
"Bagus, memang pengkhianat seperti dia harus kamu habisi. Bahkan jika memungkinkan, kamu harus membunuh dia." Ucap Nick dengan begitu kesalnya di hadapan Thomas.
"Saya ingin membunuh dia juga. Terlebih dia sudah menjadi bagian dari restoran Julien's. Dia sekarang jadi kurir di restoran Julien's." Balas Thomas tak kalah kesal pada Oscar.
"Terus bagaimana sekarang rencana kamu. Tentu kamu tidak akan menggunakan jasa pengkhianat itu lagi." Tanya Nick pada Thomas.
"Saya akan melakukan tindakan yang menurut saya bisa membuat restoran Julien's menjadi hancur. Tapi saya harus mematangkan rencana itu. Sehingga saya bisa mengeksekusi rencana itu sebaik mungkin. Itu yang sedang saya pikirkan saat ini. Saya harus membuat rencana matang." Ucap Thomas.
"Benar, kamu harus memikirkan secara matang rencana kamu. Sebab jika kamu tidak memikirkan secara matang, bisa jadi kamu akan seperti saya. Tapi saya akan segera bebas dari penjara sialan ini." Ujar Nick dengan senyum liciknya.
__ADS_1
"Serius pak. Kapan bapak akan keluar dari penjara ini?" Tanya Thomas antusias.
"Untuk apa kamu bertanya dengan penuh antusias seperti itu?" Tanya balik Nick.
Thomas bingung dengan pertanyaan dari Nick. Dia bingung harus harus mengatakan apa, mengingat pertanyaan dari Nick tentu adalah pertanyaan jebakan. Jika Thomas salah menjawab. Sudah pasti satu pukulan akan menghantam tubuh Thomas dengan begitu kerasnya.
"Iya kamu tanpa saya hanya butiran debu. Rencana busuk kamu semuanya gagal. Mungkin kamu tidak becus untuk menjadi kaki kanan, sehingga kamu tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal semua fasilitas sudah saya berikan, tapi kamu tidak bisa memaksimalkan semuanya. Sebab kamu bodoh!" Bentak Nick dengan suara kerasnya.
Thomas seketika terkejut dengan bentakan yang di lontarkan oleh Nick. Thomas seketika gugup dengan bentakan yang di lakukan oleh Nick tersebut. Mengingat bentakan dari Nick tersebut membuat nyali Thomas menciut.
__ADS_1
Thomas tak mampu berbicara lagi. Dia hanya mampu menatap meja yang berada di hadapannya. Tidak dengan wajah Nick yang terlihat seperti singa yang siap menerkam dirinya. Thomas begitu ketakutan melihat wajah Nick yang terlihat marah tersebut.
"Dengar Thomas, jika nanti kamu mengkhianati saya seperti anak buah kamu yang sialan itu. Bukan tidak mungkin saya akan melakukan tindakan yang jauh dari apa yang kamu lakukan pada dia. Saya tidak segan-segan akan membunuh kamu. Sebab saya sudah memberikan segalanya pada kamu. Jadi semua itu tidak gratis. Paham kamu!" Ancam Nick tetap dengan wajah marahnya.
"Iya pak, saya janji tidak akan mengkhianati pak Nick. Saya akan setia pada pak Nick. Mungkin saya akan menyakiti diri saya sendiri, jika saya mengkhianati pak Nick nantinya." Janji Thomas dengan telapak tangannya di angkat ke atas.
"Saya tidak perlu janji itu. Cukup kamu buktikan saja, sebab mulut itu bisa berdusta. Sebelum kamu tunjukkan dengan tindakan nyata." Ucap Nick dengan begitu halusnya di dekat telinga Thomas.
Ucapan dari Nick semakin membuat Thomas ketakutan. Mungkin itu ucapan sederhana, tapi ancaman itu terasa nyata. Jika Thomas tidak membarengi dengan tindakan yang nyata. Thomas harus membuktikan bahwa dirinya akan menempati janji sepenuhnya pada Nick. Janji seorang pelaut yang tak pernah ingkar. Mungkin itu yang harus Thomas tunjukkan pada Nick. Mengingat Nick bukan orang bodoh yang akan mudah Thomas bohongi.
__ADS_1