
Waktu yang di tunggu oleh seorang Alex, akhirnya tiba. Dia pun sudah siap menyatakan perasaan cintanya pada seorang Nania. Perasaan cinta Alex yang sempat tertahan cukup lama, akhirnya akan Alex sampaikan di waktu yang menurut Alex sudah sangat tepat.
Alex sudah tidak sabar untuk segera menyatakan rasa cintanya pada Nania. Mungkin ini akan jadi pengalaman pertama bagi Alex untuk kembali menyatakan cinta pada seorang perempuan.
Ibu Alex terlihat begitu bersemangat untuk memberikan dukungan pada Alex. Dia mengantar Alex menuju ke mobilnya. Ibu Alex itu juga mendoakan untuk berhasil menggaet hari seorang Nania. Sehingga Alex dan Nania bisa resmi berpacaran. Itu harapan dari sang ibu. Doa dari sang ibu pun langsung Alex amini. Dia memiliki harapan yang sama dengan ibunya. Sehingga berharap Nania akan menerima cintanya.
Sebelum membawa mobil miliknya menuju restoran yang telah Alex pesan. Alex menarik napas sedalam mungkin. Meredakan ketegangan yang sedari tadi menyelimuti Alex. Dia merasakan sebuah ketegangan yang teramat begitu besar di dalam dirinya. Hingga Alex pun harus segera meredakan ketegangan yang tengah di hadapi olehnya tersebut.
Alex berusaha membuat dirinya tidak terlalu kaku. Tapi juga tidak terlalu frontal. Dia harus benar-benar menunjukkan bagaimana dirinya akan membuat seorang Nania terkesan dengan dirinya. Membuat Nania jatuh hati pada seorang Alex. Sehingga Alex akan bisa lebih percaya diri lagi dengan apa yang telah di sampaikan oleh ibunya.
Alex membawa mobilnya menuju restoran. Dia terus di bayangi oleh kegagalan yang mungkin saja akan menimpa seorang dirinya. Kegagalan dalam mendapatkan cinta seorang Nania, hingga Alex harus bisa benar-benar memastikan dirinya akan bisa mendapatkan hati seorang Nania yang memang tidak mudah di taklukkan oleh Alex.
Tiba di restoran, Alex di kejutkan dengan keberadaan Nania yang sudah berada di dalam ruangan VIP. Nania terlihat begitu anggun dengan sebuah gaun berwarna merah darah yang di kenakan olehnya. Hingga Alex tidak sabar untuk dapat bertemu secara langsung dengan Nania. Bertemu dengan Nania sebagaimana ingin dia rasakan.
"Aku pikir Nania jauh lebih antusias dari diriku. Apakah Nania tahu aku akan menyatakan cinta di malam ini. Cinta yang akan segera ku sampai pada dirinya. Aku sangat tidak sabar mengatakan ini semua pada Nania." ucap Alex di samping mobilnya.
Alex berjalan dengan penuh percaya diri. Dia mengenakan kacamata hitam yang sedari tadi dia letakkan di kerah depan kemejanya. Alex pun mulai berjalan menuju ke arah restoran. Beberapa pengunjung restoran begitu terkesima dengan penampilan tampan seorang Alex. Mereka terpesona akan ketampanan dari Alex yang begitu menyegarkan mata siapa saja yang melihatnya.
"Lihat pria itu, dia begitu sempurna. Apa aku kelak akan mendapatkan seorang pria seperti dia."
"Oh Tuhan, jika jodohku bukan dia. Setidaknya aku meminta yang tidak jauh dengan dia. Aku harap begitu."
"Aku iri, tapi sepertinya aku bisa lebih dari dia."
__ADS_1
Alex mendengar semua pujian dari para pengunjung restoran di malam ini pada dirinya. Alex hanya tersenyum kecil saat mendengar bagaimana mereka memuji Alex dengan begitu manisnya. Alex pun senang dengan pujian yang mereka lontarkan. Sehingga dia sukses dengan penampilan dari dirinya di malam ini. Penampilan yang membuat Alex begitu terlihat seksi di mata setiap perempuan yang melihatnya.
