
Pertemuan beberapa minggu yang lalu dengan Alex di rumah sakit. Masih cukup berkesan di hati Aurille. Aurille tak bisa melupakan ingatan kala Alex menempelkan stetoskop di dadanya yang seketika jantung Aurille berdebar hebat.
Penasaran dengan sosok Alex, Aurille seketika membuka sosial media miliknya untuk mengetahui Alex lebih jauh. Lewat jejaring sosial media yang lebih menonjolkan photo. Aurille mencari media sosial milik Alex. Satu persatu nama akun bermunculan di mesin pencarian. Hingga akhirnya Aurille menemukan akun sosial media milik Alex.
Aurille begitu senang ketika sudah mengetahui akun sosial media milik Alex. Dia langsung melihat akun sosial media tersebut. Satu persatu photo Alex mendapatkan gambar hati dari Aurille. Hingga Aurille menemukan photo Alex yang sedang asyik makan bersama Nania. Aurille seketika terkejut dengan photo tersebut.
Aurille meletakkan ponselnya diatas kasur. Dia berpikir sejenak. Mengapa ada photo Alex bersama Nania di sosial media Alex. Apa mungkin Nania mengenal Alex. Tak ingin mati dalam penasaran, Aurille langsung melakukan panggilan video call dengan Nania.
Nania yang sedang dalam perjalanan mengantar Theo menuju sekolah. Mengangkat panggilan video call dari Aurille.
"Hallo Aurille." Nania memulai pembicaraan.
"Kamu lagi dimana Nan?" Tanya Aurille merapikan rambutnya.
"Aku lagi di perjalanan menuju sekolah Theo."
Aurille terdiam sejenak.
"Ada apa kamu video call aku pagi gini?" Tanya balik Nania.
"Jadi...." Aurille batal mengatakan.
"Jadi apa?" Tanya Nania.
"Nanti saja deh. Kamu habis mengantar Theo ke sekolah, tidak ada acara lagikan?" Tanya Aurille.
"Tidak ada. Memang kenapa?" Jawab Nania.
__ADS_1
"Gimana kita ketemuan di kafe di dekat sekolah Theo?" Ajak Aurille.
"Boleh..... Memang mau ngomongin apa sih?" Ucap Nania.
"Nanti saja. Pokoknya nanti aku telepon kamu kalau aku sudah sampai di kafe tersebut." Pinta Aurille.
"Iya aku tunggu."
"Dah Nan." Aurille menutup panggilan video call dengan Nania.
Kembali memasukkan ponselnya kedalam tas mewahnya. Nania dibuat penasaran dengan obrolan penting yang ingin Aurille bicarakan kepadanya. Nania tak sabar untuk mendengar apa yang akan Aurille bicarakan.
Sebelum berangkat menuju kafe, Aurille yang baru bangun tidur. Segera bergegas menuju kamar mandi. Mandi untuk bisa lebih harum dan bersih lagi. Selepas itu, tanpa mengisi perut sedikit pun. Aurille langsung bergegas menuju kafe yang menjadi tempat pertemuan dengan Nania.
Perut Aurille tiba-tiba bunyi keroncongan. Rasa sakit di bagian perut Aurille sudah tak bisa di tahan lagi. Akhirnya Aurille menepikan mobilnya untuk sekedar membeli roti pengganjal perut disebuah minimarket di pinggir jalan.
Baru beberapa suapan roti mengisi perutnya. Satu pesan muncul dari Nania. Dia menanyakan keberadaan Aurille yang masih dimana. Tanpa membalas pesan tersebut, Aurille segera mungkin memacu mobilnya menuju lokasi yang akan menjadi tempat pertemuan dengan Nania.
Tak jauh dari sekolah Theo, hingga Nania tak perlu membawa mobil untuk menuju lokasi pertemuan dengan Aurille. Cukup berjalan kaki saja, 5 menit kemudian Nania sampai di kafe tersebut.
Lambaian tangan dari Aurille menyapa Nania saat baru masuk kedalam kafe. Dengan segera Nania menghampiri meja yang sudah dipesankan oleh Aurille. Sebelum Nania duduk, Aurille langsung memeluk hangat Nania. Sedikit beradu pipi, menjadi ritual yang sudah pasti dilakukan kala keduanya bertemu. Setelah semuanya usai, baru Nania bisa duduk.
"Ada apa kamu pagi-pagi sudah ngajak ketemuan seperti ini?" Tanya Nania menarik kursinya mendekat meja.
"Jadi aku pengen tahu banget tentang hubungan kamu sama dokter Alex?" Tanya Aurille.
"Dokter Alex! Maksudnya Alex bukan?" Tanya balik Nania dengan sedikit bingung.
__ADS_1
"Iya pokoknya itu. Kamu ada hubungan apa dengan dokter Alex?" Aurille penasaran.
"Aku gak ada hubungan apapun dengan Alex. Dia adalah adiknya Julien's." Terang Nania.
"Apa! Dokter Alex adalah adiknya Julien's." Aurille super penasaran.
"Iya dia adalah adiknya Julien's. Dia yang waktu itu aku ceritakan sama kamu. Orang yang mengejar aku." Terang Nania kembali.
"Jadi dokter Alex suka sama kamu. Terus Julien's?" Tanya Aurille semakin mendetail.
"Alex tidak tahu kalau aku adalah istri Julien's. Dia hanya tahu aku adalah pengasuh Theo dan Romeo. Sehingga dia berusaha mendekati aku. Walaupun jujur aku kurang nyaman dengan pendekatan yang dilakukan Alex tersebut." Papar Nania.
Aurille berpikir sejenak dengan tatapan tajam menatap Nania.
"Kamu suka dengan Alex?" Todong Nania.
Wajah berpikir Aurille berubah menjadi malu-malu. Pipinya juga perlahan memerah dengan pertanyaan dari Nania tersebut.
"E-e-E-Emmm." Aurille susah mengucap.
"Gak apa juga kalau memang kamu suka dia. Alex jomblo, kamu juga jomblo. Jadi kalian bebas untuk saling dekat." Ucap Nania sedikit menggoda.
"Tapi apa mungkin dokter Alex juga akan suka sama aku Nan?" Aurille tidak percaya diri.
"Kamu harus yakin. Dia juga suka sama kamu." Support Nania.
"Kamu mau bantu aku buat dekat sama dokter Alex?" Pinta Aurille.
__ADS_1
"Why not. Aku siap bantu kamu buat dekat sama Alex." Jawab Nania.
Aurille langsung memeluk erat Nania. Dia begitu bahagia Nania mau membantunya untuk dekat dengan dokter Alex.