SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
KEDATANGAN NANIA


__ADS_3

Perjalanan panjang nan melelahkan ditempuh oleh Nania. Perjalanan itu terasa panjang, dengan problematika yang terjadi selama di jalanan. Beberapa perbaikan jalan yang terjadi di beberapa ruas jalan. Menimbulkan kemacetan yang cukup parah. Hingga jarak tempuh menjadi semakin jauh.


Julien's mengiriminya beberapa pesan, akan keberadaan dari Nania. Julien's ingin memastikan jika Nania telah sampai di rumah ibunya dengan selamat.


Tak ada ketikan yang Nania kirimkan pada Julien's. Hanya beberapa gambar saja yang cukup untuk menggambarkan kondisi jalanan yang macet total. Hingga Nania belum sampai juga di rumah ibunya.


Julien's lantas melakukan panggilan video call dengan Nania. Dia ingin mengobrol sekaligus melihat wajah Nania di waktu bersamaan. Panggilan video call yang dilakukan oleh Julien's, langsung diangkat Nania secepatnya.


"Kamu masih di jalan sayang?" Tanya Julien's yang terlihat bersandar diatas sofa.


"Seperti yang kamu lihat. Aku masih berada didalam mobil. Padahal aku sudah begitu lelah ada didalam mobil ini." Jelas Nania.


Melihat letihnya raut wajah Nania. Julien's meminta Nania untuk beristirahat. Mungkin dekat istirahat, tubuh Nania akan sedikit segar saat tiba di rumah ibu Julien's.


Begitu Julien's mematikan panggilan video call tersebut. Nania langsung memposisikan dirinya untuk tidur. Terlebih jarak yang semakin pendek dengan kemacetan jalan yang semakin parah.


Baru 5 menit tidur, Bruce melihat ada celah untuk mobilnya keluar dari kemacetan yang membosankan itu. Akhirnya mobil yang dibawa Bruce keluar dari kemacetan yang ada. Dari jarak tempuh yang begitu pendek. Berubah seketika, begitu Bruce telah menemukan jalan yang bisa dilalui tanpa kemacetan.


Mobil itu melaju dengan begitu cepatnya. Hingga tak terasa mobil itu sudah berada di jalanan yang akan menuju rumah ibu Julien's. Lelapnya Nania tertidur, tidak menyadari. Jika dia sudah tiba di halaman rumah ibu dari Julien's.

__ADS_1


Bruce bingung untuk membangunkan Nania. Cara seperti apa yang harus dia gunakan untuk membuat Nania terbangun. Tentu nada tinggi yang Bruce ucapkan akan terasa tidak sopan, mengingat Nania adalah atasan dari Bruce. Tapi jika tidak seperti itu, bagaimana Bruce membangunkan seorang Nania yang tertidur lelap.


Akhirnya Bruce mencoba menyentuh tubuh Nania. Dengan raut wajah penuh ketakutan. Bruce mencoba menyentuh tubuh Nania. Untungnya, sebelum tangan Bruce menyentuh tubuh Nania. Seekor nyamuk hinggap di pipi kiri Nania. Rasa sakit dari sengatan nyamuk itu, langsung membuat Nania terbangun dari tidur lelapnya.


Bruce yang sudah siap menyentuh tubuh Nania. Seketika terlihat salah tingkah, begitu Nania menatap wajahnya. Bruce sedikit panik, melihat bagaimana Nania memperhatikan wajah payahnya.


"Kita masih terjebak dalam kemacetan?" Tanya Nania dengan sedikit bingung.


"Tidak bu. Kita justru sudah sampai." Jawab Bruce malu-malu.


Nania terkejut. Dia menyalakan ponsel miliknya untuk sekedar melihat jam. Ternyata Nania hanya tertidur 10 menit saja. Tapi Bruce berhasil membawa mobil itu keluar dari kemacetan dengan begitu cepatnya.


Tepat didepan pintu rumah, Alex dengan sebuah kemeja merah serta celana hitam panjang. Berdiri untuk segera menyambut kedatangan dari seorang Nania. Berulang kali ekspresi wajah bahagia, nampak jelas dari wajah Alex. Dia terlihat bahagia dengan menyambut kedatangan seorang Nania.


Masih ada rasa canggung dalam diri Nania untuk bertemu dengan Alex. Tamparan keras yang dia layangkan pada Alex tempo hari itu. Masih cukup teringat oleh Nania. Terlebih tamparan itu dilakukan Nania dihadapan Julien's. Semakin membuat perasaan Nania tidak enak pada Alex.


