
Kedua anak Beatrice terlihat tidak nyaman saat berada di dalam mobil. Keduanya begitu tidak suka berada satu mobil dengan Beatrice. Apalagi Beatrice yang terus terdiam seperti sebuah patung. Semakin membuat suasana di dalam mobil terlihat kaku dan mati. Itu yang membuat Theo dan Romeo terlihat begitu kurang nyaman berada di satu mobil dengan Beatrice.
Melihat kedua anaknya yang terlihat tidak nyaman berada satu mobil dengan dirinya. Beatrice meminta kedua anaknya tersebut untuk diam. Bahkan Beatrice tak segan-segan membentak Theo saat dia menumpahkan segelas minuman yang dia bawa dari dalam rumahnya. Beatrice dengan ekspresi wajah marahnya, membentak Theo dengan begitu kasarnya. Theo pun hanya bisa terdiam dengan sikap kasar yang di tunjukkan oleh Beatrice.
Tak hanya kasar pada Theo saja, Beatrice juga bersikap keras pada Romeo. Romeo menjadi sasaran amukan dari seorang Beatrice, setelah dia tanpa sengaja menyenggol Beatrice. Sama seperti Theo, Romeo hanya bisa terdiam saat mendapatkan bentakan dari seorang Beatrice.
Vincent yang merupakan sopir pribadi dari Beatrice, meminta Beatrice untuk tidak kembali membentak kedua anaknya tersebut. Sebab itu bisa merusak mental dari Romeo dan juga Theo. Hal yang seharusnya bisa di pahami oleh seorang Beatrice.
__ADS_1
Siapa Vincent yang bisa menegur seorang Beatrice. Tentu saran dari Vincent itu langsung di tolak mentah-mentah oleh Beatrice. Dia balik memarahi Vincent dengan nada tinggi. Beatrice meminta Vincent untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangganya. Sehingga Vincent di minta untuk tidak memberikan nasehat pada seorang Beatrice. Sekalipun nasehat Vincent adalah sebuah kebaikan bagi seorang Beatrice.
Sikap kasar Beatrice, tetap di perlihatkan saat akan memasuki kafe tempat dirinya akan bertemu dengan Marrisa. Beatrice dan Marissa sudah janjian untuk bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat Marissa bekerja.
Marrisa sudah datang terlebih dahulu. Bahkan Marissa sudah memesan segelas jus untuk menemani dirinya mengerjakan beberapa tugas dari tempatnya bekerja. Dia terlihat begitu bahagia dengan pertemuan yang akan di lakukan bersama dengan Beatrice.
Dengan apa yang ada pada Marissa. Di harapkan Marrisa akan menjadi sosok ibu pengganti yang pas bagi ketiga anak Beatrice. Apalagi ketiganya begitu butuh sosok ibu yang mampu mengerti seperti Marrisa. Hingga Marrisa di anggap sangat layak untuk menggantikan peran seorang Beatrice sebagai ibu mereka bertiga.
__ADS_1
Beatrice menyapa Marissa, memberikan sebuah ciuman sebagai salam pertemuan dirinya dengan Marrisa. Beatrice pun langsung memperkenalkan kedua anaknya pada Marrisa. Hingga Marrisa begitu senang dengan kedatangan Beatrice dengan kedua anaknya tersebut.
"Siapa nama dua jagoan kamu ini?" tanya Marrisa.
"Ini Theo, dia anak kedua aku. Sementara ini adalah Romeo. Dia merupakan bungsu." jawab Beatrice dengan begitu bahagianya.
Romeo dan Theo terlihat kurang nyaman dengan seorang Marrisa. Apalagi melihat penampilan Marrisa yang begitu rapi dan kasual. Semakin membuat Theo dan Romeo tidak nyaman berada di samping perempuan yang akan menjadi ibunya tersebut di suatu hari nanti.
__ADS_1
Marrisa yang tidak pernah memiliki anak. Tidak paham betul dalam mengurus anak. Tapi demi membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Marrisa pun melakukan langkah yang cukup berani. Dia siap menerima permintaan dari Beatrice akan kedua anaknya yang mungkin suatu hari nanti akan di asuh oleh Marissa ketika menjadi istri Dati Julien's.