SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
RASA PENASARAN THOMAS


__ADS_3

Suara cipratan air yang terkena minyak panas dari dapur membangun Nania dari tidurnya. Kedua bola matanya seketika terbuka lebar. Hidung mancungnya mencium aroma sedap dari bumbu yang diracik oleh Julien's. Seketika otaknya menggerakkan kakinya untuk bergegas menuju dapur untuk sekedar menyaksikan betapa lezatnya masakan yang Julien's buat.


"Aroma lezatnya banget." Ucap Nania yang menyenderkan tubuhnya ditembok dapur.


Julien's yang mendengar suara Nania, langsung membalikkan badannya. Kemudian menyapa Nania.


"Hi sayang, selamat. Sini kita masak bareng." Ajak Julien's.


Nania menghampiri Julien's.


"Kamu masak apa?"


"Soupe a l’oignon" Ucap Julien's.


FYI: Soupe a l'oignon sendiri adalah salah satu menu sarapan orang Prancis yang terbuat dari daging sapi yang memiliki sedikit kuah serta taburan bawang putih. Tambahan dari keju Gruye dan daging ayam. Semakin membuat hidangan ini lezat. Biasanya orang Prancis menyantapnya dengan roti tongkat atau biasa disebut Baguette.


"Lezat banget. Aku boleh nyicipin dulu?" Pinta Nania.


"Boleh." Jawab Julien's.


Julien's menyendok kuah masakan tersebut. Kemudian bak pesawat melayang terbang di udara. Lalu bersiap mendarat di mulut Nania. Namun saat akan mendarat di mulut Nania. Dengan sengaja Julien's membelokannya. Kemudian memasukkan sesendok kuah itu ke mulutnya. Amm Julien's menyantap kuah tersebut.


Nania yang sudah membuka lebar mulutnya, hanya merajuk dengan kejahilan yang dibuat oleh Julien's. Tak ingin melihat Nania semakin marah. Julien's kembali menyendok kuah tersebut. Kemudian memberikannya pada Nania. Kali ini Julien's tidak menjahili Nania lagi.

__ADS_1


Lezat..... Satu kata yang Nania bisa ucapkan untuk mewakili rasa dari masakan Julien's tersebut. Dia begitu menyukai kuah kental dari sup tersebut. Sehingga dia langsung ketagihan dengan rasa masakan tersebut.


Tak sabar untuk menyantap lebih banyak. Nania mempersilakan diri untuk menyiapkan roti tongkat atau Baguette di meja makan. Julien's pun menyetujuinya.


Satu keranjang kecil Nania letakkan roti tongkat dimeja makan. Nania juga menata piring, sendok, garpu dan pisau makan untuk makan semua anggota keluarga. Nania yang seorang pelayan profesional, nampak rapi kala menata piring diatas meja. Sehingga terlihat lebih rapi dan cantik.


Meja makan semakin cantik, kala Julien's membawa Soupe a l’oignon keatas meja makan. Sehingga hanya tinggal menunggu anggota keluarga lain datang. Sarapan super lezat siap disantap.


Romeo dan Theo menjadi dua berikutnya. Hanya menunggu Beatrice dan Marrie yang akan mendatangi meja makan.


10 menit berlalu, Beatrice yang tak kunjung keluar dari kamar. Dengan inisiatif sendiri, Julien's menghampirinya. Dia ingin mengajak Beatrice untuk makan bersama-sama di meja makan.


Beatrice menolak, selain masih belum terlalu lapar. Kehadiran Nania di meja makan. Membuat selera makannya semakin hilang. Sehingga dia menolak untuk sarapan bersama Julien's.


Namun Julien's sedikit emosi ketika Marrie yang sudah berada di meja makan secara tiba-tiba melakukan tindakan penghinaan pada Nania. Marrie dengan kata-kata tidak pantas memaki Nania yang nampak bersedih dengan ucapan yang dilontarkan oleh Marrie padanya. Dia hanya menunduk dengan raut wajah penuh kesedihan.


Tak ingin Marrie kembali marah padanya. Emosi Julien's coba dia redakan sejenak. Sebelum menasehati Marrie. Dia tak ingin Marrie kembali marah, kemudian membencinya. Julien's pun hanya menasehati Marrie.


Marrie mendengar semua nasehat dari Julien's. Namun dia tetap tak menerima Nania sebagai ibunya. Marrie tetap menganggap Nania adalah orang asing yang tak dia kenal. Sehingga harus pergi dari rumahnya. Melihat Nania masih di meja makan. Marrie pun memilih pergi, meninggalkan sarapan lezat yang Julien's buat.


