
Di tengah hari yang terik, Nania tetap menyempatkan diri untuk menjemput dua jagoan kecil Julien's. Tentu ini sebagai bukti dari kasih sayang Nania pada kedua anak Julien's. Dia tak ingin kedua anak Julien's pulang, tanpa di jemput walinya. Sehingga Nania tetap menyempatkan diri untuk menjemput Theo dan Romeo di sekolah.
Di depan kelas Theo dan Romeo, seperti biasanya. Nania menunggu kepulangan keduanya yang hanya menunggu hitungan menit saja. Nania pun sudah tidak sabar untuk segera menunggu bel pulang sekolah berbunyi. Bel yang akan membuat Romeo dan Theo keluar dari kelas masing-masing.
Akhirnya waktu yang di tunggu oleh Nania pun tiba. Bel pulang sekolah berbunyi dengan begitu kerasnya, hingga langsung membuat seluruh siswa berhamburan keluar dari dalam kelas. Ada yang berlarian menghampiri orangtua mereka masing-masing. Ada juga yang tetap santai saat keluar dari dalam kelas. Semuanya memiliki caranya masing-masing dalam mengekspresikan perasaan mereka, begitu bel pulang telah berbunyi.
Theo dan Romeo yang di kenal sebagai anak yang ekspresif. Langsung berlari ke arah Nania saat bel pulang berbunyi. Keduanya langsung memeluk tubuh Nania dengan begitu eratnya. Bahkan Theo begitu senang mencium aroma minyak wangi yang di kenakan oleh Nania. Hingga Theo terus mencium area yang Nania semprot minyak wangi di tubuhnya.
Tak ingin semakin lama kepanasan, Nania pun langsung mengajak Theo dan Romeo untuk pulang ke rumah. Tapi cuaca yang cukup panas, akan lebih enak jika di selingi dengan sebuah es krim. Itu ide yang cukup bagus untuk di realisasikan. Sehingga Theo dan Romeo pun meminta Nania untuk mengantarkan mereka berdua menuju toko es krim. Mungkin akan sangat menyenangkan makan es krim dengan cuaca panas di hari ini.
Nania yang juga begitu kepanasan dengan teriknya matahari yang bersinar. Tanpa ragu, menerima permintaan dari kedua anak tirinya tersebut. Dia mengaku juga begitu ingin makan es krim seperti yang di inginkan oleh Theo dan Romeo.
Sebuah toko es krim langganan Romeo dan Theo di datangi oleh Nania. Toko itu di kenal memiliki kualitas es krim yang juara. Dengan varian rasa yang banyak. Sehingga Theo dan Romeo bisa memilih rasa es krim dengan banyak pula.
Romeo di kenal sebagai seorang coklat lovers. Tak heran, jika datang ke toko es krim. Sudah pasti Romeo akan memilih es krim rasa coklat. Rasa yang menurut Romeo begitu lezat.
__ADS_1
Beda dari sang adik, Theo justru menyukai rasa es krim vanilla. Baginya es krim vanilla memiliki sensasi tersendiri. Hingga Theo begitu menyukai rasa es krim vanilla.
Sepanjang perjalanan menuju toko es krim tersebut, Theo dan Romeo tak henti membayangkan rasa es krim yang akan mereka cicipi. Apalagi Theo yang sudah tidak sabar untuk menyantap lezatnya es krim vanilla yang akan di makan oleh dirinya. Itu akan menjadi sebuah sensasi tersendiri. Theo pun mengatakan jika dirinya sudah tidak sabar untuk menyantap es krim tersebut. Apalagi dengan sinar matahari yang begitu terik di siang ini. Semakin menambah semangat Theo untuk menyantap es krim vanilla kesukaan dari dirinya.
Baru juga di parkiran mobil, Theo dan Romeo langsung turun dengan penuh semangat dari mobil. Saking semangatnya turun dari mobil. Romeo sampai terjatuh, hingga kakinya sedikit terkilir. Sontak Romeo yang kesakitan pun langsung menangis dengan insiden tersebut.
