SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PESAN BEATRICE YANG SAMA


__ADS_3

Ketiga anak Julien's terlihat begitu nyenyak tertidur. Mereka bertiga yang begitu lelah mengikuti acara pembukaan acara olahraga di stadion. Tidak dapat melawan rasa kantuk mereka yang sudah begitu kuat. Hingga ketiga anak Julien's itu pun tertidur dengan posisi terduduk.


Marrie menjadi bantal bagi kedua adiknya. Tubuh Marrie menjadi bantal bagi Theo dan Romeo dalam menyandarkan kepalanya. Mereka berdua begitu nyaman menyandarkan kepalanya di tubuh Marrie. Hingga keduanya tidur dengan begitu lelapnya. Apalagi Theo yang sudah begitu lelah beraktivitas seharian, tidak bisa menyembunyikan rasa lelahnya itu. Hingga dia pun tertidur dengan begitu pulasnya di samping kanan Marrie.


Hal yang sama juga terjadi pada Romeo. Bocah berusia 6 tahun itu terlihat lelap juga tertidur. Sama seperti Theo yang begitu aktif di hari ini. Romeo juga tidur dengan begitu pulasnya, hingga Romeo pun terlihat begitu nyaman tidur di samping kiri Marrie.


Nania terus mencoba menenangkan seorang Julien's yang terlihat masih begitu kurang nyaman. Dia mungkin khawatir akan terjadi hal yang buruk pada Beatrice. Hingga Julien's terlihat begitu panik.


Namun kepanikan dari Julien's akhirnya bisa sedikit terobati. Seorang dokter yang memeriksa Beatrice, mengatakan jika Beatrice telah siuman. Dia sudah mulai sadarkan diri. Hingga Julien's bisa melihat kondisi Beatrice dengan segera.


Julien's langsung bergegas masuk kedalam kamar perawatan seorang Beatrice. Dia pun begitu bahagia saat masuk kedalam kamar perawatan seorang Beatrice. Julien's menikmati momen yang paling berkesan untuk dirinya tersebut. Dia akan segera bertemu dengan Beatrice yang sudah kembali siuman.


Julien's yang mulai berkaca-kaca saat melihat kondisi Beatrice yang begitu lemah. Dia mengelus kepala Beatrice, mengatakan bahwa Julien's begitu mencintai seorang Beatrice. Dia tidak ingin kehilangan Beatrice dalam waktu cepat, Julien's ingin melihat Beatrice tetap ada untuk melihat tumbuh kembang anak mereka.

__ADS_1


Melihat Marrie masuk ke perguruan tinggi. Melihat Romeo dan Theo dengan seragam sekolah menengahnya. Mungkin hal yang akan Beatrice sukai, sehingga Julien's berharap Beatrice akan bisa bertahan dengan semua yang ada. Julien's berharap keajaiban akan tetap ada pada seorang Beatrice. Sehingga Julien's bisa terus bersama dengan Beatrice. Julien's pun meminta Beatrice untuk bisa lebih kuat lagi dan memiliki semangat hidup yang besar. Sehingga Beatrice bisa lebih percaya diri lagi.


Nania mungkin ingin melihat kondisi Beatrice secara langsung. Tapi mungkin Beatrice tidak menginginkan kehadiran seorang Nania. Hingga Nania mungkin saja akan di usir oleh Beatrice saat berada di sampingnya. Hingga Nania hanya melihat kondisi Beatrice dari sela-sela kaca kecil yang ada di pintu kamar perawatan seorang Beatrice.


Nania melihat bagaimana Julien's terlihat begitu perhatian pada seorang Beatrice. Dia menciumi wajah Beatrice, memeluknya. Bahkan Julien's mengelus lembut tangan Beatrice dengan begitu mesra. Hal yang tentu wajar di lakukan oleh Julien's sebagai seorang suami pada Beatrice.


"Apa aku cemburu melihat mereka. Seharusnya tidak! Aku pikir hal yang wajar di lakukan oleh seorang suami pada istrinya. Aku harus bisa lebih dewasa lagi." ucap Nania di dalam hatinya.


