SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
THOMAS MENGETAHUI PERNIKAHAN NANIA DENGAN JULIEN'S


__ADS_3

Dengan sebuah mobil tua yang lahir hampir sama dengan setengah umurnya kini. Thomas memantau rumah Julien's dari kejauhan. Dia penasaran dengan status hubungan Nania dengan Julien's.


Dia memperhatikan setiap orang yang keluar dari rumah Julien's. Hingga dia langsung tertarik pada sosok Marrie yang kala itu tampil cantik dengan seragam sekolah. Marrie memaki Nania di depan gerbang rumahnya. Sehingga membuat Thomas penasaran pada sosoknya. Entah apa yang membuat Marrie memaki Nania. Namun suara makian keras dari Marrie, memancing rasa penasaran Thomas.


Marrie berjalan menjauh dari gerbang rumahnya. Kemudian Thomas langsung mengikuti Marrie menggunakan mobilnya.


"Butuh tumpangan?" Tanya Thomas dengan mobilnya yang melaju pelan.


"Enggak!" Tegas Marrie dengan wajah juteknya.


"Kamu anak chef Julien's?" Tanya Thomas kembali.


Marrie menghentikan langkahnya. Kemudian secara membabi buta memarahi Thomas yang terus bertanya padanya.


"Bukan urusan kamu, aku anak siapa pun." Bentak Marrie tegas.


Thomas mengentikan laju mobilnya. Kemudian dia turun untuk mengajak Marrie mengobrol.


"Om cuman mau tanya sesuatu sama kamu." Thomas menghentikan langkah Marrie.


"Apa yang ingin kamu tahu?" Ucap Marrie tetap dengan nada tinggi.


"Siapa Nania, kenapa dia tinggal di rumahku kamu?" Tanya Thomas.


"Oh cewek murahan itu, dia adalah orang yang telah menghancurkan keluarga aku. Dia seorang perempuan murahan." Jawab Marrie dengan amarah menggebu.

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanya Thomas penasaran.


"Dia merebut ayah ku, dan tiba-tiba menikah dengan ayah ku." Jawab Marrie sedikit bersedih.


"Chef Julien's ayah mu itu?" Thomas penasaran.


Marrie hanya mengangguk. Kemudian dia segera bergegas pergi meninggalkan Thomas yang nampak begitu sedih dengan pernikahan Nania dengan chef Julien's. Namun dia begitu lega, sebab dia akhirnya tahu status Nania dengan chef Julien's.


Perkataan Marrie semakin kuat, ketika Nania dan Julien's nampak bermesraan di depan gerbang rumah Julien's. Julien's mencium kening Nania. Kemudian dibalas pelukan hangat dari Nania. Nampak jelas keduanya seperti sepasang suami istri. Sehingga Thomas yang masih mencintai Nania merasakan perasaan cemburu.


Thomas pergi dengan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wajahnya tak mampu menyembunyikan perasaan kecewa pada Nania. Dia mempertanyakan mengapa Nania mau menikah dengan seorang pria beristri.


Destinasi terakhir yang Thomas tuju untuk melampiaskan rasa galaunya adalah sebuah bukit. Dia berdiri diatas bukit itu. Kemudian dia memanggil nama Nania sambil mengatakan rasa cintanya yang besar pada Nania. Beberapa dia meneriakkan nama Nania, perlahan membuatnya semakin rapuh. Posisi awal dirinya berdiri, perlahan berganti menjadi tertungkup. Air matanya jatuh, menangisi pernikahan Nania dengan Julien's.


Selain mulai merasakan ketenangan. Di bukit dimana dia meluapkan semua kegalauan dirinya. Thomas juga mendapatkan secercah ide jahat yang bisa dia gunakan untuk membuat rumah tangga Nania dan Julien's berantakan. Dia berjanji untuk membuat Nania dan Julien's berpisah.


Nania membaca pesan itu, namun dia tak kunjung membalasnya. Hingga akhirnya Thomas mengancam Nania dengan akan membongkar pernikahan dia dengan Julien's.


Mendengar ancaman dari Thomas. Nania secepat mungkin membalas pesan berisi ancaman dari Thomas tersebut. Nania menanyakan dari mana Thomas tahu tentang pernikahannya dengan Julien's. Namun Thomas tidak akan memberi tahu, sebelum Nania mau menemuinya.


Tanpa sepengetahuan Julien's, Nania menyetujui permintaan dari Thomas. Nania dengan mengendarai mobil sendiri, bergegas menuju kafe yang akan jadi pertemuan dia dengan Thomas.


Nania yang datang lebih dahulu di kafe, memilih tempat duduk yang berada di pojokan. Dia memilihnya agar tidak ada orang yang tahu dia bertemu dengan Thomas. Nania yang amat sangat membenci Thomas, sebenarnya tidak ingin berurusan dengan Thomas kembali. Namun rasa penasaran yang begitu tinggi, memaksa Nania mau untuk menemui Thomas.


Hampir 15 menit menunggu dengan setengah gelas jus jeruk yang telah kosong. Akhirnya Thomas menampakan batang hidungnya. Wajahnya nampak sedih, dengan tatapan yang begitu kosong. Dia duduk saling berhadapan dengan Nania.

__ADS_1


Tak ada rasa iba dari Nania. Tanpa basa-basi Nania langsung menodong Julien's dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Mau apa lagi kamu?"


"Kamu kurang puas?"


"Dan dari siapa kamu tahu aku adalah istri Julien's?"


Thomas tak menjawab, dia justru memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan. Pertanyaan dari Nania pun terasa sia-sia.


Selesai memesan makanan. Thomas baru memulai ancamannya pada Nania.


"Jadi benar kamu adalah istri keduanya chef Julien's?" Tanya Thomas.


"Bukan urusan kamu." Tegas Nania.


"Aku gak butuh jawaban itu, tapi aku mau kamu jawab iya atau tidak!" Bentak Thomas.


Nania berdiri sambil memukul meja. Kembali menjawab pertanyaan dari Thomas.


"Itu bukan urusan kamu! Dan aku tidak akan menjawab itu."


"Berarti benar kamu adalah istri kedua chef Julien's. Dan aku pastikan semua orang akan tahu, kalau chef Julien's menikah lagi ditengah kondisi istrinya yang terkena kanker. Bahkan rekan kerja chef Julien's akan memutuskan hubungan mereka dengan chef Julien's." Ancam Thomas.


Nania seketika panik dengan ancaman dari Thomas. Dia dengan wajah penuh harap meminta Thomas untuk tidak membeberkan pernikahan dirinya dengan Julien's.

__ADS_1


Thomas tetaplah Thomas. Dia licik dan penuh intrik. Thomas yang mencintai Nania meminta satu syarat pada Nania. Dia hanya ingin merasakan tubuh Nania sebagai balasan untuk Thomas.


Nania terkejut. Begitu seorang pelayan datang dengan nampan berisi segelas jus strawberry dan sepiring spaghetti. Langsung Nania siramkan jus strawberry tersebut pada Thomas. Kemudian Nania segera mungkin bergegas pergi meninggalkan Thomas.


__ADS_2