
Sebelum datang ke rumah sakit untuk menjenguk seorang Beatrice yang kembali di larikan ke rumah sakit. Oscar mengajak Marrie untuk menjenguk Thomas terlebih dahulu. Mungkin ini sebagai bentuk dukungan dari Oscar pada seorang Thomas yang sedang berada di dalam penjara.
Thomas adalah orang baik yang menolong Oscar ketika sedang berada di jalanan. Oscar tidak tahu nasibnya saat itu, jika Thomas tidak menolong dia. Sehingga ada rasa ingin balas Budi bagi seorang Oscar pada seorang Thomas. Apalagi Thomas benar-benar telah membuat Oscar kembali bangkit dengan apa yang terjadi.
Sepanjang perjalanan Marrie cukup penasaran dengan sosok Thomas. Oscar pun mengatakan jika Thomas adalah pamannya. Sehingga Oscar begitu peduli pada Thomas. Walaupun apa yang di sampaikan oleh Oscar adalah sebuah kebohongan. Tapi Marrie tetap percaya dengan kebohongan yang di buat oleh seorang Oscar. Dia tetap yakin apa yang di ucapkan oleh Oscar adalah sebuah kebenaran. Sehingga rasa penasaran dari seorang Marrie menghilang dengan sendirinya. Sebab kepedulian Oscar pada Thomas adalah hal yang wajar. Oscar peduli, sebab Thomas adalah pamannya sendiri.
Tiba di rumah tahanan atau Rutan. Oscar terlihat begitu gugup. Dia khawatir kedatangan dari dirinya untuk mendatangi Thomas akan mendapatkan respon yang kurang baik dari Thomas. Sebab Oscar dan Thomas sebelumnya pernah ribut satu sama lain. Sehingga Thomas pun pernah menyewa preman bayaran untuk memukuli Oscar.
Marrie kembali bertanya dengan sikap gugup yang di tunjukkan oleh Oscar. Mengapa Oscar terlihat begitu gugup dengan semuanya. Namun Oscar yang pandai berbohong, berhasil kembali membohongi seorang Marrie. Hingga Marrie pun percaya pada kebohongan seorang Oscar. Dia mengatakan jika dirinya begitu gugup untuk bertemu dengan penjaga tahanan. Mungkin wajah mereka yang menyeramkan, akan sedikit membuat Oscar takut. Sehingga itu yang membuat Oscar terlihat gugup.
Lagi-lagi Marrie percaya dengan ucapan dari Oscar tersebut. Hingga Marrie langsung menenangkan Oscar. Dia menggenggam erat tangan Oscar. Mengatakan semuanya akan berjalan baik-baik saja untuk Oscar. Sehingga tidak ada yang perlu di takuti oleh Oscar. Sebab semuanya akan berjalan baik-baik saja untuk Oscar. Tidak ada wajah menyeramkan yang akan membuat Oscar takut. Mungkin saja mereka akan lebih ramah pada Marrie dan Oscar. Itu yang coba Marrie tunjukkan pada seorang Oscar.
Oscar tersenyum dengan apa yang di lakukan oleh Marrie. Dia tidak lagi gugup, justru dia terlihat begitu bersemangat untuk menemui Thomas. Oscar sudah siap bertemu dengan penjaga tahanan yang mungkin saja akan merubah mimik wajah mereka menjadi lebih baik lagi. Tersenyum pada Oscar dan Marrie.
__ADS_1
Oscar dan Marrie pun mulai melangkahkan kaki mereka menuju kedalam ruang tahanan.. Langkah keduanya sempat di hentikan oleh seorang penjaga tahanan lainnya. Mereka seperti di interogasi oleh penjaga tahanan tersebut. Untungnya tidak ada barang-barang yang membuat Marrie dan Oscar tidak bisa masuk ke dalam ruang tahanan. Keduanya pun di persilakan untuk masuk ke dalam ruang tahanan.