Nania dengan sigapnya langsung menolong Romeo. Tak mungkin Nania memarahi seorang Romeo yang masih kecil. Hingga Nania meminta Romeo dan Theo untuk lebih berhati-hati lagi, sehingga kejadian seperti yang di alami oleh Romeo tidak akan terjadi.
Sedikit obat merah di tuangkan pada luka Romeo tersebut. Obat merah itu di harapkan akan membunuh kuman serta mengeringkan luka yang ada pada kaki Romeo tersebut. Hingga luka itu tidak akan menyebabkan infeksi pada kaki Romeo.
Theo membuka pintu itu, dia mendorong pintu toko itu dengan begitu kuatnya. Hingga saking kencangnya Theo mendorong pintu toko es krim tersebut. Theo hampir mengenai pengunjung lain yang hendak keluar dari dalam toko.
Saat di perhatikan, ternyata pengunjung tersebut adalah Marrisa. Perempuan yang hendak di jodohkan dengan Julien's oleh Beatrice. Theo yang hapal dengan wajah Marrisa, langsung menyapanya. Begitu juga dengan Marrisa yang mengenali wajah Theo. Begitu senang bisa bertemu dengan Theo dan Romeo.
"Kalian mau makan es krim, kalian datang sama siapa?" tanya Marrisa dengan penuh antusias.
__ADS_1
'Kita datang saya Ibu Nania." jawab Theo.
Marrisa menoleh ke arah Nania. Nania pun langsung memberikan senyum pada Marrisa.
"Ibu Nania... Maksud kalian suster Nania kali." ucap Marrisa.
Nania yang tak mungkin mengatakan jika dirinya adalah istri kedua dari seorang Julien's. Terpaksa mengiyakan ucapan dari Marrisa. Dia pun mengatakan jika apa yang di sebutkan oleh Marrisa itu adalah satu hal yang benar. Nania adalah suster dari Theo dan Romeo.
Marrisa sempat panik saat melihat kaki Romeo yang terluka. Marrisa pun langsung menegur Nania yang di anggap lalai. Hingga Marrisa mengancam akan melaporkan Nania pada Beatrice dan Julien's atas insiden tersebut. Walaupun Romeo mengatakan jika dirinya baik-baik saja. Tapi Marrisa tetap merasa apa yang di lakukan oleh Nania adalah sebuah kelalaian. sehingga Nania harus mendapatkan hukuman atas apa yang tejadi pada Romeo.
Nania tetap tenang dengan ancaman dari seorang Marrisa. Walaupun dalam hatinya dia begitu kesal dengan sosok Marrisa yang terlihat begitu sempurna. Apa mungkin Romeo dan Theo akan nyaman dengan sosok Marrisa yang seperti ini. Rasanya ketiganya tidak akan nyaman dengan sosok Marrisa yang terlalu perfeksionis. Mungkin Marrie yang akan paling tidak suka, sebab dia adalah orang yang tidak suka di atur oleh siapa pun. Termasuk orang terdekatnya sendiri.
Romeo yang sudah tidak sabar untuk menyantap es krim rasa coklat yang hendak dia beli. Meminta Nania untuk segera memesan es krim tersebut. Begitu juga dengan Theo, dia juga sudah tidak sabar untuk menyantap es krim vanila lembut yang ingin segera membasahi lidahnya. Keduanya sudah tidak sabar untuk menyantap es krim mereka berdua.
Akhirnya Nania pun segera memesan es krim untuk kedua anak sambungnya tersebut. Sementara Marrisa terlihat kurang suka dengan sikap acuh dari seorang Nania. Dia pun siap memecat Nania, seandainya telah menjadi istri dari seorang Julien's. Marrisa tidak ingin memiliki baby sitter seperti Nania yang terlihat kurang sopan.
__ADS_1