Alex pun langsung di persilakan masuk ke dalam ruang VIP yang telah di pesan oleh dirinya. Dia terlihat begitu bahagia saat memasuki ruangan VIP, di mana Nania sudah berada di sana.
Nania pun langsung berdiri saat melihat kedatangan dari seorang Alex. Dia terlihat begitu bahagia dengan apa yang di tunjukkan oleh Alex pada dirinya. Sebuah ruangan khusus yang telah di hias semenarik mungkin oleh Alex. Hingga menjadi ruangan yang sempurna untuk menjadi tempat yang begitu indah bagi Nania.
"Aku begitu terkesan dengan semua ini Alex. Aku mengucapkan terima kasih atas undangan makan malam di malam yang indah ini." ucap Nania dengan begitu manisnya.
"Aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih pada kamu. Aku sengaja membuat semua ini. Aku ingin membuat kamu bahagia. Membuat semuanya menjadi indah, seperti kamu." balas Alex tak kalah manis.
Alex kembali mempersilakan Nania untuk duduk di kursinya. Sementara Alex duduk di kursi di hadapan Nania. Hanya ada kursi di ruangan itu. Kursi yang indah, dengan aroma yang khas yang begitu menyejukkan hidung siapa pun yang menciumnya. Termasuk Nania yang merasakan begitu bahagia dengan apa yang di sajikan oleh Alex di malam ini.
Dua orang pelayan pun langsung datang membawa pesanan yang telah Alex pesan. Alex tahu betul, Nania sangat menyukai steak. Sehingga Alex pun memesan steak dengan tingkat kematangan medium. Tak hanya steak saja, beberapa desert juga sudah di siapkan oleh Alex untuk makan malam ini. Sebuah jamuan makan malam yang sempurna bagi seorang Nania dari seorang Alex.
Lampu terang yang awalnya menyinari ruangan VIP itu perlahan meredup. Beberapa gorden di ruangan itu juga mulai tertutup. Sehingga ruangan VIP itu mulai gelap gurita. Tidak ada sumber cahaya yang bisa menyinari ruangan itu.
Nania sempat terkejut dengan semua itu. Tapi saat lilin elektrik itu mulai menyalakan sumber api. Seketika sumber cahaya kembali hidup di ruangan itu. Sumber cahaya yang membuat semuanya menjadi lebih cerah lagi.
Beberapa lagi romantis mulai terdengar dari ruangan itu. Beberapa lagi yang sengaja di putar oleh pihak restoran untuk menambah suasana romantis di malam ini.
Sungguh hal yang sudah Nania duga. Hal yang tentunya akan semakin membuat Nania sulit untuk mengatakan tidak. Apalagi pengorbanan dari seorang Alex terlihat cukup nampak. Dia terlihat berusaha membuat semuanya menjadi lebih baik. Tidak ada bisa mengalahkan apa yang di lakukan oleh Alex. Menciptakan sebuah simponi yang indah.
Alex terus menatap wajah Nania dengan tatapan wajah yang penuh harap. Sementara Nania hanya bisa tersenyum kecil dengan apa yang Alex harapkan. Nania sadar, mungkin Alex berharap cintanya pada seorang Nania akan berjalan sesuai dengan harapan. Dia terlihat berharap itu semua akan terwujud dengan baiknya.
__ADS_1
Namun Nania yang sudah menikah dengan Julien's, tidak mungkin menerima cinta seorang Alex. Nania juga sudah menganggap Alex sebagai adiknya sendiri. Walaupun usia Alex jauh lebih tua dari Nania. Tapi Nania tetap kakak ipar dari seorang Alex. Hingga jiwa kakak dari seorang Nania timbul secara spontan pada seorang Alex.