Di sebuah ruangan kecil, akhirnya Oscar dan Marrie di pertemukan dengan seorang Thomas. Di pisahkan oleh sebuah meja berukuran satu meja. Untuk pertama kalinya lagi, Oscar kembali bertemu dengan Thomas.
Sementara Marrie yang juga pernah bertemu dengan Thomas. Cukup terkejut saat melihat Thomas, baginya wajah Thomas sangat tidak asing. Marrie pun tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya tersebut. Sehingga Marrie langsung menyapa Thomas dengan spontan.
"Apa kita pernah bertemu tuan?" tanya Marrie dengan wajah penuh keterkejutan.
Thomas terdiam melihat wajah Marrie dan Oscar. Dia tidak menyangka akan mendapatkan kunjungan dari keduanya. Hingga Thomas pun tak kalah kaget dari seorang Marrie.
"Jadi kalian sudah saling mengenal?" tanya Oscar pada Marrie dan Thomas.
"Aku tidak mengenal dia siapa, tapi aku pernah bertemu dengan dia. Paman kamu selalu bertanya perihal seseorang yang ada di rumahku. Dia terlihat seperti James Bond, mungkin." ucap Marrie sedikit tertawa.
__ADS_1
Sontak ucapan dari Marrie langsung mengundang gelak tawa dari Oscar. Oscar tidak menyangka Marrie akan mengatakan hal tersebut. Itu merupakan hal yang Oscar tidak bisa bayangkan. Mendengar Marrie mengatakan hal tersebut, membuat Oscar begitu terkejut.
Sementara Thomas yang di bungkus oleh rasa bersalah yang cukup besar terhadap seorang Oscar. Terlihat tidak bisa berkata-kata saat melihat wajah Oscar. Dia merasa malu, sebab Thomas pernah membuat Oscar babak belur oleh ulahnya sendiri. Thomas pun selalu menunduk saat Oscar menatap kedua bola mata Thomas.
"Aku begitu bersedih saat melihat nama kamu ada di televisi. Apalagi melihat kamu menjadi seorang pesakitan. Itu terasa berat untuk aku lewati. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan itu akan terjadi pada kamu." ucap Oscar.
Thomas hanya terdiam, dia tak dapat mengatakan apapun pada seorang Oscar. Dia masih cukup malu dengan perbuatan dari dirinya yang telah membuat Oscar babak belur. Thomas pun mengungkapkan jika dirinya merasa bersalah dengan tindakan dari dirinya yang begitu jahat. Thomas tidak ingin mengulang hal yang sama. Hal yang membuat Thomas malu.
Thomas menangis di hadapan seorang Oscar. Dia merasa telah menjahati Oscar hanya untuk memenuhi hasrat jahatnya semata. Balas dendam dan kebencian, telah membuat Thomas menjadi buta dan tuli. Hingga Thomas begitu marah pada dirinya sendiri.
"Aku telah memukulimu lewat preman-preman itu. Mungkin aku harus malu dengan semua yang ku lakukan. Aku benar-benar di luar kendali. Hingga aku tidak bisa mengontrol emosi dari dalam diriku sendiri. Itu yang aku sesali saat ini." ungkap Thomas dengan suara terisak-isak.
Suasana di dalam ruangan kecil itu berubah seketika. Suasananya menjadi begitu sendu. Oscar pun merasa bersalah pada seorang Thomas. Dia telah melakukan hal yang salah pada Thomas. Hingga Oscar mengaku telah mengkhianati seorang Thomas yang telah menolong dirinya dengan begitu baik. Oscar pun meminta maaf juga pada seorang Thomas.
__ADS_1
Marrie yang tidak memahami apa yang sedang di obrolkan oleh Thomas dan Oscar. Hanya terdiam melihat Thomas dan Oscar sama-sama meneteskan air mata. Dia tidak paham dengan apa yang terjadi. Dirinya hanya bisa melihat kesedihan yang ada di dalam diri seorang Oscar dan Thomas. Tanpa tahu apa yang membuat keduanya begitu bersedih. Hingga keduanya menangis dengan begitu kerasnya.