SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S BERTEMU DENGAN WALI KOTA


__ADS_3

Julien's langsung di sambut dengan senyuman salah seorang ajudan dari walikota. Dia terlihat begitu ramah menyambut kedatangan Julien's bersama dengan Marrie. Ajudan ramah itu juga yang mengantar Julien's menuju ruangan walikota. Tempat di mana nantinya Julien's akan banyak mengobrol dengan walikota.


Tiba di ruangan walikota, Julien's di buat kagum dengan ruangan walikota yang begitu tertata dengan begitu rapinya. Hingga Julien's merasa ini adalah ruangan yang cukup nyaman untuk dirinya dapat mengobrol banyak hal dengan walikota.


Julien's dan Marrie pun di persilakan untuk duduk di kursi mewah nan indah. Berbeda dengan Julien's, Marrie yang sedang sibuk mencari kabar seorang Oscar. Sama sekali tidak tertarik dengan ruang mewah yang di miliki oleh walikota. Bagi Marrie mencari kabar Oscar di media sosial, jauh lebih menyenangkan. Daripada harus mengagumi ruangan kerja walikota.


Beberapa saat kemudian, dua orang pelayan langsung menaruh banyak hidangan di atas meja. Keduanya meletakkan setiap menu makanan yang memang di pesan khusus oleh walikota untuk menyambut kedatangan dari seorang Julien's. Julien's pun semakin merasa nyaman dengan jamuan yang di berikan oleh walikota kepada dirinya.

__ADS_1


Walikota yang mengundang Julien's ke balaikota pun akhirnya datang. Dia datang bersama dengan istrinya yang terlihat begitu awet muda. Julien's pun langsung menyambut kedatangan walikota dengan berdiri. Julien's juga meminta Marrie untuk berdiri saat walikota datang menuju meja. Dengan berat hati, Marrie pun akhirnya bangun dari posisi duduknya. Yeah, walaupun wajah Marrie tidak menunjukkan rasa antusiasme yang begitu tinggi seperti yang di perlihatkan oleh Julien's dalam menyambut kedatangan walikota.


"Selamat malam Chef Julien's." sapa walikota.


"Selamat malam Pak. Perkenalkan ini anak saya yang pertama, namanya Marrie." balas Julien's.


Marrie yang masih melipat tangannya di atas perut. Di minta Julien's untuk menjulurkan tangan untuk berkenalan dengan walikota. Dengan segera Marrie pun langsung menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan walikota.

__ADS_1


Begitu sudah saling mengenalkan diri masing-masing. Walikota itu pun meminta Julien's untuk kembali duduk. Di sinilah kebosanan bagi seorang Marrie terjadi. Bagaimana dia harus mendengarkan ayahnya berbicara banyak hal yang mungkin tidak dia ketahui sama sekali. Masalah bisnis, masakan, ekonomi dan sosial. Ah, itu terlalu berat bagi seorang Marrie yang masih kecil. Hingga untuk membunuh rasa bosannya, Marrie pun meminta izin untuk keluar sebentar. Dia ingin merasakan sensasi angin yang mungkin akan di rasakan lebih baik lagi, daripada pendingin ruangan yang ada di ruangan tersebut. Hingga Marrie pun dengan segera pergi keluar.


Menunggu Marrie kembali dari luar, Julien's kembali melanjutkan obrolan seriusnya dengan walikota. Obrolan itu lebih berfokus pada makanan yang akan Julien's hidangkan pada setiap kontingen. Sehingga Julien's di harapkan bisa menghidangkan makanan yang berkualitas dengan mutu dan gizi yang tinggi. Jangan sampai Julien's membuat makanan yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Hidangan itu harus di buat dengan prosedur yang memadai. Hingga akan menjadi hidangan yang sempurna.


Tak hanya soal makanan yang akan di hidangkan oleh Julien's nantinya. Obrolan itu juga berlanjut pada permasalahan seputar penyelenggaraan yang pada akhirnya banyak yang terjerat kasus korupsi dan suap. Walikota pun mengungkapkan kesedihan dari dirinya akan banyaknya pihak yang tertangkap akibat suap yang di lakukan. Padahal walikota sudah melakukan upaya untuk membendung hal tersebut terjadi. Tapi upayanya tersebut gagal, sehingga banyak orang dari jajaran pemerintahannya yang terjerat kasus suap.


Julien's pun memberikan dorongan moril bagi walikota yang terlihat begitu sedih dengan banyaknya pejabat yang tertangkap korupsi. Julien's mengira itu bukan salah dari walikota, tapi semua itu terjadi akibat napsu masing-masing individu. Mereka sendiri yang mencoreng nama baik kota Nice dengan korupsi yang di lakukan.

__ADS_1


Dukungan dari Julien's begitu berarti bagi walikota. Dia merasa apa yang diucapkan oleh Julien's, kurang lebih membuat dirinya menjadi lebih baik lagi. Sehingga walikota berharap Julien's bisa mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang akan di ambil oleh walikota dalam menangani kasus suap dan korupsi selama penyelenggaraan acara olahraga yang akan berlangsung di kota Nice tersebut. Sehingga Julien's bisa pro-aktif dalam melawan kasus korupsi dan suap yang ada di jajaran kota Nice.


Julien's pun mengaku siap membantu pemerintah kota Nice dalam memberantas korupsi dan suap. Sebab itu adalah bagian dari musuh negara paling besar. Sehingga korupsi dan suap, hendak di lawan oleh semua pihak yang ada di kota Nice. Termasuk Julien's sebagai warga negara kota Nice itu sendiri.


__ADS_2