Alex akhirnya mulai mengatakan kebahagiaan dari dirinya. Di mana Alex merasa begitu bahagia dengan apa yang terjadi di malam ini. Makan malam yang sudah lama Alex idamkan, akhirnya terwujud di malam ini. Hingga Alex berharap di makam ini akan menjadi malam yang cukup bersejarah until dirinya.
Alex mulai meraih tangan kanan Nania yang berada di atas meja. Dia menggenggam tangan Nania dengan begitu eratnya. Hingga jantung Nania seperti akan jatuh dari tempatnya. Jantung Nania berdebar kencang dengan apa yang di lakukan oleh Alex.
Jantung Nania itu benar-benar nyaris lepas dari tempatnya, saat sebuah cincin di keluarkan oleh Alex dari saku jasnya. Sumpah, itu adalah cincin mahal yang pernah Julien's berikan pada Nania sebagai hadiah. Siapa pun yang di berikan cincin itu tentu tidak akan mampu menolaknya.
Tapi Nania harus bisa menolak cincin mewah nan mahal tersebut. Nania harus yakin, dia bisa mengatakan tidak saat Alex akan mengatakan cintanya pada seorang Nania. Sehingga Alex tidak akan lagi mengejar cinta Nania yang besar pada dirinya.
"Nania, sejak aku pertama kali melihat kamu. Aku mulai merasakan cinta itu ada. Cinta yang aku cari itu ada di kamu. Aku pernah gagal dalam menjalin hubungan asmara, hingga aku sempat tidak percaya lagi dengan seorang perempuan. Namun saat aku melihat kamu, aku kembali percaya. Pandanganku terhadap perempuan kembali ada, dan cinta itu pun kembali tumbuh." ucap Alex dengan begitu manisnya.
Ucapan Alex yang terdengar begitu manis, membuat Nania benar-benar tidak bisa membayangkan akan sehancur apa Alex saat Nania menolak cintanya. Mungkin ini akan menjadi kehancuran bagi seorang Alex dalam hidupnya. Ini sulit bagi seorang Nania.
Alex kembali melanjutkan ucapannya. Dia pun akhirnya mengatakan cintanya pada seorang Nania. Dia meminta Nania untuk menjadi pacarnya.
Sontak Nania benar-benar bingung untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Alex. Dia bingung harus memilih jawaban yang akan dia berikan pada Alex. Mana mungkin Nania akan mengecewakan Alex di malam ini. Semua yang telah Alex rancang di malam ini adalah sebuah konsep yang baik. Satu kata tidak dari Nania, tentu akan membuat semuanya menjadi hancur begitu saja. Itu yang membuat Nania terasa berat untuk mengatakan tidak.
Tapi Nania juga tidak mungkin mengatakan iya pada Alex. Nania adalah istri dari Julien's. Perasaan Nania pun tidak ada pada Alex. Hingga untuk menjadi pacar dari Alex, rasanya tidak mungkin. Itu adalah hal yang mustahil di lakukan oleh seorang Nania. Hal yang tidak pernah di lakukan oleh Nania pada Alex.
Akhirnya pilihan ketiga di pilih oleh Nania. Dia meminta waktu seminggu untuk menjawab permintaan dari Alex tersebut. Untuk malam ini, Nania masih belum mampu untuk memutuskan. Dia terlihat masih cukup bingung untuk mengatakan keseriusan hatinya. Hingga Nania butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa menjawab pertanyaan dari Alex tersebut.
Alex mengerti dengan kondisi dari seorang Nania. Hingga dia tidak meminta Nania untuk menjawab di malam ini. Alex pun menerima permintaan dari Nania untuk meminta waktu seminggu untuk memutuskan semuanya. Apakah Nania akan menerima cinta dari seorang Alex. Atau justru Nania menolak cinta seorang Alex. Itu akan di tentukan dalam waktu seminggu ke depan.
__ADS_1