Julien's mendekap lembut Nania yang perlahan meneteskan air mata. Dia terus menyemangati Nania untuk sabar dalam menghadapi Marrie dan Beatrice. Dia yakin Beatrice dan Marrie suatu hari nanti akan menerima keberadaan Nania dalam keluarga Julien's.


Julien's meminta Nania untuk mandi. Sebab dia ingin Nania mengantar kembali Theo ke sekolah. Julien's ingin berangkat bareng Nania dan Theo, diantar sopir pribadinya.

__ADS_1


Mengenakan Jumpsuit berwarna abu-abu, dengan heel tinggi 10 cm. Sudah membuat Julien's terpesona dengan Nania. Lagi, Julien's memuji kecantikan dari seorang Nania. Sehingga semakin membuat Nania percaya diri.


Diperjalanan tangan nakal Julien's tak henti memegang paha mulus Nania. Walaupun ditengah mereka Theo sedang bermain game di ponselnya. Namun Julien's tak memperdulikannya. Dia tetap berusaha membuat Nania terangsang.


Bukannya Nania, justru Julien's yang malah terangsang. Nania justru membuat Julien's terangsang, setelah dengan sengaja mengelus balik paha Julien's mendekati area sensitifnya. Sedikit demi sedikit tangan Nania mendaki Pahan Julien's, sampai ketika akan memegang area sensitif Julien's. Dengan sigap, Julien's langsung menahannya. Dia menatap Nania, kemudian menggelengkan kepalanya. Tanda Nania dilarang menyentuh area tersebut.


Baik Nania maupun Julien's langsung mengalihkan pandangan mereka, saat tiba-tiba Theo mengalihkan pandangannya menuju tangan Nania yang berada di paha Julien's. Sehingga baik Julien's maupun Nania langsung melepaskan tangan mereka masing-masing. Ekspresi bingung dari Theo, membuat Nania dan Julien's sedikit tertawa. Namun berusaha menahannya.


Walaupun jarak dari rumah ke sekolah Theo jauh lebih dekat, dibanding dengan restoran. Namun Nania yang ingin nostalgia dengan restoran yang sempat menjadi tempatnya bekerja. Meminta mengantar Julien's terlebih dahulu. Sehabis mengantar Julien's, baru mobil itu mengantar Theo menuju sekolah.


Beberapa meter dari restoran mobil itu terparkir. Kemudian, Nania dan Julien's keluar bersamaan. Nania nampak begitu bahagia, ketika kembali dapat melihat restoran tempatnya bekerja. Dimana dia mulai mengenal Julien's di restoran tersebut.


Namun waktu Nania bernostalgia tak begitu lama. Sebab Theo yang nampak ingin segera bertemu dengan teman sekolahnya Ingin segera bergegas pergi ke sekolah. Sehingga waktu Nania untuk bernostalgia cukup singkat.


Ciuman di kening, kemudian Julien's berjalan menuju restoran. kata I Love You yang diucapkan Nania pada Julien's. Membuat pagi itu cukup berkesan bagi keduanya. Setelah itu Nania kembali masuk kedalam mobil.


Dari kejauhan, Thomas yang selepas mengantar salah seorang temannya yang bekerja di restoran. Melihat kemesraan dari Nania dan Julien's. Dia penasaran, kemudian terus memperhatikan Julien's. Namun jarak yang cukup jauh antara Thomas dan Nania, membuat Thomas tak mendapat informasi apapun.


Tak tinggal diam. Thomas yang penasaran dengan hubungan antara Nania dengan Julien's sekarang. Berusaha menanyakan langsung pada Nania. Dia mengikuti mobil yang membawa Nania.


Sampai di depan sekolah Theo. Thomas langsung mencoba mengikuti Nania. Akaa tetapi, upaya dari Thomas itu gagal. Sebab seorang security menghadangnya. Thomas tidak bisa masuk, sebab tidak memiliki kartu identitas untuk masuk kedalam sekolah elite tersebut. Thomas memohon, namun tetap saja dia tak dapat masuk. Sebab tak memiliki kartu identitas.


Sejak saat itu, Thomas begitu penasaran dengan hubungan Nania dengan Julien's. Sebab selama ini Nania dan Julien's hanya berpacaran saja. Belum ke tahap pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2