Di genggaman tangan Julien's, Beatrice mengatakan jika dirinya berharap Julien's akan menikah dengan seorang Marrisa dalam waktu cepat. Beatrice tidak ingin ketiga anaknya tidak memiliki ibu sambung. Itu yang di khawatirkan oleh seorang Beatrice. Sehingga sosok Marrisa yang di anggap tepat bagi seorang Julien's, harus segera menikah dengan Julien's.


Julien's sontak menolak permintaan dari seorang Beatrice. Apalagi Julien's tahu betul sifat asli dari seorang Marrisa. Dia tidak sebaik yang di pikirkan oleh seorang Beatrice. Banyak sifat Marrisa yang buruk, tapi luput dari seorang Beatrice. Hingga Julien's pun mencoba menceritakan bagaimana Marrisa memfitnah Nania dengan begitu kejamnya.


Beatrice tertawa kecil, dia tidak yakin Marrisa melakukan hal tersebut. Hingga Beatrice justru menyalahkan Nania yang di anggapnya terlalu berlebihan. Marrisa tidak seperti yang Julien's pikirkan, hingga Beatrice berharap Julien's akan membuka hati bagi seorang Marrisa. Apalagi Marrisa begitu menyukai sosok seorang Julien's..

__ADS_1


Nania yang melihat dan mendengar dengan begitu jelas. Tentu merasa sesuatu yang cukup menyakitkan. Bagi Nania apa yang di sampaikan oleh Beatrice adalah yang mutlak. Mungkin Beatrice tidak yakin Nania bisa menggantikan posisi dia sebagai istri utama dari seorang Julien's. Hingga Beatrice harus memilih seorang Marrisa untuk mengganti posisinya sebagai istri utama dari seorang Julien's.


"Apa aku tidak layak, apa aku sehina itu bagi Mbak Beatrice. Sehingga dia tetap menolak diriku untuk menjadi seorang istri dari Julien's. Aku tidak mengerti dengan dia. Apa yang sebenarnya dia lihat dari aku. Apa aku masih di anggap sebagai perempuan yang tidak baik. Sakit hati dengan kedatanganku. Entahlah, mungkin itu sudah jadi keputusan yang dia ambil." ucap Nania dengan begitu sedihnya di dalam hati.


Julien's tetap tidak bergeming dengan apa yang di ucapkan oleh Beatrice. Dia tetap tak bisa menerima apa yang di sampaikan oleh Julien's. Bagi Julien's, status Nania akan menggantikan posisi Beatrice sebagai istri utama. Bukan Marrisa yang sama sekali memiliki sifat yang kurang baik. Sehingga rentan menjadi konflik di masa mendatang.


Beatrice begitu kecewa dengan teguhnya pendirian dari seorang Julien's. Bagaimana bisa Julien's bisa mempertahankan argumen dari dirinya tersebut. Hingga Julien's begitu tak bergeming saat Beatrice meminta dirinya untuk menikah dengan Marrisa, saat dirinya sudah tidak ada di dunia ini.


"Apa kamu tidak ingin menuruti permintaanku itu?" tanya Beatrice.


"Maaf, aku tidak akan pernah menikah kembali. Aku hanya akan meresmikan pernikahanku dengan Nania. Itu sudah cukup untukku. Nania sosok istri yang baik, sehingga aku yakin dia bisa menjadi ibu untuk anak-anak kita." jawab Julien's dengan tegasnya.


Beatrice kembali terlihat murung. Mungkin itu adalah pertahanan bagi seorang Beatrice. Sehingga dia bisa membuat Julien's merasa bimbang dengan keputusan di ambil oleh dirinya. Julien's benar-benar di buat bimbang oleh sikap Beatrice yang tetap tidak bisa menerima keberadaan Nania sebagai istri utama dari seorang Julien's. Sebab Beatrice merasa Nania tidak begitu cocok untuk menjadi istri utama. Nania hanya cocok menjadi selir saja.

__ADS_1


__ADS_2