Mengesampingkan semua rasa yang tidak nyaman serta canggung itu. Sebab dalam seminggu kedepan, Nania akan terus bertemu dengan Alex di rumahnya. Dengan kondisi dan situasi berbeda tentunya. Hingga tidak harus ada rasa canggung dalam diri Nania untuk bertemu dengan Alex.


Tiba dihadapan Alex, Nania menyapa pria tampan itu. Sapaan Nania langsung dibalas Alex dengan begitu ramahnya. Dia menawarkan untuk membawa tas besar yang Nania jinjing. Tapi Nania yang tak ingin merepotkan Alex. Menolak tawaran dari Alex tersebut. Tas ini tidak berat, sehingga Nania masih bisa membawa sendiri tas tersebut.

__ADS_1


Gagal dengan tawaran pertama, usaha Alex tetap berlanjut untuk mencoba kembali dekat dengan Nania. Sebenarnya Alex sendiri masih sedikit canggung pada Nania. Tapi demi membuat dirinya dekat lagi dengan Nania. Alex mengesampingkan rasa canggung itu. Sehingga semuanya terasa baik-baik saja. Tidak ada canggung, begitu juga ketika Alex berniat mengantar Nania ke kamarnya.


Tentu tawaran dari Alex untuk mengantar Nania ke kamarnya. Tak bisa ditolak oleh Nania. Alex adalah pemilik rumah ini, sehingga sudah pasti Alex mengetahui tempat-tempat yang ada di rumah tersebut. Mengingat rumah Alex yang begitu besar dan mewah. Hingga Nania harus banyak bertanya pada Alex akan keberadaan setiap ruangan dalam rumah tersebut.


House guide, mungkin itu kata yang cocok untuk menggambarkan apa yang Alex lakukan di hari ini. Dia mengantar Nania berkeliling rumah untuk mengetahui setiap ruangan yang ada di rumah tersebut. Dimulai dari kamar mandi, dapur, ruang keluarga hingga sejumlah ruangan berisi fasilitas mewah yang ada di rumah tersebut.


Lelah berkeliling rumah yang mencapai 2 hektare itu. Akhirnya Alex tiba di kamar yang akan menjadi tempat istirahat Nania selama seminggu kedepan. Kamar itu cukup luas, dengan kasur empuk yang besar juga. Beberapa fasilitas lain juga Nania dapatkan di kamar itu. Semua fasilitas yang tidak dimilikinya di rumah Julien's.


Nania mencoba semua fasilitas yang ada di kamarnya. Dari semua televisi besar dengan suara menggelegar. Hingga fasilitas gym yang ada disamping kamarnya. Semua terasa begitu mewah untuk Nania. Terlebih Nania akan menjadi asisten rumah tangga di rumah Alex tersebut. Tetapi fasilitas yang Nania dapatkan, justru fasilitas sultan yang tidak seharusnya dia dapatkan.


Sebenarnya kamar ini bukan kamar yang disiapkan untuk Nania. Tapi Alex berdebat cukup sengit dengan ibunya. Hingga kamar super mewah ini, menjadi tempat untuk Nania tertidur.


House guide yang dijalani oleh Nania pun akhirnya usai. Waktu untuk Alex bekerja sudah tiba. Dia harus segera pergi ke rumah sakit dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter.


Alex berpamitan pada Nania untuk pergi. Beberapa saat lagi, ibunya akan tiba di rumah. Selepas melakukan perawatan dari salon. Jadi mungkin Nania akan bertemu dengan ibu Alex dalam beberapa jam kedepan. Itu pun jika sang ibu tidak makan atau mungkin belanja terlebih dahulu di mall. Mengingat ibunya yang masuk genk sosialita kelas atas. Kerap belanja barang mewah bersama teman-temannya.


Kemeja Alex yang sedikit berantakan. Menganggu pandangan dari seorang Nania. Dia cukup ingin merapikan kerah kemeja Alex yang tidak rapi. Hingga dengan inisiatifnya, Nania langsung merapikan kerah baju Alex tersebut.


Perhatian kecil yang Nania berikan pada Alex. Seketika kembali menumbuhkan bulir-bulir asmara dalam diri Alex. Mungkin Nania masih menyimpan sedikit rasa untuknya. Hingga dia begitu perhatian pada Alex.

__ADS_1


__ADS_2