SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
UCAPAN MENYAKITKAN BEATRICE UNTUK NANIA


__ADS_3

Menunggu Beatrice selesai mandi. Nania pun menyempatkan diri untuk merapikan kasur Beatrice yang berantakan. Dia terlihat begitu terburu-buru untuk segera merapikan kasur dari Beatrice tersebut. Sebab jika Beatrice ada di hadapan Nania, bukan tidak mungkin Beatrice akan memaki Nania. Sehingga Nania harus secepat mungkin untuk merapikan kasur tersebut.


Baru selesai merapikan kasur Beatrice tersebut. Nania langsung berhadapan dengan Beatrice yang baru selesai mandi. Dengan kimono yang di kenakan di seluruh tubuhnya. Serta sebuah handuk besar di atas kepala. Beatrice seketika menatap tajam wajah Nania yang terlihat begitu ketakutan dengan kedatangan dari Beatrice itu sendiri.


Nania yang tidak ingin semakin gugup berada dalam situasi sulit tersebut. Memilih untuk segera pergi dari hadapan seorang Beatrice. Sehingga dia bisa segera pergi dari hadapan Beatrice secepat mungkin.

__ADS_1


Namun baru beberapa langkah meninggalkan Beatrice. Tangan Nania langsung di tarik dengan kuatnya oleh Beatrice. Nania semakin ketakutan dengan sikap aneh Beatrice tersebut. Dia pun hanya terdiam dengan tatapan menunduk ke bawah.


"Kamu mau kemana?" tanya Beatrice dengan tatapan tajamnya.


"Saya mau pergi ke dapur. Saya ingin menyiapkan sarapan untuk semuanya." jawab Nania dengan penuh ketakutan.

__ADS_1


Ucapan dari Beatrice benar-benar menusuk hati seorang Nania. Dia tidak menyangka Beatrice akan mengucapkan kalimat yang cukup jahat tersebut pada dirinya. Dia sadar bukan seorang perempuan dengan pendidikan yang tinggi. Tapi bukan artinya Nania akan di rendahkan seperti itu oleh Beatrice. Ini adalah sebuah pelecehan yang di lakukan oleh Beatrice terhadap Nania.


Nania mencoba menguatkan dirinya untuk tidak menangis seperti harapan seorang Beatrice. Tapi tajamnya ucapan seorang Beatrice pada Nania. Pada akhirnya membuat Nania pun menangis juga. Dia tak bisa lagi menahan air matanya untuk tidak terjatuh. Itu yang membuat Nania begitu bersedih dengan semuanya.


Beatrice tersenyum melihat Nania yang sedih dengan ucapan yang dilontarkan oleh dirinya. Ada sedikit kepuasan dari seorang Beatrice ketika sudah mengatakan hal tersebut. Dengan ucapan dari Beatrice tersebut. Nania pun rasa merasa terluka. Dia semakin rapuh, itu yang di harapkan oleh Beatrice saat ini. Menjadikan Nania sebagai perempuan yang rapuh. Dia ingin melakukan hal tersebut pada Nania. Sebab Nania harus rapuh sebelum Beatrice benar-benar meninggalkan dunia ini. Sehingga Nania tidak akan mendapatkan singgasana miliknya sebagai istri dari Julien's.

__ADS_1


Nania yang tidak ingin mendengar ucapan Beatrice lainnya yang menyakitkan hatinya. Memilih untuk segera pergi dari kamar Beatrice. Dia sudah tidak sabar lagi dengan hinaan yang Beatrice lontarkan pada dirinya. Rasanya sakit untuk Nania terima semua yang Beatrice ucapkan pada dirinya. Hingga Nania harus segera mengakhiri semua penderitaan dari yang di berikan oleh Beatrice pada dirinya.


Nania pun segera kembali ke dapur untuk membuat menu sederhana yang mungkin akan di sukai oleh seluruh anggota keluarga. Tapi di dapur itu, Nania menangis hebat. Dia tak bisa menahan lagi air matanya yang mengalir deras membasahi wajahnya. Nania tak bisa lagi menahan kesedihannya itu. Hingga Dia terus menangis dengan begitu hebatnya.


__ADS_2