjelaskan dengan gamblang jika Nania sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Imunnya kembali kuat untuk menghadapi berbagai jenis penyakit yang menyerang. Sehingga dokter sudah memperbolehkan Nania untuk pulang.


Julien's menyambut baik kabar yang disampaikan oleh dokter Olive. Dia senang, Nania sudah diizinkan pulang. Tapi dokter Olive tetap berpesan pada Julien's untuk tetap merawat Nania sebaik mungkin. Sebab Nania masih dalam masa pemulihan. Sehingga dia harus banyak istirahat.


Julien's berjanji akan merawat Nania yang disarankan oleh dokter Olive. Dia tak akan pernah lupa juga untuk memberi obat yang harus di minum oleh Nania. Sehingga proses pemulihan bisa secepatnya berlangsung.


Usai berbincang cukup panjang. Akhirnya Julien's meninggalkan ruangan dokter Olive. Diakhiri dengan berjabat tangan. Ucapan terima kasih juga tak henti keluar dari mulut Julien's. Dimana dia merasa terbantu dengan perawatan yang dilakukan dokter Olive selama Nania berada di rumah sakit. Sehingga Nania bisa dengan cepat pulih dari sakit yang menderanya.


Julien's segera kembali ke ruang perawatan Nania. Tetapi langkah cepat Julien's tertahan, saat dia melihat Alex yang masuk kedalam ruang perawatan Nania. Dia memilih menunggu diluar terlebih dahulu. Sampai Alex keluar dari ruang perawatan Nania.

__ADS_1


Alex tak hanya membawa tangan kosong. Semangkuk bubur gandum telah Alex persiapkan untuk sarapan Nania. Sebelum memulai pekerjaannya yang akan berlangsung beberapa menit lagi. Alex memilih untuk menyuapi Nania terlebih dahulu. Sebab dia merasa, Nania tidak mungkin sarapan jika tidak dia yang memberikan. Mengingat Nania begitu sulit makan, jika hanya disuruh.


Dengan semangat positif yang coba diberikan olehnya. Alex berusaha membuat suasana ruang perawatan Nania menjadi semakin baik lagi. Terlebih kini Nania semakin terlihat bugar. Tak ada muka pucat seperti beberapa hari yang lalu. Sehingga tak ada yang harus dikhawatirkan lagi.


Alex menyapa lembut Nania. Lalu dia mengelus lembut rambut Nania. Sebelum bersiap untuk menyuapkan, suapan pertama untuk Nania.


Dengan sedikit penjelasan yang dilakukan oleh Alex. Akhirnya Nania mau untuk makan bubur gandum itu. Terlebih bubur gandum itu ditambah sedikit kuah kaldu lezat. Semakin sensasional rasa dari bubur gandum itu. Hingga akhirnya Nania pun mau menyantap bubur gandum yang nampak lezat tersebut.


Suapan pertama Nania langsung menyukai rasa dari kaldu yang ditambahkan pada bubur gandum tersebut. Kaldu itu membuat rasa bubur gandum menjadi semakin kuat. Ditambah lidah Nania yang kembali menjalankan tugasnya dengan baik. Semakin membuat Nania lahap menyantap bubur gandum yang diberikan oleh Alex kepadanya.

__ADS_1


Awalnya Nania yang ragu untuk menyantap bubur gandum tersebut. Berubah menjadi begitu lahap menyantap setiap suapan yang diberikan oleh Alex padanya. Dia begitu menikmati rasa lezat yang ada pada bubur gandum tersebut.


Melihat nafsu makan Nania yang telah kembali. Alex begitu bahagia. Ia bahagia Nania semakin pulih. Sehingga tak ada rasa kekhawatiran lagi yang menyerang benaknya.


Menit yang tersisa sebelum Alex menjalani rutinitas sebagai seorang dokter umum. Digunakan Alex sebaik mungkin untuk mengobrol banyak hal dengan Nania. Bercanda, sampai sharing akan berbagai penyakit. Dilakukan Alex bersama Nania. Selain membuat imun Nania semakin naik. Obrolan bermutu dengan Alex, membuat wawasan Nania semakin bertambah.


Sayang keterbatasan waktu, membuat Alex harus segera pergi meninggalkan ruang perawatan Nania. Sebelum pergi, Alex menitipkan pesan pada Nania untuk selalu menjaga kondisi tubuhnya. Sebab dengan cuaca yang tak menentu, rentan terserang penyakit.


Pesan yang Alex sampaikan

__ADS_1


__ADS_2